My Baby Boy 'A'

My Baby Boy 'A'
Chapter 42



Happy reading


"Assalamualaikum anak anak" salam ibu guru


"Waalaikumsalam bu"


"Hari ini kita kedatangan siswa baru, ayo kenalan dulu" ucap ibu guru


"Hi, semua nama aku Dava Alvino, panggil aja Dava" ucap Dava memperkenalkan nama nya


"Hi, Dava" sapa murid di kelas itu


"Hi, nama aku Andra Pratama panggil aja Andra" ucap Andra memperkenalkan diri nya. yup siswa baru itu adalah Dava dan Andra, masih ingat kan sama mereka


"Hi, Andra" sapa murid di kelas itu kembali


"Baiklah kalian bisa duduk di bangku yang kosong" ucap bu Inna, guru bahasa Indonesia


"Iya bu, makasih" kata Andra dan Dava. Mereka berdua berjalan menuju bangku yang kosong yang kebetulan di dekat bangku lima 'A' dan Rangga


"Hi, semua ketemu lagi kita" ucap Andra menyapa mereka


"Beneran pindah" celetuk Alfan


"Oh iya dong, sebagai sahabat yang baik gue sama Andra pindah agar kita sama sama lagi kaya dulu" ucap Dava


flash back*


"Enggak usah deh Dav, Dra, kalian kan juga baru masuk sekolah" ucap Alfan


"Iya, gak kasian apa lo sama orang tua lo yang capek urus pindah lo mulu" timpal Arkan


"Nikmati ada dulu di sana" ucap Afkan


"Gak mau gue, minggu depan gue sama Dava udah pindah ke sekolah kalian titik" suara Andra di sebelah sana


"Bener banget, lagian kita gak betah sekolah di sana, kan Argan bilang kalau kita harus nyaman dulu sama sekolah kita biar kita fokus belajar nya" ucap Dava


"Terserah lo deh" ujar Alfan


"Ok bro nanti kita lanjut lagi ya bicara nya gue di panggil bunda"


"Ok"


Tut


flash back of*


"Terserah lo deh Dav" ujar Arkan


"Diam, ibu lagi menerangkan di atas" ucap Afkan


"Sana duduk nanti kita bicara lagi" kata Rangga


"Ok bro" jawab Dava dan Andra lalu duduk di bangku dan ikut memperhatikan guru yang sedang menerangkan di depan sana


_______


Kantin ~


"Oh iya, kita juga mau masuk ke Gana dong" ucap Dava


"Tenang nanti gue yang bilang sama Papa, lo ikut kita aja, pulang sekolah kita ke Gana" ucap Rangga


"Wah thanks bro" ucap Rangga


"Sip"


"Makan, gak usah banyak bicara" ujar Argan


"Hehehe" mereka hanya cengengesan


Mereka pun melanjutkan makan siang mereka hingga habis, tapi karena bell masuk belum berbunyi mereka juga belum meninggal kantin


"Kapan kapan kita mampir ke rumah lo ya, kangen banget gue sama masalah tante Alya. Apalagi saat cium bekal kalian tadi"


"Boleh banget, kapan kapan lo berdua mampir aja" ujar Arkan


"Mantap itu mah" seru Andra


"Permisi kakak" ucap anak perempuan


"Iya kenapa dek" tanya Dava


"Kakak Argan di panggil sama guru" jawab nya


"Dimana" tanya Argan


"Di ruang kepala sekolah kak"


"Ok"


"Kalau begitu aku permisi ya kak"


"Lo ada masalah Gan? sampai di panggil sama kepala sekolah?" tanya Andra kepo


"Bang Argan itu di panggil bukan karena masalah yang seperti lo pikirin, bang Argan di panggil karena dia ada lomba olimpiade" seru Alfan


"Oh" Andra membulat mulut nya berbentuk bulat seraya mengangguk paham


Kringgg kringg


"Udah bell tuh, yok ke kelas" ajak Rangga


"Gue duluan ya" pamit Argan


"Ayo" ajak Arsan dan jalan terlebih dahulu bersama Afkan


"Et dah masih dingin juga no kulkas" celetuk Dava menatap punggung Arsan dan Afkan yang menjauh


"Nama nya juga kulkas ya dingin lah gobl*k" ujar Rangga sewot


"Maksud gue tuh noh si Arsan kulkas, bukan kulkas beneran" ucap Dava


"Oh bilang dong dari tadi" kata Rangga


"Lo aja yang gobl*k" ujar Dava


"Udah deh debatnya, kita ke kelas dulu, pulang sekolah kalian boleh lanjut" ucap Arkan


