My Baby Boy 'A'

My Baby Boy 'A'
Chapter 45 (Kejutan yang mengharukan)



...Happy reading...


.......


"Bang ayo cepetan" ucap Alfan memelankan suaranya "Ayo dong bang" sahut Arkan ikut membujuk Arsan


Arsan yang lelah mendengar bujukan kedua adik nya pun terpaksa mengikuti keinginan mereka "Kebelakang aja bang biar lebih aman" ujar Alfan melihat Arsan berjalan ingin menemui sang Mama


"Hm" sahut Arsan singkat tanpa menoleh "Ayo cepat kita kedepan" ajak Arkan menarik tangan Alfan untuk mengikuti nya


"Ma" panggil Arsan menghampiri Alya, Alya menengok kebelakang senyumnya pun terbit "Kenapa sayang hm" tanya Alya mengelus surai hitam Arsan yang sedikit kecoklatan "Mama boleh temani Arsan kebelakang sebentar gak" tanya Arsan


"Arsan mau kebelakang?" Arsan menganggukkan kepalanya "Yaudah, Ayo Mama temani" ajak Alya "Arsan mau ngapain emang" tanya Alya


"Arsan cuma mau cari udara segar ma" jawab Arsan seadanya Alya pun mengangguk "Sini tiduran" ucap Alya menepuk paha nya. Tanpa berlama-lama Arsan langsung berbaring di kursi panjang itu dengan paha Alya sebagai bantal nya, Alya langsung mengelus rambut Arsan agar ia lebih nyaman


Disisi lain


"Itu apa" tanya Aira melihat Alfan dan Arkan membawa kardus yang cukup besar "Sstt tante jangan kuat kuat bicara nya" ucap Alfan


"Itu memang nya apa, besar banget" tanya Aira lagi "Ini kue untuk Mama tante" sahut Arkan. Aira langsung mengerti "Astaga jangan jangan ini semua rencana kalian" tebak Aira


"Tepat sekali" ucap Alfan "Sini tante bantu" Aira hendak menggapai kardus itu tapi di tahan oleh mereka berdua "Gak udah, tante kan sedang hamil gak boleh angkat yang berat berat" tolak nya


"Baiklah lah" "Kalian akan memberikan kejutan ini jam 12 malam kan?" tanya Aira, Alfan dan Arkan hanya mengangguk menanggapi nya "Baiklah tante mau siapin hadiah untuk Mama kalian" seru Aira dan berlalu pergi ke kamar nya


_________


"Pa ini udah semua?" tanya Rangga pada Gara yang baru saja membayar belanjaan nya "Masih ada yang mau Papa beli, Mama pasti sangat senang" ujar Gara, Rangga mengangguk


"Kamu tunggu Papa disini aja ya, nih jagain belanjaan nya" Gara menyimpan paper bag yang ada di tangan nya didamping Rangga "Iya Pa" sahut Rangga menurut dan duduk di kursi yang ada disana


Gara pun menuju toko yang ia cari dari tadi "Mbak saya mau......"


"Sebentar ya pak saya ambilkan"


"Ini pak" Gara menerima paper bag itu "Makasih ya mbak" ucap Gara "Iya sama sama pak" ucap ramah karyawan toko itu


"Udah Pa?" tanya Rangga melihat Gara sudah ada di samping nya yang mengambil kembali paper bag yang ia simpan di samping Rangga tadi "Udah nih, yuk pulang" ajak Gara


"Sini Papa yang bawa" ucap Gara melihat Rangga yang sudah kecapean "Eh gak usah Pa, Rangga masih kuat ko gini doang mah kecil" tolak Rangga "Baiklah ayo kita pulang" mereka pun keluar dari mall itu dan menuju ke parkiran


_____


Mereka sudah selesai makan malam dan seperti biasa mereka akan berkumpul di ruang tengah untuk sekedar berbicara saja


"Kami mau ke kamar" pamit Arkan saat Alya baru saja datang membawakan cemilan untuk mereka "Ini Mama baru bawa cemilan loh sayang" ujar Alya


"Kita ke kamar ma" pamit Argan, lima 'A' pun pergi dari sana "Rangga juga" sahut Rangga ikut pergi. Alya menatap punggung mereka ber-enam dengan sedu dan tanpa bicara Gara berdiri hendak pergi juga, Aira dan Raka hanya dia menyaksikan


"Mas mau kemana? enggak nyemil dulu" kata Alya "Hm" sahut Gara lalu benar benar pergi dari sana


"Sini Aira sama Raka aja yang makan kak" ujar Aira seraya tersenyum, dia kasihan juga sama dicuekin seperti itu tapi demi kelancaran rencana mereka ia tutup mulut


