My Baby Boy 'A'

My Baby Boy 'A'
Chapter 79



Happy reading


.


.


Saat ini jam istirahat, siswa dan siswi bergerombolan menuju kantin untuk mengisi perut mereka. Begitupun dengan Argan dan kawan-kawan, mereka sudah stay di kantin.


"Tumben gak pada bawa bekal" ujar Dava pada lima 'A' dan Rangga.


"Mendingan lo pergi pesan makanan deh dav, gue mau mie ayam" kata Rangga membuat Dava menatap nya sinis.


"Dih apaan lo nyuruh-nyuruh, sini lo ikut beli juga" Dava langsung menarik tangan Rangga dengan sedikit paksaan "Eh apa apaan sih lo" kata Rangga yang di abaikan oleh Dava.


"Gak nanya dia kita mau makan apa, langsung pergi aja tuh orang" ucap Andra.


"Gak papa lah mie ayam juga tidak buruk" sahut Argan, yang lain pun mengangguk setuju "Yang penting gak sering-sering amat it's ok" timpal Afkan.


"Siap pak dokter" ujar Arkan lalu terkekeh saat Afkan menatapnya dengan tajam.


"Hai Arsan" sapa seorang gadis menyapa Arsan yang sendari tadi diam. Arsan tidak menoleh ataupun menyahuti sapaan gadis itu.


Gadis itu pun tidak gentar, ia malah menggeser Andra yang kebetulan duduk di samping Arsan agar ia bisa duduk berdekatan dengan Arsan. Mana mungkin dia menggeser Alfan yang ada di samping kanan Arsan bisa-bisa ia di lemparkan kata-kata pedas lagi.


"Buset, santai dong!" ujar Andra kaget saat di dorong.


"Ngapain loh disini?" tanya Alfan menatap jenah pada gadis itu yang bernama Amel.


"Mau makan sama Arsan dong, emang kenapa sih" kata Amel memajukan bibirnya di buat-buat imut.


"Idih ngapa tu bibir mau di tampol" ujar Andra menatap Amel.


"Ih kalian kenapa sih, Arsan liat tuh mereka bikin aku kesel" adu Amel seraya memegang lengan Arsan.


"Tumben dayang-dayang lo pada gak ada" ujar Andra langsung mendapat tatapan tajam dari Amel.


"Kenapa emangnya? Lo suka sama mereka?" tanya Amel, Andra langsung berdingik ngeri dan kembali menyantap mie ayam nya.


"Woy mel, minggir-minggir air panas nih" ujar Dava sedikit keras membawa nampan, mendengar itu Amel reflek berdiri dan sedikit menjauh. Dava tersenyum kemenangan dan duduk di tempat Amel duduk tadi "Thanks ya" ucap nya lalu memberikan mie ayam itu satu persatu pada yang lain.


Amel menghentak hentakan kaki nya kesal "Arsan Dava tuh" adul Amel pada Arsan. Arsan menghiraukan Amel, ia meracik mie ayam nya dan menyantapnya.


Amel diabaikan pun menepuk pundak Arsan sedikit keras sehingga membuat Arsan tersedak.


*Uhuuk uhuk


"Lo apa-apaan sih mel" omel Arkan ia menarik tangan Amel menjauh "Pergi lo dari sini, gue berbaik hati selamatin lo sekarang jadi pergi sebelum lo menyesal" tekan Arkan. Amel yang memang tahu maksud Arkan pun pergi dengan kesal dan khawatir akan keadaan Arsan, sungguh ia tidak sengaja melakukan itu.


"Maaf Arsan" gumam nya.


"Udah baikan bang?" tanya Alfan melihat hidung Arsan yang sedikit merah. Arsan pun menyahut dengan anggukan saja.


"Masih mau makan?" tanya Argan, Arsan menjawab dengan menggeleng tanda ia sudah tidak mau makan lagi.


"Tunggu Arkan beli susu dulu" kata Arkan saat sudah kembali lalu beranjak ke lemari tempat minuman, ia mengambil susu pisang kesukaan Arsan dua kotak tak lupa ia membayar nya dan kembali ke mejanya "Nih bang, minum susu aja kalau gitu" ucap Arsan menyimpan dua kotak susu pisang di depan Arsan


"Thanks" Arkan mengangguk lalu kembali memakan mie ayam nya, Mereka semua juga mulai memakan mie ayam mereka hingga habis.


*Kring kring


Bell berbunyi tanda jam istirahat telah selesai, itu tandanya pembelajaran akan segera di mulai.


"Gak usah balik ke kelas yah, kita bolos aja gimana?" tanya Dava.


*Plakk


"Eh sapi, lo gak usah racunin otak orang ya" kata Rangga menampol lengan Dava.


"Eh kambing gak usah di tampol juga bisa kali, sakit ini" sewot Dava melotot kan matanya.


"Udah. Gak ada bolos-bolos segala, sekarang ayo masuk ke kelas" ucap Argan dan beranjak ke kelasnya, Afkan dan Arsan mengikuti sang Abang meninggalkan yang lain terdiam di belakang.


"Gimana?" tanya Dava.


"Gak usah lah nanti bang Argan marah, takut gue hukumannya gak main main bro" ujar Alfan. Arsan dan Rangga mengangguk setuju, kalau Argan menghukum mereka benar-benar gak tanggung-tanggung.


"Yaudah deh ayo ke kelas" ujar Dava.


"Yok lah"


Tbc.


jangan lupa untuk like dan komen.


see u next part ❤️


^^^Mawar Jk^^^