My Baby Boy 'A'

My Baby Boy 'A'
Chapter 81



Happy reading


.


.


Manda saat ini sedang berjalan jalan, ia menuju bangku untuk duduk sebentar istirahat. "Bagaimana car nya agar gue bisa mendapatkan Gara" gumamnya memandang hamparan rumput kedepan.


"Tapi sebelum itu gue harus menyingkirkan Alya terlebih dahulu, karena kalau tidak Gara hanya bisa bucin sama istri nya itu. Tapi kalau Alya sudah gue singkirkan gue bakalan masuk di kehidupan Gara dan menggantikan posisi Alya" lanjut nya.


"Yeah benar sekali, gue harus menyingkirkan Alya. Tapi bagaimana caranya? Gue gak punya uang untuk apa-apa sekarang" lanjut nya lagi lalu menghela nafas.


"Saya bisa membantu anda" ucap seorang wanita yang datang dan duduk di samping Manda. Manda mendongak melihat wajah wanita itu.


"Siapa lo?" tanya Manda. Wanita itu nampak tersenyum "Anda bisa memanggil saya Dila" kata wanita itu memperkenalkan diri nya.


"Apa maksudnya lo bisa membantu gue?" tanya Manda.


"Saya akan membantu kamu untuk menyingkirkan Alya, saya akan memberikan uang dan anak buah saya pada kamu kalau kamu ingin bekerja sama. Bagaimana? setuju atau tidak?" tanya Dila, Manda nampak berfikir menimang nimang usulan Dila.


"Kalau kamu tidak setuju tidak apa. Saya bisa menyingkirkan nya sendiri, kalau begitu saya permisi" belum Dila berdiri berdiri Manda sudah menahan nya.


"Tunggu. Ok gue terima tawaran lo" jawab Manda penuh keyakinan, ujung bibir Dila terangkat membentuk senyuman, lebih tepatnya seringai.


Dila merogoh tas nya dan mengeluarkan amplop coklat "Ini buat kamu, terserah mau di gunakan untuk apa. Dan ini kartu nama saya, kamu bisa menghubungi saya lewat nomor itu" jelas Dila, Manda mengangguk mengerti.


"Tapi apa alasan lo mau menyingkirkan Alya, lo punya masalah apa ada ma dia?" tanya Manda kepo.


"Belum saatnya kamu mengetahuinya, tapi nanti kamu akan mengetahuinya. Hah saya tidak punya banyak waktu kalau begitu saya permisi" pamit Dila dan beranjak dari sana.


Siang harinya di kediaman Alya, setelah pulang dari acara makan siang tadi Alya kedatangan tamu yang tidak ia pikirkan sama sekali.


Teman perempuan putra-putra nya berkunjung ke rumah, tapi lima 'A' nampak tidak suka kedatangan gadis itu, ia selalu menatap tajam gadis itu yang tak lain dan tak bukan adalah Amel dan teman-temannya.


"Tante Amel mau nanya" kata Amel yang duduk di samping Alya seraya memeluk lengan Alya dengan manja. Dan disebar sana ada Gara serta lima 'A' dan Rangga.


"Tanya apa sayang?" tanya Alya lembut.


"Makanan kesukaan Arsan apa yang tante" bisik Amel sehingga hanya Alya yang mendengarnya.


Alya tersenyum geli, sepertinya gadis ini menyukai putra tampan nya itu.


"Arsan tidak pilih memilih soal makanan, Arsan hanya tidak terlalu suka sama makanan yang terlalu manis" ucap Alya ikut berbisik, Amel mengangguk mengerti lalu kembali memeluk Alya.


"Owh iya sayang, tante mau ke kamar sebentar ya" pamit Alya.


"Iya tante" kata Ina salah satu teman Amel.


"Om juga mau ke atas dulu, kalian lanjut aja bermainnya" kata Gara iku pamit.


"Iya om"


Sepeninggal nya Alya dan Gara Alfan langsung mental tajam ketiga gadis itu "Lo semua pulang sekarang" kata Alfan.


"Gak kau, aku masih mau disini" kata Amel, kedua temannya pun ikut mengangguk setuju.


"Gak sekalian lo semua pergi dari rumah gue" mata Alfan lagi.


"Maksud lo ke mari apaan emang?" tanya Rangga tenang.


"Kamu kok jahat banget sih Al sama kita" kata Diva teman Amel yang satu nya lagi. Yang lain hanya diam tanpa ikut berdebat karena malas berurusan dengan perempuan itu.


"Udah gak usah bertengkar segala, nanti Mama dengar" ucap Argan menengahi.


"Tapi bang gue gak suka mereka ada di rumah" kata Alfan protes pada sang kakak sulung.


"Sebelum jam tiga kalian pulang, kalau tidak, dak akan gue izinin kalian semua menginjakkan kaki kalian disini lagi" ucap Argan tetas, Amel, Ina dan Diva pun mengangguk pasrah.


"Iya" jawab mereka.


Tak lama kemudian Alya turun tanpa Gara menghampiri mereka semua "Di makan dong sayang kue nya" kata Alya.


"Iya tante, maaf kalau ngerepotin tante" kata Amel


"Tuh tau kalau ngerepotin" gumam Alfan.


"Gak ngerepotin saya sekali kok sayang, ini pertama kalinya anak tante membawa teman perempuan nya loh tante senang banget malah" kata Alya. Amel, Diva dan Ina tersenyum malu-malu.


"Kita bawa mereka ma, mereka sendiri yang kemarin. Tamu tak di undang" protes Alfan dan mengucapkan di dalam hatinya dai kalimat terakhirnya.


"Gak papa dong sayang" ucap Alya.


Amel menatap jam tangan nya, ternyata sudah setengah tiga lewat. Sesuai perkataan Argan tadi Amel pun pamit.


"Tante Amel sama yang lain pamit ya udah mau sore ini" pamit Amel pada Alya.


"Loh udah mau pulang aja"


"Iya tante, takut ke sorean" jawab Diva


"Yaudah tunggu sebentar ya, tante ada sesuatu untuk orang tua kalian" kata Alya lalu pergi ke dapur dan datang kembali membawa bingkisan untuk Amel dan teman-temannya.


"Aduh makasih ya tante, Amel ngerepotin tante lagi" kata Amel tak enak.


"Iya tante" timpal Ina.


"Gak sama sekali kok, ini diterima ya sayang" kata Alya memberikan pada Amel, Diva dan Ina.


"Sayang kalian antar Amel sama teman-temannya ya kedepan ya Mama mau ke atas sama Papa" titah Alya.


"Iya ma" kata mereka patuh.


Mereka mengantar Amel, Diva dan Ina kedepan sesuai permintaan sang Mama. "Aku pamit ya Arsan, semuanya" pamit Amel lalu mereka bertiga pergi dari sana.


"Akhirnya pergi juga, lagian tu cewek nekat banget ke rumah sih" kata Alfan berdecak kesal.


"Udah, jangan marah-marah nanti lo cepat tua. Fans lo nanti pada lari lagi" ujar Argan merangkul Alfan masuk ke rumah.


"Eh kambing jangan bilang ke gitu dong" ucap Alfan kesal, Rangga tertawa lalu meminta maaf "Iya maaf maaf" ucap nya terkekeh.


Tbc.


Like dan komen.


see u next part


^^^Mawar Jk^^^