"Nih, kalau begitu kakak ke kamar ya" pamit Alya setelah memberikan mangkuk yang berisi cemilan itu pada Aira "Iya kak"


Cklekk


Alya membuka pintu kamar nya, ia melihat Gara yang duduk di sisi kasur berhadapan dengan laptop nya


"Mas" panggil Alya menghampiri Gara "Hm" sahut Gara tanpa melihat Alya "Mas sama anak-anak kenapa sih, dari tadi pagi cuekin aku, aku ada salah emang?" tanya Alya


"Berisik" ujar Gara lantas keluar dari kamar meninggalkan Alya yang sudah mengeluarkan air mata "Aku salah apa mas" tanya nya seraya menghapus air mata yang terus berjatuhan


Alya yang memang sedikit capek pun membaringkan dirinya di kasur hingga ia tertidur


cklekk


pintu terbuka dan yang membukanya ternyata Gara, ia menghampiri Alya yang tertidur dengan hidung yang sedikit memerah "Maaf sayang udah bikin kamu nangis cup" Gara mencium kening Alya sedikit lama lalu keluar kembali dari sana


"Mama sudah tidur" ucap Gara "Ok ayo kita siapin semua nya" ucap Rangga


Hingga pukul 12 malam Alya terbangun karena tenggorokan nya yang kering, ia melihat di nakas air nya sudah habis. Alya pun berniat keluar untuk mengambil air tapi tunggu dia tidak melihat Gara tertidur di sisi nya "Apa masih di ruang kerja nya?" batin Alya


"Kenapa gelap sekali" tanya Alya pada diri nya sendiri saat ia keluar dari kamar dan melihat sekeliling nya gelap gulita "Kenapa lampu tengah bisa mati semua" gumam nya lalu berjalan kedepan, ia meraba raba hingga ia menemukan pegangan tangga (benar gak sih, bisa di koreksi ya) dan turun pelan pelan hingga ia sampai di bawah


Alya mencari saklar lampu tapi tanpa sengaja ia menendang sesuatu yang ringan "Apa itu" ucap Alya, ia terus meraba raba tapi belum kunjung menemukan saklar lampu nya


"Saklar nya kemana sih" "Ah sudahlah ke dapur aja" putusnya lalu berjalan secara perlahan lagi "Gelap sekali yaallah....nah" Alya mendapatkan saklar lampu dapur dan


Tak!


"Kenapa tidak menyala" gumam Alya, ia terus mencoba menyalakan lampu dapur tapi lampu nya tak kunjung menyala hingga


Dorr...


"Si.. siapa disana" tanya Alya yang sudah ketakutan "Mas...mas Gara...anak anak kalian dimana" terika Alya mencari mereka


"Aira...Raka..."


Tak!


"SELAMAT ULANG TAHUN"


Lampu ya g tadinya mati langsung menyalakan bersamaan dengan teriakan itu "K.. kalian" "Selama ulang tahun Mama" ujar Alfan berjalan mendekati Alya lalu membawa nya ke meja yang sudah penuh dengan jadi dengan kue di tengah tengah nya


"I..ini apa maksud nya" tanya Alya yang masih belum sadar "Mama ulang tahun hari ini, liat udah jam berapa" tunjuk Arkan pada jam dinding "Maaf Mama ini semua rencana Alfan untuk membuatkan Mama kejutan, maaf sudah bikin Mama menagis" ujar Alfa. dan langsung memeluk Alya "Jadi kalian yang cuekin Mama dari pagi hanya sandiwara" tanya Alya


Mereka menganggukkan kepalanya "Maaf" ucap mereka "Aku kira kalian beneran marah" ucap Alya yang sudah mengeluarkan air mata "Jangan menagis Ma" sahut Argan menghapus air mata Mama nya


"Selamat ulang tahun kakak" ucap Aira ceria membuat suasana nya berubah "Makasih sudah jadi kakak terbaik selama ini untuk Aira" ujar Aira yang sudah berkaca-kaca. Alya langsung membawa Aira kedalam dekapannya


"Udah dong jangan sedih sedih ini kan hari bahagia" sahut Raka


"Mas" Gara tersenyum lalu membawa Alya kedalam dekapannya "Maaf ya sayang" bisik nya Alya hanya mengangguk


"Ayo ma tiup lilin nya" seru Rangga semangat "Ets berdoa dulu dong sebelum tiup" seru Aira menahan Alya


"Semoga keluarga ku tetap seperti ini, bahagia selalu amin..." doa Alya dalam hati nya lalu meniup lilin nya


"Yeay... selamat ulang tahun..." seru mereka semua bertepuk tangan setelah Alya meniup lilin nya


bersambung


Like,Vote dan Komen jangan lupa ya


Sampai jumpa di chap selanjutnya 😘..


^^^Mawar Jk^^^