My Baby Boy 'A'

My Baby Boy 'A'
Chapter 46 (kejutan yang mengharukan 2)



...Happy reading...


.......


.......


"Ok sekarang waktunya potong kue nya..." seru Aira


"Potongan pertama buat siapa nih kira kira....." tanya Aira saat Alya sudah memotong kue nya


Alya tersenyum lalu memberikan kue itu pada sang adik. Aira tampak sedikit terkejut "Buat adiknya kesayangan kakak dong" ucap Alya, Aira menatap Alya dengan haru, mata nya sudah berkaca-kaca Aira memang sangat sensitif dengan kehamilan nya ini jadi emosi nya dapat berubah


"Dan yang selanjutnya putra putra kebanggaan Mama" Alya membagikan kue kepada lima 'A' dan Rangga tentu nya, selanjutnya pada Gara dan Raka


Mereka pun menyantap kue mereka masing-masing "Kak buka kado nya dong, Aira kepo sama kado anak anak" ujar Aira pada Alya, Alya menganggukkan kepalanya lalu mendekat pada meja yang di penuhi oleh kado


"Banyak banget kado nya" ucap Alya "Gak ko ma itu sedikit malah" sahut Arkan "Yang ini ka ini.." seru Aira bersemangat memberikan kado yang bertuliskan nama nya, pada ia tadi bilang kepo sama kado anak anak tapi sekarang malah kado dari yang ingin duluan di buka


"Kayak nya ponakan aku nanti cewek deh, ah gak sabar banget ada perempuan lagi di keluarga ini" batin Alya, Alya menerima nya dari tangan Aira dan membuka nya "Wahh ini kan..."


Aira menganggukkan dengan semangat "Iya kak, penjualan nya hanya ada 10 di Indonesia" ucap nya "Makasih banyak dek, kak telat pesan dulu jadi gak kebagian kakak cuma pasrah dan tunggu tiga bulan lagi, makasih banyak" kata Alya


"Iya kak, sama sama" kata Aira "Nah sekarang dari Alfan" seru Alfan memberikan kado nya pada Alya, ya menerima nya dengan senang hati sedangkan yang lain hanya diam melihat nya


"Gaun?" tanya Alya, Alfan menganggukan kepala nya "Gaun itu hanya ada satu loh ma, kemarin baru aja jadi pas Alfan perhatiin itu cocok sama Mama, makanya Alfan ambil" jelas Alfan "Makasih anak Mama" Alya memeluk Alfan sejenak "Sama sama Mama ku sayang" ujar Alfan membalas pelukan Alya


"Yang lain besok aja ya ma, ini udah malam banget" ucap Argan membuat mereka semua menatap pada jam dan yang yang benar saja ini sudah hampir jam 2 malam "Ah kau benar sekali sayang, ayo semua nya kita ke kamar saja besok kita lanjut acara buka kado nya" ajak Alya


Mereka pun kembali ke kamar masing-masing "Udah gitu aja sayang, nanti aja sekalian" ujar Gara saat melihat Alya hendak membereskan sisa sisa pembungkus kado tadi


"Yaudah deh, aku juga udah capek banget ini" ucap Alya "Makanya ayo kita ke kamar" ajak Gara


________


Tidur mereka hanya beberapa jam saja subuh subuh mereka kembali bangun untuk melakukan kewajiban nya sebagai seorang umat muslim. Setelah itu ada yang kembali tidur dan ada langsung ke bawah


Hari ini memang hari senin, tapi karena tanggal merah jadi mereka semua libur dan tetap di rumah.


"Yang lain kemana sayang" tanya Alya menghampiri Argan dan Arsan yang duduk di ruang tengah "Mereka tidur kembali ma" jawab Argan


"Kalau kalian masih ngantuk tidur lagi gih, nanti Mama bangunkan untuk sarapan" kata Alya "Enggak ma, enggak ngantuk juga ko" sahut Arsan, Alya menganggukkan kepalanya "Baiklah kalau begitu Mama ke dapur lagi ya" pamit Alya "Iya ma" jawab mereka bersamaan


Alya kembali ke dapur dan berkutat dengan alat masak yang ada sana "Pagi boy" sapa Gara datang dengan pakaian santai dan duduk di sofa seberang Argan dan Arsan


"Pagi pa" sapa mereka juga "Adik kalian tidur kembali?" tebak Gara "Ya" jawab Argan


Hingga jam setengah 7 mereka melaksanakan sarapan mereka, tapi sebelum itu Argan membangunkan adik adik nya terlebih dahulu agar mereka sarapan bersama sama


________


Alya membuka kado terakhir yang bernama lima 'A' padahal mereka sudah ada kado masing-masing dan ini ada lagi? "Baiklah ini yang terakhir" ucap Alya


Dengan perlahan ia membuka nya dan......Alya membekap mulutnya tidak percaya dengan isinya "A...a.." Alya tidak bisa berkata-kata lagi "Ini...."


