
Happy reading
.
.
.
"Bagaimana?"
"Dia sudah berangkat ke Makassar bos"
"Hem, kalau kita tunggu sampai dia pulang itu akan lama dan saya sudah tidak sabar melihat bagaimana hancur nya mereka" "Baiklah kita tidak perlu menunggu nya pulang, kalian lakukan pekerjaan kalian sekarang juga saya ingin kalian menculik mereka semua, bukan hanya dua tau tiga orang saja mengerti?"
"Mengerti bos"
"Dan untuk anak yang sialan itu, siapa pagi nama nya?"
"Arsan bos"
"Ya Arsan" Sarah tersenyum miring "Bawa dia ke tempat yang berbeda saya ingin sedikit bermain main dengan nya,Sekarang pergi cepat" perintah Sarah "Ingat jangan sampai meninggalkan jejak" lanjut Sarah
"Baik bos" anak buah nya itu pun pergi dari sana dan menjalankan perintah Sarah
***
"Kita langsung pulang?" tanya Rangga
"Ya, papa juga akan pulang jadi kita makan siang bersama" jawab Afkan
Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka tapi entah kenapa insting Arsan merasakan kalau ada yang mengikuti mereka. Arsan diam ia mempertajam Indra pendengaran, tapi ia tidak menoleh kebelakang karena ia tahu kalau ia menoleh mereka pasti akan bersembunyi dan Arsan tidak suka bertele-tele
"Kenapa?" tanya Argan, Arsan menggelengkan kepalanya lalu kembali menjalankan sepeda nya "Ayo" ucap nya
Hingga mereka hendak berbelok mereka langsung di hadang oleh dua mobil, suruhan Sarah pun turun dari mobil tersebut dan mengelilingi mereka berenam "Bawa mereka masuk cepat" pergi dari salah satu mereka
"JANGAN MENDEKAT" pekik Rangga, ia tidak ingin di sekap lagi "Cepat" ujar pria berbadan besar itu
Arsan memberi kode pada saudara nya untuk tidak memberontak karena mereka semua di kelilingi oleh bawahan Sarah dengan senjata tajam yang ada di tangan mereka masing-masing
"Ayo masuk" ucap pria dewasa itu mendorong bahu Arkan, Arkan yang tidak siap dengan itu pun terjatuh kedalam dengan kepala yang terbentur di pintu mobil "Jangan mendorong nya sialan" desis Arsan dengan rahang yang mengeras, ia masih ingat bagaimana dulu kepala Arkan saat tertabrak mobil
"CEPAT MASUK" geram pria itu lagi tapi di acuh kan oleh mereka, Argan menyentak tangan pria yang memegang tangan nya dan membantu Arkan "Gak papa bang" ucap Arkan dan naik ke mobil, yang lain pun ikut naik
Dering telepon terdengar dari pria berkepala botak "Halo bos" ujar nya
"Iya bos kami sudah menangkap mereka, sekarang kami di jalan. Baik bos" pria botak itu menutup telponnya dan mengantongi hp nya kembali
"Ayo cepat bos sudah menunggu" kata pria botak itu pada teman nya yang menyetir "Baik" ia pun menambah lajuĀ mobil nya
Disisi lain
Gara sudah sampai di rumah "Anak-anak belum pulang" gumam Gara saat ia tidak melihat sepeda Rangga dan lima'A'
Gara pun memasuki rumah nya dan naik ke kamar untuk bersih-bersih terlebih dahulu baru ia akan memasakkan makanan agar nanti kalau putra putra nya pulang makanan nya pun siap
Disaat Gara berkutat di dapur di luar sana Hendri baru saja turun dari mobilnya "Anak-anak ternyata belum pulang" ujar Hendri yang tidak melihat sepeda Rangga dan lima'A', Hendri pun berjalan menuju pintu dan menekan bel nya
Tin tonggg
Tin tonggg
"Tunggu" suara Gara dari dalam
Cklekk
"Ada apa?" tanya Gara dengan wajah datarnya, ia kira yang menekan bel nya itu adalah anak anaknya tapi malah Hendri yang datang
"Tidak ada, gue hanya membawakan anak-anak makan siang saja" jawab Hendri santai
"Ayolah Gara tidak usah terlalu formal" ucap Hendri
