
Happy reading
.
.
Kini Manda sudah duduk di dalam mobil dengan angkuh, ia mengikuti Alya yang ternyata ingin berbelanja di minimarket "Keberuntungan memang selalu berada pada diriku, Alya keluar sendirian sehingga lebih mudah untuk melakukan rencana ku" gumam Manda tersenyum miring seraya menatap Alya yang baru masuk ke minimarket.
"Kalian liat wanita tadi?" tanya Manda pada anak buah nya.
"Iya bos kami liat" jawab mereka.
"Dia target kalian sekarang. Saat wanita itu keluar dari sana kalian bius dan bawa kemari kita akan bawa dia di tempat yang sudah saya kasih tau pada kalian tadi" jelas Manda kepada anak buahnya.
"Baik bos"
"Ayo sekarang kalian turun, saya tunggu disini. Ingat jangan sampai gagal kalau kalian sampai gagal saya tidak akan memberikan uang tambahan pada kalian semua" kata Manda tegas.
"Baik bos" dua pria berbadan besar itu pun turun dari mobil menuju minimarket yang Alya masuki tadi.
Manda terus memantau mereka dari mobil "Setelah ini kau akan hancur Alya" ujarnya tersenyum devil.
Setelah di rasa cukup Alya membayar belanjaan nya setelah ia keluar dari minimarket itu, saat akan menyebrang tiba-tiba Alya dibekap. Ia terus memberontak dan berakhir pingsan karena obat bius.
"Ayo cepat angka bawa ke mobil" kedua pria berbadan kekar itu mengangkat tubuh Alya dengan mudah dan beranjak menuju mobil. Di sana memang sangat sepi karena mungkin orang pada sibuk dengan pekerjaan nya karena memang sekarang masih jam kantor.
Manda sedikit bergeser saat anak buah nya memasukkan Alya pada mobil "Ayo cepat kita bahwa wanita ini" titah Manda kepada anak buahnya.
"Ayo cepat jalan" titah Manda lagi.
"Iya bos"
Manda menatap Alya yang tidak sadarkan diri, ia mengelus pipi Alya "Sayang sekali wanita seperti lo harus mati, tapi kalau gue enggak menyingkirkan lo, gue gak bakal bisa mendapatkan Gara untuk menjadi milik gue seutuhnya" kata nya dengan wajah di buat-buat sedih
"Tapi tenang saja Alya gue bakal mengurus putra-putra lo dan mereka akan tunduk di bawah gue dan menuruti segala perintah gue. Gue bakal menjadi ratu Alya ratu!!" tekan Manda meremas dagu Alya.
Disisi lain Aira di rumah menunggu kepulangan Alya "Kakak kok lama banget sama ke minimarket nya" gumam Aira seraya menimang nimang baby Albian yang entah mengapa ia sedikit rewel.
"Kenapa sayang hem" tanya Aira pada sang anak, baby Albian terus merengek tidak jelas "mamamma ma"
"Iya tunggu Mama Alya pulang ya sayang" ucap Aira terus menimang-nimang baby Albian.
"Huaaa huaa" bukan nya berhenti baby Albian malah menagis histeris, Aira kelimpungan jadinya karena tidak tau sebabnya kenapa anaknya menangis histeris seperti itu. Ia ia sudah memberikannya makan, ia pun sudah minum susu dan ia pun tidak merasa kalau anaknya buang air kecil ataupun buang air besar.
"Kamu kenapa sih sayang, cup cup cup udah ya sayang nya Bunda" kata Aira.
Hingga beberapa menit tangis baby Albian pun terhenti dan tertidur di pelukan Aira "Kak Alya kenapa belum pulang juga, ini hampir satu jam ia keluar" ujar Aira pelan takut membangunkan putra nya yang baru saja lelap tertidur.
Alya pun m ngambil handphone nya di sofa dan menghubungi Alya, bunyi nada dering telepon pun terdengar di telinga Aira ia mengerutkan keningnya "Jangan-jangan kakak lupa bawa hp lagi" ujar Aira, ia mencari asal suara itu dan ternyata berada di dapur lebih tepatnya dimeja makan.
"Benar ini hp kak Alya" kata Alya yang sudah memegangi handphone Alya.
Ia kembali di ruang tengah menunggu Alya sebentar lagi, tapi satu jam kemudian Alya tidak ada tanda-tanda datang "Kakak kemana sih kak" kata Aira yang sudah sangat khawatir, masalah nya Alya ke minimarket dekat rumah mereka tapi sudah dua jam lamanya Alya belum pulang juga, Alya pun tidak membawa handphone nya sehingga Aira tidak bisa menghubungi Alya untuk menanyakan keberadaan.
Tbc.
Like dan komen...
maaf pendek 🙏
see u next part ❤️
^^^Mawar Jk^^^