
Happy reading
.
.
.
Mereka sampai di Singapura dengan selamat, dan sekarang mereka perjalanan menuju kamar di hotel terkenal di sana "Ayo masuk" ajak Gara.
"Mas mandi duluan aja" kata Alya yang duduk di sofa yang berada di sana.
"Yaudah mas mandi duluan" Gara menerima handuk pemberian sang istri, meskipun pihak hotel telah menyiapkan segalanya tapi Gara tetap memilih membawa handuk kesayangan nya. Yang dimana handuk itu hadiah dari Alya, sang istri tercinta handuk couple untuk. keduanya.
Cklekk
"Mas udah sesuai gih mandi"
"Iya mas" Alya membawa handuk nya dan memasuki kamar mandi, tak lama kemudian ia keluar dengan wajah yang lebih segar sebelum nya.
"Mas udah kasih kabar sama Mama Papa, kalau kita sudah sampai?" tanya Alya menghampiri Gara yang tiduran di atas kasur.
"Iya sayang, mas juga bicara tadi sebentar sama anak-anak juga" jawab Gara
"Istirahat ya, pasti capek" lanjut Gara seraya menepuk kasur di sisinya. Alya mengangguk patuh dan ikut berbaring di ranjang bersama Gara, Gara membawa Alya kedalam dekapannya hingga mereka meraih mimpi masing-masing.
"Sayang mas berangkat ya, pulang nanti baru kita pergi jalan-jalan nya" pamit Gara setelah Alya memasang dasi nya.
"Iya mas, semangat kerja nya" kata Alya menyemangati sang suami, membuat Gara tersenyum lalu mengecup kening Alya "Iya sayang" kata nya.
"Assalamualaikum" salam Gara
"Waalaikumsalam mas" setelah mengantar Gara Alya kembali masuk ke kamarnya dan menghubungi orang rumah.
***
Setelah semua urusan pekerjaan nya selesai barulah Gara dan Alya jalan mengelilingi kota tersebut, mereka pun tak banyak membeli jajan-jajan khas Singapura.
"Kita beli buat anak-anak juga ya mas" kata Alya pada Gara "Iya sayang ambil aja semau kamu" jawab Gara seraya mengelus kepala sang istri.
Alya pun mengangguk semangat dan membeli begitu banyak oleh-oleh untuk orang rumah "Mas kesan yuk" ajak Alya menarik tangan Gara menuju sebuah taman yang begitu ramai pengunjung nya, disana terlihat banyak boneka besar dengan anak-anak yang mengelilingi mereka.
"Lucu banget ya mas, pasti kalau anak-anak ikut pada senang" Gara tersenyum lembut kearah Alya dan mengecup keningnya sebentar "Nanti kita ajak anak-anak buat berlibur ya" kata Gara membuat Alya mengangguk dengan semangat dan memeluk sang suami.
Mereka kembali memperhatikan anak-anak itu atau lebih tepatnya hanya Alya saja, karena sendari tadi Gara hanya melihat wajah bahagia istri nya "Tetaplah bahagia dan tersenyum seperti itu sayang" batin Gara.
Alya di buat gemas dengan anak-anak itu yang saling berebut untuk mendapat Balo gratis. Gara yang melihat istrinya begitu bahagia melihat itu pun ikut tersenyum, seakan senyum Alya menular pada nya.
Mereka melanjutkan perjalanan dan akan beristirahat di sebuah restoran untuk mengisi perut mereka dan setelah itu melanjutkan perjalanan nya kembali hingga Alya benar-benar sudah lelah dan meminta untuk pulang.
"Yaudah ayo kita pulang, besok kan penerbangan kita pagi pagi" ujar Gara
"Yaudah ayok"
Sampai nya di hotel Alya langsung membersihkan badan karena lengket, bergantian dengan Gara "Sini mas bantu" kata Gara mengambil alih barang-barang yang akan mereka bawa pulang.
"Udah gak papa mas, Alya bisa kok" tolak Alya
"Gak papa sayang, mas bantu ya"
"Yaudah deh" Gara tersenyum senang dan membantu memasukkan barang yang mereka beli tadi untuk oleh-oleh nya di koper nya.
