My Baby Boy 'A'

My Baby Boy 'A'
Chapter 48



...Happy reading...


.......


.......


Tok tok tok


"Masuk"


"Ini pak data data yang saya sudah kumpulkan" "Saya tidak bisa mengumpulkan semua informasi nya pak, sepertinya memang sengaja disembunyikan" lanjut nya


"Baik, kau boleh keluar" ucap Hendri yang sudah memegang doku


"Iya pak, saya undur diri" pamit nya


"Hm" Hendri memegang dagunya seraya membaca map yang ada di tangan nya, ia membacanya dengan begitu serius


Deg


Jantung nya langsung berdetak lebih cepat dari biasanya saat melihat lembaran terakhir, disana tertulis DNA nya dengan DNA nya Rangga yang cocok 100%


Tangan nya bergetar dan memeluk kertas itu "Anakku" gumam nya, mata nya memerah menahan tangis haru, anak nya, anak yang ia tidak akui dulu sudah sebesar itu


"Besok aku akan mengunjungi nya" batin Hendri seraya tersenyum membayangkan bagaimana mirip nya dirinya dengan sang putra, Rangga


***


Keesokan harinya Hendri benar benar mengunjungi Rangga dan berencana akan mengantarkan nya ke sekolah, kini ia sudah berdiri tepat di depan gerbang rumah Alya


Hendri memencet tombol bel lalu tak lama kemudian gerbang di buka oleh seorang satpam "Cari siapa ya pak" tanya satpam itu


"Iya pak nyonya Alya ada didalam, tunggu sebentar saya akan memberitahukan pada nyonya" pamit satpam tersebut "Iya pak" sahut Hendri


Hendri menunggu dengan tak sabaran, bahkan senyum tak luput dari wajah tampan nya itu, meskipun hanya tersenyum tipis tapi itu sudah sangat berdampak membuat ia tambah tampan saja


"Ayo pak silahkan masuk" ucap pak satpam Pak satpam mempersilahkan Hendri masuk dengan membukukan gerbang selebar lebarnya agar mobil Hendri dapat masuk


"Iya pak" Hendri dengan cepat masuk ke mobil nya dan menjalankan mobilnya memasuki pekarangan rumah Alya. Hendri turun dari mobil nya dan berjalan menuju teras rumah yang sudah ada Alya yang berdiri disana


"Mari masuk pak" ucap Alya mengajak Hendri masuk, Hendri pun ikut dari belakang hingga mereka sampai di rumah tamu "Duduk dulu ya pak saya ambil minum dulu"


"Ah tidak sudah repot-repot" kata Hendri merasa tak enak "Tidak repot ko pak, bapak kan tamu yasudah saya ke dapur dulu" pamit Alya dan berlalu begitu saja


Hendri melihat sekitar berharap ia dapat melihat putranya, Rangga. "Ini pak silahkan di minum" Alya datang membawa nampan yang berisi minuman dan juga cemilan


"Iya makasih" Hendri meminum minuman itu "Oh iya ko sepi banget ya" tanya Hendri ingin mengorek informasi


"Oh itu, semuanya sudah pada berangkat pak ini kan udah jam 8 lewat" ujar Alya, Hendri terdiam lalu menepuk pundak "Astaga bodoh sekali dirinya ini ya pasti mereka sudah pergi ke sekolah lah, ok gak papa pulang sekolah kah masih ada" batin Hendri menyadari kebodohannya


"Ah ya kau benar sekali hhh" Hendri tertawa seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal "Kamu tidak pernah ke toko?" tanya Hendri


"Saya baru saja mau pergi trus pak satpam bilang kalau bapak ada" jawab Alya jujur "Kalau begitu saya sudah mengambil banyak waktu kamu dong, maaf ya datang pagi-pagi" sesal Hendri


"Enggak ko pak, santai aja" ucap Alya


***


Kini Hendri sudah berada di mobil nya kembali setelah berpamitan pada Alya "Bego banget sih" gerutuk Hendri untuk dirinya sendiri "Tapi gak papa sih yang penting gue sudah dapat sekolah mereka, nanti gue jemput aja sekarang ke kantor aja lah" gumam Hendri