My Baby Boy 'A'

My Baby Boy 'A'
Chapter 62



Happy reading


.


.


.


"Ko Mama gak liat Lion ya" ucap Alya bingung


"Lion ada kok ma, tapi kami simpan dulu untuk sementara" ujar Arsan


"Owh gitu, Mama sama Papa ingin bertemu sama om Hendri jadi kalian kesekolah naik sepeda aja ya" kata Alya pada sang anak


"Iya ma" ucap mereka patuh


"Kami berangkat ma pa"


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Setelah mengantar anaknya kedepan Alya dan Gara pun masuk ke rumah kembali untuk bersiap-siap "Kira-kira Hendri ingin membicarakan apa ya mas, tiba-tiba minta bertemu, biasanya kan dia datang ke rumah" tanya Alya


"Aku juga gak tau sayang, tempat nya yang itu kan" tanya Gara


"Iya mas" jawab Alya


"Ayo turun" ajak Gara setelah memarkirkan mobilnya


"Maaf kami sedikit telat" ucap Gara sampai di hadapan Hendri


"Oh tidak masalah, saya juga baru sampai disini. Ayo silahkan duduk" kata Hendri maklum karena tau mereka mengurus anak-anak nya terlebih dahulu


"Iya, makasih" ucap Alya sopan


"Kalian mau pesan apa?" tanya Hendri


"Tidak perlu, kami masih kenyang" tolak Alya


"Baiklah, tapi tidak enak rasanya kalau mejanya kosong seperti ini. Kita pesan kopi saja bagaimana?" tanya Hendri


"Tidak masalah" ujar Gara


"Baik" Hendri pun memesan kopi untuk mereka


"Apa yang anda ingin bicarakan?" tanya Gara "Tidak perlu terlalu formal Gara, ini bukan masalah pekerjaan sama sekali" ujar Hendri seraya tersenyum, Gara mengangguk


"Jadi begini. Sebenarnya saya adal-" ucapan Hendri terpotong karena kedatangan waiters membawa pesanan mereka


"Selamat menikmati" ucap waiters itu ramah


"Kau bisa melanjutkannya" tutur Gara, Hendri mengangguk


"Tapi sebelum itu, saya ingin memastikan nya sendiri" ucap Hendri membuat Gara dan Alya tambah bingung dibuatnya


"Memastikan apa?" tanya Alya


"Apa benar, sebelum kamu menyentuh almarhum Risa ternyata Risa sudah hamil?" tanya Hendri membuat Gara terkejut bukan main, tapi ia langsung mengubah keterkejutannya


"Jadi hal itu memang benar?" tanya Hendri memastikan, Gara mengangguk menanggapi nya. Meskipun Risa sudah tidak ada lagi di dunia ini, tapi Gara sungguh malas berurusan tentang wanita itu, selama ini ia bertahan dengan pernikahan nya karena Rangga, ia sudah menyayangi Rangga seperti anak kandungnya sendiri meskipun ia terlihat cuek pada Rangga tapi hati nya benar-benar menyayangi Rangga


Alya menutup mulutnya tidak percaya, kenapa suaminya tidak memberitahu kan masalah ini dengan nya?


"Mas" Gara menggenggam tangan Alya dan mengelus nya "Nanti aku jelaskan ya sayang" ucap nya lalu kembali menatap Hendri


"Yang menghamili Risa waktu itu adalah saya, dan Rangga adalah putra kandung saya. Ini hasil lab  dari rumah sakit kalian boleh membaca nya" jelas Hendri


Gara mengambil surat itu dan membacanya dengan seksama, yang Hendri katakan memang benar adanya. Dalat surat itu kecocokan DNA Rangga dan Hendri  99,99% cocok. Gara diam menunggu Hendri kembali bercerita


"Sebenarnya sudah lama saya curiga akan hal itu dari kesamaan dan adanya sedikit kemiripan nya dengan saya. Dan selama itu pula saya menyelidiki nya hingga sebuah fakta kalau kecurigaan saya benar, saya menunggu dimana saat saya akan berterus terang tentang hal ini hingga hari ini saya memberitahukan nya pada kalian" lanjut Hendri


"Dulu Risa meminta pertanggung jawab kehamilan pada saya, tapi saya menolaknya karena berfikir ia mungkin berbohong pada saya waktu itu dan dia marah dan pergi begitu saja dari hadapan saya. Setelah itu kami tidak pernah bertemu sama sekali hingga saya bertemu dengan Rangga"


"Tenang saja, setelah mengetahui hal ini saya tidak akan mengambil Rangga dari kalian. Saya hanya ingin dia mengetahui siapa ayah kandungnya yang sebenarnya" ucap Hendri lagi seakan tau dari raut wajah Alya dan Gara


"Kami sedikit terkejut akan hal itu, tapi saya menghargai kejujuran kamu. Kami akan memberikan pengertian pada Rangga secara pelan-pelan" ujar Gara


"Terimakasih Gara, Alya" Gara menganggukkan kepalanya


"Iya, sama-sama"


"Oh iya, bagaimana dengan orang tua Risa?" tanya  Alya


"Itu akan menjadi urusan saya, kalian tidak perlu khawatir soal itu" Alya mengangguk mengerti lalu tersenyum kikuk


***


"Aku mau mas jelasin sekarang" ucap Alya melipat tangannya di depan dada. Mereka sudah sampai di rumah, dan lebih tepatnya berada di kamar


"Iya sayang, aku akan jelasin semuanya dari awal sampai akhir. Kamu denger dan jangan potong penjelasan aku" ucap Gara, Alya mengangguk cepat


"Jadi begini...." mengalihkan cerita Gara


"Sayang?" Gara melambaikan tangannya di depan wajah istrinya "Sayang" ucap nya lagi kini memegang pundak Alya


Alya tersadar dari lamunannya "Iya?" tanya nya


"Kamu melamun?" tanya Gara


Enggak, aku hanya berfikir" "Oh iya mas kita mulai dari mana menjelaskan ini pada Rangga" tanya Alya


"Kita jelaskan dari awal secara perlahan-lahan sayang. Aku yakin dia pasti ngerti" jawab Alya


"Semoga ya mas, aku sedikit takut" ucap Alya jujur, Gara tersenyum merangkul pundak sang istri lalu mengecup puncak kepala nya


"Semua nya pasti baik-baik saja, dan aku minta maaf tidak jujur dari awal sama kamu"


"Kamu gak perlu mintalah maaf" Gara mengangguk lalu memeluk istrinya


Bersambung.


Like, komen dan vote nya ya 😍


see u


^^^Mawar Jk^^^