
...Happy reading...
.......
.......
"Lepas" Rangga memberontak kembali saat ia di bawa ke suatu tempat "Diam" sentak Sarah
"Tante itu mau nya apa sih" tanya Rangga kesal
Sarah tersenyum miring "Kamu tanya mau nya saya apa? bagaimana kalau saya bilang saya mau Ayah kalian?" tanya Sarah
Rangga membulat kan matanya terkejut lalu merubah kembali ekspresi nya "Papa sudah sudah mempunyai istri, jadi tante tidak akan pernah mendapatkan Papa" ujar Rangga tersenyum remeh
"Bagaimana kalau tante melenyapkan Mama kalian itu.... agar tante dapat mendapatkan Papa kalian" tanya Sekar
Arsan mengepalkan tangannya kuat kuat mendengar ucapan Sarah, Arsan sudah menduga ini. Saat ia melihat senyum Sarah pada saat pernikahan kedua orang tua nya di sudut ruangan
"TANTE GILA..." teriak Rangga marah
Sarah kembali tersenyum miring "Bawa mereka berdua ke dalam dan jangan ada yang membukakan pintu untuk mereka kecuali saya yang menyuruh kalian sendiri dengan alasan apapun paham?"
"Paham bos" Rangga dan Arsan kembali di seret dan di masukkan di ruangan yang gelap "Lepas brengsek" Rangga kembali memberontak "Diam dan jangan berulang" ujar bawahan Sarah
Mereka mendorong Arsan dan Rangga kedalam ruangan itu lalu mengunci pintu nya dari luar. Rangga segera mendekati pintu itu lalu mengetuk nya dengan bruntal
"Buka..."
buk buk buk
Rangga terus memukul lalu menendang pintu itu "Usaha mu akan sia sia, pintu itu terbuka dari kayu yang tidak mudah kau hancur kan" ujar Arsan. seketika Rangga berhenti "Lo..." Rangga menunjuk Arsan "Kenapa lo diam aja saat kita di culik ha"
"Gue udah tebak kalau mereka akan melakukan ini-" kata Arsan
"Terus kenapa lo diam aja goblok"
"Karena gue ingin memastikan sesuatu" ucap Arsan lalu tersenyum miring "Apa apaan tuh senyum lo" Rangga mendekati Arsan dan bergabung duduk di samping nya
"Pasti yang lain sedang mencari kita" kata Rangga pelan
"Tenang" ucap Arsan santai
Tenang dia bilang? mereka berdua di culik dan di sekap di ruangan gelap gulita ini dan apa kata nya tadi tenang? ingin rasanya Rangga berteriak di muka datar nya Arsan itu, tapi ia tahan
"Jam lo-" ujar Rangga tertahan melihat jam tangannya Arsan
"Hem" sahut Arsan
"Jadi Argan sudah mengetahui keberadaan kita sekarang?" tanya Rangga berbinar
"Ya" jawab Arsan singkat
"Jadi sekarang kita bagaimana?" tanya Rangga lagi
"Tunggu dan lihatlah" ucap Arsan tersenyum miring, Rangga jadi merinding melihat senyum nya itu lalu mereka kembali terdiam
_______
Disisi lain Argan dan Afkan tengah mengutak-atik laptop nya "Dapat" ujar Argan
"Mereka di mana bang?" tanya Afkan
"Di jalan xxx" jawab Argan
"Sekarang bagaimana? kita tanya Papa sekarang?" tanya Afkan
"Tidak sekarang, kita tunggu aba aba dari Arsan" kata Argan
"Baiklah, tapi Mama pasti akan sangat khawatir kalau mereka tidak pulang secepatnya" ujar Afkan mengkhawatirkan Mama nya
"Tenang saja ini tidak akan lama" cap Argan, Afkan menganggukkan kepalanya paham
"Kalau begitu gue ke Mama dulu" pamit Afkan "Panggilkan Arkan untuk ku" ujar Argan "Iya bang"
Tak lama setelah Afkan pergi Arkan datang menghampiri Argan "Ada apa bang?" tanya Arkan duduk di sebrang Argan
"Gue mau lo di rumah saja temani Mama" perintah Argan
"Abang mau kemana?" tanya Arkan lagi
"Menyusul Arsan" jawab Argan
"Gue ikut" seru Arkan
"Enggak, lo disini berdua bersama Alfan nemenin Mama, Afkan yang akan ikut" ujar Argan
"Tapi bang-"
"Jangan membantah Arkan"
"Baiklah, abang kapan pergi nya"
______
"Kenapa lama sekali" tanya Rangga yang tidak sabaran
"Bersabarlah, sedikit lagi" ujar Arsan