"Untuk Mama" ucap Argan sambil tersenyum "Kalian... " lima 'A' tersenyum dan mengangguk "Mama terima ya" ujar Arkan mengeluarkan punggung tangan Alya yang kebetulan ia duduk di samping nya


"Sudahlah sayang.... terima saja, dulu aku mau kembalikan semua nya tapi kamu tolak, jadi anak anak yang mengembalikan nya" kata Gara, kalian tau apa isi dari kado tersebut? isinya adalah sebuah dokumen yang berisikan saham perusahaan almarhum orang tua Alya dan Aira


Dulu saat Gara mengetahui bahwa Alya adalah perempuan yang ia perk*sa dulu, ia langsung mencari semua informasi tentang Alya hingga tidak ada sedikit yang Gara kenal. Gara mengetahui perusahaan orang tua Alya yang bangkrut pun membangun kembali perusahaan itu hingga ia jaya kembali seperti saat ini, dan singkat nya Gara ingin memberikan itu semua kembali kepada Alya saat mereka telah resmi menikah tapi Alya menolak nya dengan alasan ia ingin mengambil nya kembali dengan uang nya sendiri


"T...tapi" "mereka membeli nya dengan uang mereka sendiri loh sayang" ucap Gara, Alya membolakan matanya terkejut, bukan hanya Alya tapi Aira pun sama terkejutnya. Gara dan Raka hanya terkekeh, mereka berdua sudah tahu semua dari niat mereka hingga mereka benar benar membeli saham itu


"Bagaimana bisa?" tanya Aira tidak percaya "Ya bisalah tante" sahut Alfan


"Itu semua hasil uang tabungan kita berlima selama ini ma dan terkumpul hingga cukup membeli nya" ujar Argan "Mama terima ya" ucap Afkan. Mata Alya sudah berkaca-kaca, ia tidak tahu akan berbicara apa lagi ia benar-benar bangga kepada anak-anak nya itu "Iya Mama terima, makasih sayang" Alya memeluk kelima anak nya dan menghapus air mata yang berjatuhan


"Mama jangan menangis" Arsan menghapus jejak air mata Alya "Ini air mata kebahagiaan sayang" sahut Alya


"Astaga ini sangat mengharukan" ujar Aira yang hapus air matanya"Udah dong nangis nya" ucap Afkan


"Sekali lagi makasih ya sayang nya Mama" ucap Alya "Tapi kenapa uang tabungan kalian bisa sebanyak itu" tanya nya "Itu dari gaji


kami ma" ujar Alfan "Seperti Alfan yang menyisihkan uang Alfan sebagai model iklan" lanjut Alfan


"Kalian juga kerja?" tanya Alya pada Argan, Afkan, Arsan dan Arkan, pasalnya yang ia tahu kalau hanya Alfan lah yang hanya bekerja karena semua jadwal Alfan pasti pihak perusahaan akan memerintahkan pada Alya tapi yang lainnya ia tidak tau sama sekali


Mereka mengangguk lalu tersenyum "Kerja apa?" tanya Aira kepo "Itu tidak Mama sama tante tau, nanti juga Mama sama tante Aira tau" jawab Arkan


"Itu uang halal kan?" tanya Aira memicingkan mata nya "Tentu saja" seru lima 'A' dengan cepat dan bersamaan


"Baiklah baiklah Mama tidak paksa kalian, tapi janji ya nanti kalian bilang sama Mama" ucap Alya "Iya ma" sahut mereka


Alya tersenyum lebar, betapa sangat beruntung dirinya mempunyai anak seperti anak nya ini, sungguh Alya tidak bisa berkata-kata lagi ini benar benar kejutan yang mengharukan untuk nya "Makasih semua nya"


Bersambung.


Semoga suka sama part ini🄰


Jangan lupa like komen dan vote nya agar aku tambah semangat lagi buat up nya


see u next part guys...


^^^Mawar Jk^^^