"Ok siapa takut" ujar Dava


"Ok"


_______


"Anak anak ayo cepat" panggil Gara dari luar


"Iya pa" sahut mereka


"Lama banget sih sayang" ucap Alya saat mereka sudah pada datang


"Maaf ma"


"Gak papa ko, ayo cepetan oma sama opa udah tungguin kalian" kata Alya


"Iya ma, kita pamit assalamualaikum" pamit mereka, hari ini mereka akan menginap di rumah Diana dan Fahmi


"Waalaikumsalam" ucap Alya, melihat mobil yang di tumpangi suami dan anak nya sudah tidak terlihat lagi Alya masuk ke rumah bersiap siap ke toko kue nya, biasanya hari weekend seperti ini toko nya pasti rame


_________


"Assalamualaikum Oma"


"Waalaikumsalam" "Aduh cucu Oma....lama banget baru kunjungi oma" ujar Diana memeluk mereka secara bergantian dan mengecup pipi mereka juga, Fahmi hanya memeluk dan mengelus cucu nya


"Kalau begitu Gara duluan ya ma, pa" pamit Gara pada Diana dan Fahmi


"Hati hati ya sayang" ucap Diana


"Iya ma, assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


"Ayo masuk, Opa sama Opa sudah beli banyak mainan keluaran togel buat kalian semua ayo" ajak Fahmi


Mereka pun masuk hingga di ruang tengah mereka melihat deretan kardus yang masih utuh "Ini semua Opa?" tanya Arkan melongo melihat semua hadiah itu


"Iya dong, ayo di buka" seru Fahmi yang tak sabaran


"Wah makasih Opa Oma" ucap mereka "Sama sayang" mereka pun membuka satu persatu hadiah tersebut


"Wah ini pesawat-" seru Arkan tertahan melihat benda yang ada di tangan nya dengan tidak percaya


"Apa bang?" tanya Alfan kepo, pasalnya Arkan begitu kaget


"O..opa" ucap Arkan menatap Fahmi dengan tatapan sulit di artikan


"Arkan sudah lama menginginkan nya kan?" tanya Fahmi, mata Arkan berkaca kaca, dan detik itu juga ia berhambur memeluk Fahmi


"Makasih Opa" ujar Arkan


"Sama sama sayang" kata Fahmi membalas pelukan cucu nya


"Oma gak dapat pelukan juga nih.." tanya Diana, Arkan tersenyum lalu beralih memeluk Oma nya "Makasih Oma" ucap Arkan "Sama-sama sayang"


"Itu apaan sih bang" tanya Alfan kesal kerena pertanyaan di abaikan


Arkan tersenyum lalu memamerkan sebuah tiket di tangan nya, itu adalah tiket pesawat, tapi bukan tiket pesawat biasa. Tiket itu adalah keinginan terbesar Arkan yang ingin sekali mengendalikan pesawat, dan hal itu akan terwujud sungguh Arkan sangatlah bahagia


"Wow keren" seru Alfan


"Kalian ikut naiklah di pesawat nanti ok" ucap Arkan


"Ok" seru mereka


"Makasih hadiah nya Oma Opa" ujar Argan tulus


"Itu sudah kewajiban Opa sama Oma membuat cucu nya bahagia sayang" ucap Diana, dia tau meskipun cucu nya itu masih anak-anak tapi Argan sangatlah dewasa sebagai anak sulung. Kadang Diana juga sedih melihat cucu nya yang dewasa dari umur nya, dia juga ingin cucu bahagia dan bermain seperti anak sebayanya, maka dari itulah ia dan Fahmi sering memberikan mereka hadiah


"Kalian lanjut kan saja ya, Oma kedalam dulu ambil cemilan" ucap Dimana


"Iya Oma"


"Wow robot ini sangat keren" ujar Rangga


"Iya dong, Opa yang beli" ucap Fahmi bangga, mereka pun tertawa dan bahagia bersama, Arsan pun yang biasanya berwajah datar kini ikut tertawa


"Semoga kalian semua selalu tertawa dan bahagia seperti ini nak" ucap Fahmi dalam hati


Bersambung


Like, komen dan vote nya ya guys jangan lupa 😊🥰


See u next part 👋


^^^Mawar Jk^^^