Gara tidak menyahut ia hanya duduk di sofa yang berdampingan dengan Hendri, sepertinya Gara melupakan masakan nya :)
"Tunggu kenapa ada bau bau hangus ya" ujar Hendri mengendus-endus, Gara tersadar ia pun langsung berlari menuju dapur. Hendri yang melihat Gara berlari pun refleks ikut berlari "Astaga asap hitam" ujar Hendri
"Ini semua gara-gara lo" ujar Gara
"Lah kok gue yang disalahin"
"Ya gara-gara lo ada gue lupa kalau gua lagi masak"
"Huh terserah deh, tapi lo gak usah khawatir karena gue bawa makanan yang banyak jadi cukup buat kita ber- delapan" ujar Hendri
"Hem"
"Beresin noh, gue nyusul anak-anak dulu, kenapa mereka lama sekali"
"Hem"
"Ck"
***
Hendri sudah berada di depan sekolah tapi ia melihat sudah tidak ada murid murid atau pun guru, ia hanya melihat satpam yang mengunci pintu gerbang. Hendri segera menghampiri nya
"Permisi pak" satpam itu pun menoleh "Iya pak ada yang bisa saya bantu?" tanya satpam itu
"Didalam udah bener bener gak ada anak-anak pak? soalnya anak saya belum pulang-pulang juga" tanya Hendri "Anak-anak mah udah pada pulang dari tadi atuh pak, anak bapak siapa kalau boleh tau?" tanya satpam itu
"Rangga dan lima 'A'pak" jawab Hendri "Oh mereka udah dari tadi pak keluar nya nak sepeda mereka"
"Tapi sampai sekarang mereka belum sampai di rumah pak, makanya saya pergi cek siapa tau masih di sekolah tapi ternyata mereka gak ada"
"Waduh"
"Kalau begitu sama pamit ya pak assalamualaikum" pamit Hendri dan bergegas masuk ke mobil nya, ia menghubungi bawahan nya untuk mencari kebenaran mereka lalu melajukan mobilnya ke rumah Alya
Brak
Hendri menurut pintu mobil nya dengan tak berperasaan dan berlari masuk "GARA" teriak Hendri menggema di seluruh rumah
"Ada apa?" ta ya Gara berjalan santai turun dari tangga "Anak-anak hilang" ucap Hendri membuat langkah gara terhenti, ia nampak mematung disana
"Bagaimana mana bisa" dengan cepat ia berjalan menghampiri Hendri meminta penjelasan nya
"Gue gak tau, tapi saat gue ke sekolah mereka sekolah nya sudah tutup dan satpam bilang kalau anak-anak udah pulang dari tadi" jelas Hendri
"Tunggu apalagi ayo cari mereka di jalan yang selalu mereka lewati" ajak Gara berjalan dengan cepat keluar, tanpa basa-basi Hendri mengekori Gara
"Pake mobil gue" ujar Hendri, Gara menurut tanpa protes, untung saja Alya tidak ada di rumah sekarang kalau tidak ia pasti sudah menagis sekarang ini "Jangan memerintahkan Alya masalah ini" ucap Gara setelah mereka di dalam mobil, Hendri mengangguk menanggapi nya. Ia segera menyalakan mobil nya dan menjalankan mobilnya ke jalan yang selalu Rangga dan lima 'A' lewati saat mereka pergi atupun pulang sekolah
"Berhenti" tutur Gara saat melihat sebuah kotak yang begitu kecil di pinggir jalan, Gara melihat huruf berinisial A disana "Kenapa?" tanya Hendri
"Disana ada sesuatu" ujar Gara menunjuk pada kotak itu "Itu apa?" tanya Hendri yang tidak tau itu apa karena kotak itu sangatlah kecil
Gara turun dari mobil tanpa menyahuti pertanyaan Hendri, Hendri berdecak karena di abaikan tapi ia tetap ikut turun
Gara mengambil kotak itu disana ia dapat melihat dengan jelas huruf A, ia membuka kotak kecil itu dan melihat isinya, ternyata isinya sebuah memori. Gara dengan cepat mengeluarkan hp nya dan memasukkan memori itu ia memasuki file dan ia melihat ada satu rekaman suara, tanpa banyak pikir Gara memutar rekaman itu
Bersambung.
Jangan lupa like, komen dan vote nya ya teman-teman š„°
^^^Mawar Jk^^^