"Nah selesai"
Bagaimana bisa tidur coba kalau gaya tidur nya seperti ini.
"Geli mas" kata Alya saat merasakan hembusan nafas Gara di tengkuk nya.
Mendengar itu Gara mengangkat wajahnya nya lalu menatap sang istri begitu lekat "Yaudah seperti ini aja" ujar nya membalikkan badannya Alya lalu kembali memeluk dan menggelengkan wajah nya di belahan dada sang istri.
Alya menggelengkan kepalanya melihat tingkah suami nya itu, tapi tak ayal ia mengelus surai sang suami hingga ia ikut terlelap.
Kedua suami istri itu pun tertidur dengan pulas saling memeluk satu sama lain di cuaca yang lumayan dingin itu.
***
"Mama" teriak Alfan berlari menghampiri Alya dan Gara yang baru saja tiba di Jakarta beberapa jam yang lalu. Lima 'A' Rangga, Fahmi dan Diana datang menjemput mereka di bandara sesuai permintaan keenam nya tentu nya.
"Alfan jangan lari sayang" ujar Diana menatap cucu nya khawatir yang berlari di bandara dengan banyak orang berlalu lalang disana, ia takut cucu nya itu menabrak dan terluka namun Alfan tidak mendengarkan nya, ia hanya terus berlari seraya merentangkan kedua tangannya hingga sampai di depan Alya dan.
Hap
"Kangen Mama" ujarnya memeluk Alya begitu erat " Alya pun membalas pelukan sang anak "Mama juga kangen sama anak Mama ini" balas Alya mencium puncak kepala Alfan berkali kali.
"Lain kali jangan berlari seperti itu di tempat umum boy" kata Gara mengelus surai Alfan yang masih dalam dekapan Alya.
"Alfan kangen Mama pa" kata Alfan cemberut yang sudah melepas pelukannya.
"Iya Papa tau, tapi jangan berlari di tempat umum seperti bahanya nak" ujar Gara menasehati.
"Iya pa maaf" kata Alfan menyesal
"Sudah ayok ke yang lain" ajak Alya pada keduanya untuk menghampiri putra nya yang lain.
"Mama" mereka menyambut Alya dengan pelukan dan dengan senang hati Alya membalas pelukan putra nya "Uhh anak Mama" balas Alya mengecup kening putra nya satu persatu "Kangen Mama"
Alya tersenyum "Mama juga kangen anak Mama" balas Alya, ia memeluk putra putranya begitu erat, begitu pun sebaliknya lima 'A' dan Rangga memeluk Alya begitu erat pula menghapus rasa rindu nya selama beberapa hari ini.
Membiarkan istri dan putrinya berpelukan, Gara menyalimi terlebih dahulu kedua orang tuanya.
"Ma, Pa" Alya beralih menyalimi Diana dan Fahmi "Apa kabar nak?" tanya Diana mengelus kepala Alya.
"Alhamdulillah baik Ma, Pa" jawab Alya seraya tersenyum.
"Gak ada yang kangen sama Papa nih?" tanya Gara menatap keenam putra nya.
"Kangen Papa juga dong" dengan cepat Rangga memeluk Gara, tak mau kalah Alfan pun segera memeluk sang Papa di susul oleh saudara-saudara nya yang lain.
"Ayo pulang, Mama sama Papa bawa banyak oleh-oleh buat kalian" ajak Gara membuat putranya kegirangan.
"Yeay, ayo" seru nya
Mereka pun berjalan beriringan keluar dari bandara menuju mobilnya "Biar Gara yang menyetir pa" kata Gara pada sang Papa.
"Tidak apa, biar Papa yang menyetir. Kamu pasti capek setelah perjalanan kan biar Papa saja" tolak Fahmi
"Benar apa yang Papa kamu bilang Gara. Ayo masuk Alya pasti sudah capek dan mau istirahat" timpal Diana, mereka masuk dalam mobil dan dengan segera Fahmi menjalankan mobilnya menuju ke kediaman mereka.
Tbc.
Like dan komen!
see u next part
^^^Mawar Jk^^^