1 detik
2 detik
4 detik
6 detik
8 detik
10 detik
1 menit
"Ayo kita mulai" ujar Arsan tersenyum iblis
"M..mulai apa?" tanya Rangga
Arsan tidak menjawab ia mendekati pintu lalu mengeluarkan sesuatu di balik kantong nya. Ia memasukkan sesuatu di sela sela kuncian pintu itu ia menggerakkan nya seperti memotivasi sesuatu
Rangga yang penasaran pun mendekati Arsan yang tengah sibuk melakukan sesuatu, sekarang ia tidak banyak tanya lagi, ia hanya diam memperhatikan yang Arsan lakukan
"Ambil ini" ujar Arsan memberi sebuah pisau lipat? kepada Rangga
"Ini untuk apa?" tanya Rangga bingung
"Jaga jaga buat lo" ujar Arsan lalu mengutak-atik jam nya sejenak lalu membuka pintu nya sedikit dan mengecek berapa banyak pengawal yang Sarah yang menjaga mereka. Arsan tersenyum miring saat melihat hanya ada empat pengawal, ternyata Sarah meremehkan mereka yang masih anak anak
"Ayo" ajak Arsan membuka pintu secara perlahan dan langsung menendang betis salah satu penjaga dan memukuli tengkuk nya hingga penjaga itu pingsan
"Sial*n" ujar penjaga lainnya
Tanpa banyak bicara Arsan dan Rangga menghajar yang lainnya, jangan kalian remehkan mereka berdua apalagi Arsan, meskipun mereka masih berumur 12 tahun tapi bela diri yang mereka kuasai benar benar tidak bisa di remehkan
Meskipun memang orang dewasa kuat tapi kelincahan dan kecerdikan mereka lah yang membuat mereka menang dan lihat lah hanya beberapa menit ketiga penjaga itu timbang menyusul satu temannya yang pingsan tadi
_______
Gara, Argan dan Afkan kini sudah di mobil untuk pergi di mana Arsan dan Rangga di sekap "Disana pa" tunjuk Afkan pada bangunan yang lumayan mewah, Gara langsung membawa mobil parkir tepat di depan rumah itu
"Ayo turun" ajak Gara buru buru
"Kau tetap disini dan liat kondisi nya" pesan Argan pada Afkan
"Siap bang" ujar Afkan dan fokus pada laptop yang di pangkuan nya
Gara dan Argan memasuki rumah tersebut, masuk nya Argan di sana itu dapat membuat jangkauan Afkan di laptop begitu saja sehingga ia dapat mengetahui ketika ada seseorang yang akan mendekati Gara dan Argan
"Abang lewat kiri bang" ujar Afkan melihat dari laptop nya
"Lewat sini pa" ucap Argan pelan tadi Gara dapat mendengar nya dengan jelas
"Ruangan keempat dari ruangan yang abang lewati" ucap Afkan lagi
"Ini pa" tunjuk Argan pada pintu yang Afkan bilang "Yang ini?" tanya Gara, Argan menganggukan kepala mantap
Gara membuat pintu nya dan didalam sana ia melihat tiga pintu lagi "Pintu tengah bang, Afkan liat ada beberapa orang" ucap Afkan
Argan langsung ingin membuat pintu itu tapi terkunci "Arsan" panggil Argan
"Mundur bang" dan benar dugaan Afkan, itu suara Arsan dari dalam sana
Argan refleks mundur beberapa langkah "Kenapa" tanya Gara "Pintu nya terkunci" jawab Argan
"Ayo kita dobrak" ujar Gara
"Jangan Arsan bisa membuka nya" tahan Argan. Hingga beberapa saat Arsan dapat membuka pintu itu dan keluar lah Arsan dan Rangga
"Kalian tidak apa-apa?" tanya Gara memeriksa keadaan anak anak nya "Kami baik pa" jawab Rangga
"Kalian keluar lah dari sana secepatnya, ada tiga orang yang akan ke tempat kalian sekarang" ucap Afkan, Argan menganggukan kepala nya "Ayo kita keluar ada orang yang akan kesini dan mungkin itu yang menculik kalian berdua" ujar Argan
"Perempuan, yang membawa kami ke sini perempuan" ujar Rangga
"Ayo" ajak Arsan
Bersambung.
See u next part
Tambah semangat juga dong guys like dan komen nya...aku liat like dan komen menurut drastis 🥺 tapi gak papa mungkin mereka bosan atau apa... semua kalian suka part kali ini bye
^^^Mawar Jk^^^