My Baby Boy 'A'

My Baby Boy 'A'
Chapter 73



Happy reading


.


.


.


Sekarang Alya dan Manda berada di dapur, mereka berdua memasak atau lebih tepatnya Manda yang minta di ajarkan untuk membuat kue dengan Alya.


"Nah sudah jadi deh" kata Alya seperti ia menghias kue nya.


"Wah akhirnya jadi juga, aku mau coba ya" ujar Manda berbinar.


"Tentu saja" balas Alya, Manda pun mengambil satu kue dan memakannya, sangking enak nya ia sampai memejamkan matanya menikmati setiap kunyahan nya.


"Enak banget Al" ucap nya, Alya hanya tersenyum simpul.


"Aku beresin ini dulu ya mbak, mbak bawa aja keluar terlebih dahulu" ucap Alya pada Manda, Manda mengangguk tanpa membantah lalu meninggalkan Alya yang membereskan bekas mereka memasang tadi.


***


Sore harinya Gara serta lima 'A' dan Rangga pulang bersama. Mereka duduk di ruang tengah seperti biasa "Di makan, aku sendiri yang buat loh" ujar Manda tersenyum manis pada mereka.


Alfan menatap sinis pada wanita hamil itu, ia tidak percaya kalau itu buatan nya. Dari harum nya kue itu sudah ia tahu kalau Mama nya lah yang membuatnya.


Hening, tidak ada yang bersuara ataupun bergerak mengambil kue tersebut. Manda tersenyum kaku sekaligus kesal karena mereka mengabaikannya, Alya datang membawa senapan minuman untuk mereka minum bersama kue.


"Loh kok pada diam, dimakan dong, ini minum nya" ujar Alya menaruh nampan tersebut di atas meja dan duduk di samping Gara, dengan segera Gara merangkul sang istri mengecup keningnya.


Alfan yang pertama kali bergerak mengambil minum dan kembali ke tempat duduknya.


Manda yang merasa harus ingin mengambil susu yang khusus Alya buatkan untuk nya. Melihat Manda kesusahan Alya melepaskan rangkulan Gara pelan dan membantu Manda menggapai gelas yang berisi susu tersebut "Makasih Al" ucap Manda.


"Iya mbak, sama-sama" balas Alya seraya tersenyum


Ekhm. Gara berdehem untuk memulai berbicara "Manda" panggil Gara, Manda menoleh dan tersenyum manis membuat Alfan, Arkan dan Rangga memutar bola matanya dengan malas.


"Iya kenapa mas?" tanya dengan nada errr kalian tau lah


"Saya sudah mendapatkan rumah untuk kamu, kamu akan saya antar setelah maghrib. Untuk sekarang kamu bisa bersiap-siap" jelas Gara.


Manda menunduk, ia tidak tahu mau bicara apa yang pasti dia tidak ingin keluar dari rumah ini, ia ingin tinggal di sana selamanya.


"Nanti Alya bantu beresin barang mbak ya" kata Alya seraya tersenyum.


Lain dengan keenam anak itu yang bersorak gembira karena benalu yang ada di rumah nya akan segera pergi. Alfan tersenyum senang mengambil satu cup cake dan memakannya, Senangnya dalam hati.


"Kalau begitu aku ke kamar dulu" pamit Manda dan meninggalkan keluarga kecil itu yang bersantai ria.


"Sial" Manda dengan kesal memukul bantal melampiaskan emosi nya.


"Gak. Ini gak bisa dibiarkan, gue gak mau pergi dari rumah ini, rumah ini pun gue! Iya rumah ini pun gue, gue harus cari cara agar gue tetap tinggal disini" Manda menjambak rambutnya sendiri seraya menggeleng.


"Gue harus cari cara" gumamnya, ia menggigit ujung kuku nya berfikir keras "Ayo dong Manda" ucap nya.


"Argh sial."


Tok tok


"Mbak" panggil Alya dari luar.


"Masuk aja Al" balas Manda memperbaiki tatanan rambut nya yang sudah berantakan karena ulahnya sendiri.


Cklekk.


"Belum Al" Alya mengangguk paham "Yaudah ayu Alya bantu" ajak Alya, Manda mengangguk menghampiri Alya dan membuka koper nya. Sedangkan Alya ia membuka lemari yang ada di sana dan membantu menyusun pakaian Manda ke dalam koper itu.


"Nah sudah siap, Alya keluar ya mau siap-siap untuk sholat maghrib" Manda hanya mengangguk menanggapi nya "Ck" keluar nya Alya dari sana Manda berdecak kesal.


"Gue gak mau pergi" teriaknya tertahan.


***


Setelah sholat maghrib Gara bersiap-siap untuk membawa Manda ke rumah yang dimaksud nya "Pa Alfan mau ikut, boleh kan?" tanya Alfan Pada Gara yang hendak menuruni tangga.


