
Happy reading
.
.
.
"Oma...." Arkan berlari menghampiri Diana yang baru saja turun dari mobil disusul Fahmi, sang suami
"Aduh, cucu Oma" Diana memeluk Arkan
"Opa gak di peluk nih?" tanya Fahmi
"Kangen Opa" Arkan beralih memeluk Fahmi, Fahmi terkekeh dan membalas pelukan cucunya
"Udah ayo masuk, Oma sama Opa bawakan banyak oleh-oleh" Diana mengajak mereka masuk kedalam yang sudah ada Alya dan yang lainnya
Mereka berpelukan melepas rindu selama berbulan-bulan tidak bertemu "Mana sehat kan?" tanya Alya setelah memeluk Diana
"Alhamdulillah, Mama sehat" jawab Diana seraya tersenyum
"Ayu ma duduk" ajak Alya kembali
Lima 'A' dan Rangga sendiri sudah sibuk membuka koper nya dan membuka oleh-oleh nya. Mereka tak henti-hentinya berbinar saat membuka semua oleh-oleh nya itu
"Yaampu anak-anak itu" gumam Alya menggelengkan kepalanya melihat anak-anaknya
"Oh iya Al, Mama juga bawa buat anaknya Aira, kira-kira kapan mereka pulang ya" tanya Diana
"Nanti ma kalau baby udah satu bulan, sekalian mau adain syukuran disini" jawab Alya
Diana mengangguk "Yaudah Mama nitip sama kamu aja ya, nanti dikasih" Diana memberikan sebuah paper bag pada Alya
"Iya ma, makasih ya"
"Iya sama-sama"
***
"Sayang, sebelum belanja kita ke cafe sana dulu ya, klien aku tiba-tiba minta ketemu disana" pinta Gara pada Alya
"Owh yaudah"
"Gak papa kan?" tanya Gara, Alya tersenyum lalu menggelengkan kepalanya "Gak papa ko, belanja nya kan bisa habis ketemu sama klien"
Cup
"Tambah sayang deh" Alya menepuk dada Gara pelan, dia malu di jadi pusat perhatian karena Gara tadi apalagi banyak orang dengan terang terangan menggoda nya
Gara terkekeh melihat wajah istrinya yang memerah, ia meraih pindah sang istri dan memeluknya "Istri saya malu ini bu, digodain" kata Gara menggoda Alya, dan yang benar saja wajah Alya tambah memerah
"Aduh gak usah malu neng" kata ibu-ibu itu
"Yaudah bu saya sama istri saya pamit ya" pamit Gara
"Iya"
"Ihh mas Gara mah" Alya kembali menepuk dada Gara
"Aduh merahnya muka istri aku ini..." Gara mencubit pelan kedua pipi Alya
"Udah mas, katanya mau ketemu sama klien" Alya menghentikan aksi Gara yang terus mencubit pipinya
"Oh iya ya lupa, yaudah ayo sayang" Gara menggenggam tangan Alya dan membawa nya ke cafe tempat bertemunya dia dengan klien nya
"Permisi, maaf pak saya telat" ucap Gara pada pria yang sepertinya sedikit lebih tua dibandingkan Gara
"Ah iya pak, tidak apa-apa, saya yang jadi tidak enak karena minta bertemu dadakan seperti ini" kata pria itu
"Tidak masalah sama sekali, oh iya perkenalkan ini istri saya" Gara memperkenalkan Alya pada pasangan suami istri itu
"Alya pak" ujar Alya
"Ini istri saya" pria itu, Hamid memperkenalkan wanita disampingnya
"Saya Lea" kata wanita itu
"Ayo duduk pak" ucap Hamid mempersilahkan Gara dan Alya duduk di sebrang mereka
"Mau pesan apa pak Gara, bu Alya?" tanya Lea
"Saya ikut sama suami aja bu" ujar Alya, Lea mengangguk lalu menatap Gara meminta jawaban
"Saya sama istri teh hijau saja" ucap Gara, Lea mengangguk lalu memanggil salah satu pegawai dan memesan teh hijau
"Begini pak....bla bla bla" keduanya pun tenggelam dengan bisnis mereka, tidak jauh berbeda dengan sang istri Alya dan Lea pun tak kalian, mereka juga tenggelam dengan pembicaraan mereka hingga akhirnya mereka berpamitan
"Senang berbisnis dengan anda" Hamid dan Gara saling berjabat tangan
"Kalau begitu kami pamit dulu assalamualaikum" pamit Gara
"Mari" kata Alya
Alya dan Gara pun meninggalkan cafe itu dan pergi ke tujuan utama nya yaitu berbelanja, lebih tepatnya Gara hanya menemani sang istri
"Mau belanja apa dulu sayang?" tanya Gara
Mereka pun memasuki toko elektronik dan keluar setelah Alya membeli barang yang ia butuhkan "Sini akui yang bawa" kaya Gara mengambil paper bag dari tangan istrinya
Alya tidak protes, ia memberikan paper bag itu dan mengandeng lengan Gara menuju toko selanjutnya yang mereka kunjungi
"Sayang kita kesana dulu yuk" ajak Gara seraya menunjuk toko mainan anak-anak
"Loh mau ngapain mas?" tanya Alya heran, apa ada anak rekan bisnisnya sedang berulang tahun?
