
Happy reading
.
.
Malam hari di kediaman Alya, seperti biasa setelah makan malam mereka akan berkumpul di ruang tengah di temani masa oleh ocehan bayi Albian yang tak henti-hentinya mengoceh tidak jelas khas bayi.
*Ting tong
Tiba-tiba bell rumah berbunyi "Siapa yang bertamu malam begini?" tanya Raka.
"Biar Aira yang buka" kata Aira beranjak menuju pintu depan.
*Cklekk
"Assalamualaikum" salam Hendri saat Aira membuka pintu untuknya.
"Waalaikumussalam, loh kak Hendri. Ayo kak masuk" ajak Aira, mereka berdua berjalan berdampingan menuju ruang tengah.
"Assalamualaikum" salam Hendri kembali.
"Waalaikumussalam" jawab mereka.
"Ayah!" seru Rangga berhambur ke pelukan Hendri, dengan senang hati Hendri membalas pelukan sang anak.
"Duduk hen" kata Gara, Hendri tersenyum menyimpan paper bag di samping meja dan duduk di sofa yang kosong.
"Mainan yang Rangga mau udah ada yah?" tanya Rangga.
"Udah, tu liat" Hendri menunjuk paper yang di bawahnya tadi. Dengan semangat Rangga mengambil paper bag tersebut.
"Wah gila keren banget" seru Rangga menatap penuh binar pada game yang sudah lama ia nanti-nantikan.
"Suka?" tanya Hendri mengelus kepala putra nya. Rangga pun lantas mengangguk dengan cepat.
"Suka banget yah, makasih ya" Rangga kembali memeluk Hendri.
"Iya sama-sama" kata Hendri.
Mereka tersenyum melihat kedekatan Ayah dan anak itu, dulu mereka yang masih canggung saat bertemu ataupun saat berbicara tapi sekarang itu sudah tidak lagi, hanya ada rasa sayang dan cinta mereka yang ada.
Lima 'A' sama sekali tidak iri ataupun apa, mereka tidak tertarik oleh game tersebut jadi mereka cuek aja. Mereka bisa saja membeli nya dengan uang mereka sendiri, tapi karena mereka tidak tertarik sama sekali jadi mereka tidak membeli nya.
"Kenapa kalian tidak bilang kalau ada game keluaran terbaru, Papa bisa beli buat kalian" bisik Gara pada Argan putra sulungnya.
"Tidak masalah, lagian Argan sama yang lain tidak terlalu menginginkan game itu" jawab Argan ikut berbisik.
Gara mengangguk mengerti "Lain kali kalau kalian mau sesuatu bilang aja sama Papa, jangan sungkan-sungkan" ujarnya kembali berbisik.
"Aira buat minum dulu ya" pamit Aira beranjak ke dapur.
"Sepertinya bayi ini sudah mengantuk" kata Alya lalu mencium pipi gembul baby Albian.
"Sini kak Raka bawa ke atas" Alya memberikan baby Albian pada Raka "Keatas dulu ya" pamit Raka di balas anggukkan oleh mereka.
"Minumnya kak" Aira datang membawa nampan berisi minuman untuk Hendri.
"Makasih ya"
"Albian di bawa Raka ke atas ra, udah ngantuk soalnya" jelas Alya seolah tahu pikiran Aira.
"Yaudah Aira ke atas juga ya kak" pamit Aira.
"Iya"
"Oh iya ada yang ingin saya sampaikan soal pekerjaan" kata Hendri pada Gara.
"Kita bicara di ruang kerja aja" ucap Gara, Hendri mengangguk.
"Sayang aku ke atas dulu ya" Gara pamit pada Alya dan mengecup keningnya sejenak.
"Iya mas"
"Liat sekitar dong bro" sindir Hendri.
"Makanya nikah dong bro" kata Gara enteng. Hendri mendengus mendengar itu lalu ikut masuk ke ruangan kerja Gara saat Gara membukakan pintu untuknya.
Disisi lain Manda baru saja pulang dari shopping "Enak nya hidup kalau seperti ini" ujar Manda suasana hati yang senang turun dari taksi.
"Setelah bersenang-senang seharian ini pegal juga ya" Manda duduk di sisi tempat tidur nya dan bersandar.
"Besok gue udah mulai menjalankan rencana untuk menyingkirkan Alya, besok pasti memakai banyak tenaga lagi" ujar Manda.
"Mendingan istirahat lebih cepat aja biar besok lebih fresh" lanjut nya.
Manda beranjak menuju kamar mandi untuk bersih-bersih terlebih dulu lalu kembali ke kamar dan beristirahat.
Disisi lain Dila yang bersantai di di dalam kamarnya tersenyum "Tanpa mengotori tangan ku sendiri rencana ku akan berjalan dengan lancar" ujarnya
Tbc.
like dan komen!
^^^Mawar Jk^^^