"Boleh, ayo" ajak Gara. Yes, Alfan bersorak senang karena diizinkan untuk ikut, dia tidak akan membiarkan Gara dan berduaan dengan Manda dengan alasan apapun ia tahu bagaimana isi otak wanita licik yang selalu mencari kesempatan meski itu sekecil apapun demi mewujudkan keinginannya.


Tap tap


Mereka berdua turun dan menuju ruang tengah yang sudah ada Alya, Argan dan adik-adiknya serta Manda tentunya "Ayo" ajak Gara berjalan terlebih dahulu.


"Ayo mbak, sini Alya aja yang bawa koper nya itu kan berat" Alya ingin menggapai koper tersebut tadi dengan cepat Arsan menahan tangan Alya dan mengambil koper itu "Untuk Mama pun ini berat, biar Arsan yang bawa" ujar Arsan lalu membawa koper itu menyusul Gara.


Afkan menggenggam tangan Alya "Ayo ma" ucap nya, dan lagi dan lagi Manda merasa iri pada Alya yang sangat di sayangi oleh putra putra nya ia mengepalkan tangannya lalu ikut keluar.


"Hati-hati mas bawa mobil nya" pesan Alya pada sang suami, Gara tersenyum mendekati Alya lalu mengecup puncak kepala nya "Iya sayangku" jawab nya.


"Alfan mau ikut, pamit ya ma" Alfan mencium tangan Alya lalu naik terlebih dahulu di mobil lebih tepatnya di jok depan, ia tidak akan membiarkan Manda untuk berdekatan dengan Gara bukankah itu adalah tujuan nya untuk ikut?.


"Pamit ya Al, makasih sudah menerima mbak di rumah ini" pamit Manda memeluk Alya sebentar.


"Iya mbak sama-sama, mbak baik-baik ya disana" balas Alya memberikan senyum kepada Manda .


"Assalamualaikum"


"Masuk ma, angin malam tidak baik untuk Mama" Alya mengangguk lalu masuk di susul oleh yang lain.


"Kalian disini aja ya, Mama mau siapkan makan malam dulu" kata Alya pada mereka, Afkan berdiri dari duduknya "Afkan bantu" katanya.


"Yaudah kalian disini aja ya" mereka menggeleng tidak setuju "Mau bantu Mama juga" ucap Arkan.


"Iya ma Rangga juga mau bantu Mama" timpal Rangga dan Argan serta Arsan sendiri mengangguk saat Alya menatap nya, Alya pasrah dan mengajak mereka mereka ke dapur.


Dengan senang mereka mengikuti Alya hingga tiba di dapur "Ok Mama akan bagikan kalian tugas" ujar Alya pada mereka, mereka pun mengangguk dengan semangat bahkan wajah Arsan dan Argan yang biasanya selalu datar sudah tersenyum manis pada Alya "Siap."


"Baik. Yang pertama Arkan dan Rangga cuci bersih semua sayuran dan Ayam ini, selanjutnya Argan yang akan memotong nya dan Afkan yang akan menggoreng ikan itu. Dan yang terakhir Arsan temani Mama, nanti mama butuh sesuatu Argan yang akan ambil, bagaimana setuju?" tanya  Alya setelah membagi semuanya.


"SETUJU" seru mereka, Alya tau kalau putra nya, Arsan sangat suka berdekatan dengannya maka dari itu ia hanya menyuruhnya seperti itu. Untuk menu makan malam nya cukup sederhana jadi tidak banyak kerjaan.


"Bagaimana ayo mulai" ujar Alya, mereka pun mengerjakan tugas mereka masing-masing. Untuk yang pertama Alya membersihkan ikan nya terlebih dahulu sebelum Afkan menggoreng nya.


Setelah itu ia menyiapkan bumbu untuk Ayam nya dan sayuran nya "Arsan tolong ambil blender disana" titah Alya menunjuk pada bagian samping kulkas.


"Ini ma"


"Makasih sayang" Alya mengecup pipi Arsan, Arsan senang bukan main ia pun berbalik dan menatap saudaranya lalu menaik turun kan alisnya "Bang Arsan cari kesempatan ih" kesal Arkan yang ingin iri pada Arsan.


"Lanjutkan pekerjaan kalian" ucap Arsan membuat Arkan tambah kesal. Kalian tidak tahu saja kalau Arsan berkumpul seperti itu dan Alya ada maka Arsan berubah menjadi sangat jail pada saudara nya.


Alya tersenyum melihat itu dan melanjutkan pekerjaannya memblender bawang dan bahan lainnya.


Tbc.


Like dan komen ....


see u next part


^^^Mawar Jk^^^