"Ya beli buat anak-anak kita lah sayang, buat siapa lagi coba" ucap Gara
"Gak, kamu kan baru-baru aja beliin mereka mainan dan kemarin mereka juga dapat mainan baru dari Mama Papa sekarang mau di beliin juga?"tanya Alya
"Iya sayang, gak papa ko sekali" ucap Gara
Apa katanya tadi sekali-kali?
"Yaudah tapi ini yang terakhir, bulan ini tuh mereka sudah punya banyak mainan baru" ucap Alya
"Siap, ayo sayang" Gara menarik tangan Alya dengan lembut memasuki toko mainan itu
"Selamat datang pak, ibu" sapa karyawan disana, Alya merespon nya dengan senyum
"Mau beli yang mana pak bu?" tanya nya lagi
"Kami mau beli mainan pesawat terbaru, mobil dan robot-robotan terbaru" kata Gara
"Baik pak bu, mari ikut saya" ajak karyawan itu
Gara dan Alya mengikuti karyawan itu hingga mereka sampai di tempat yang mainan keluaran terbaru semua
"Ini bu, silahkan di pilih" ujarnya sopan
"Iya, makasih" Alya menatap mainan itu dan tertuju pada sebuah robot yang lain dari pada yang lain, Alya mendekati robot itu dan menatap nya lekat
"Kenapa sayang?" tanya Gara
"Robot ini menarik ya" ujar Alya menegang robot putih itu
"Itu robot terbaru dan pengeluaran pertama sebagai bahan cobaan dari salah satu langganan kami" jelas pegawai tersebut
"Boleh deh mas kita beli ini" ujar Alya
"Tolong di kemas ya, saya beli yang ini dan itu juga" kata Gara dan menunjuk mainan yang ia pilih tadi
"Baik pak"
Gara dan Alya pun pergi ke kasir untuk membayar tagihannya "Totalnya 75 juta pak" ucap sang kasir
Alya terkejut, mahal sekali pikirnya
Gara segera mengeluarkan kartu kredit nya dan memberikan nya pada kasir itu "Terimakasih atas kunjungan nya bu pak" kata nya lagi setelah mengembalikan kartu Gara
"Saya titip barang saya disini, nanti asisten saya datang mengambil nya" kata Gara pada pegawai toko
"Baik pak" katanya
"Mau beli apa lagi sayang?" tanya Gara setelah mereka keluar dari sana
"Kita beli untuk dapur aja mas" kata Alya pengeluaran nya tadi sudah sangat banyak jadi untuk untuk yang lain ia pending aja dulu lagian dia tidak terlalu membutuhkan nya
"Owh yaudah ayo" ajak Gara
***
Kini Alya dan Gara sudah ada di mobil, mereka akan pulang ke rumah setelah berbelanja tadi. Di perjalanan Alya melihat anak perempuan yang Alya tebak masih smp berjualan bunga
Alya meminta pada Gara untuk berhenti dulu, lalu ia keluar dari mobil dan mendekati anak perempuan itu "Halo adek, kakak mau beli bunga nya dong" kata Alya
"Wah benarkah kakak?" tanya nya berbinar
"Tentu saja, kalau kakak beli semuanya berapa ya?" tanya Alya
"200 ribu aja kak" jawab anak tersebut
"Ini uang nya" Alya memberikan uang merah lima lembar pada anak perempuan itu "Dan ini ada makan sama minum buat kamu cantik" lanjut Alya
"Wah kak makasih ya, tapi ini uang nya lebih kak" katanya
"Gap papa itu udah rezeki kamu, kakak pamit ya suami kakak udah menunggu" pamit Alya
"Iya kak, hati-hati dijalan dan terimakasih lagi" katanya seraya melambai kan tangannya
"Udah?" tanya Gara saat Alya sudah duduk di jok samping nya
"Iya, yuk kita pulang capek banget aku tuh" ucap Alya, Gara mengelus kepala Alya dan menjalankan mobilnya menuju rumah nya
Bersambung
Like, komen, dan vote nya ya teman-teman 🥰
see u
^^^Mawar Jk^^^