
Lalu Arabella dan Aarav pun berpamitan kepada sepasang pengantin itu. "Bagaimana bisa kau memiliki bos tak berperasaan seperti itu, untung saja istrinya sangat baik dan pengertian." Ucap Zoe.
"Kau benar nona sangat baik, dia bahkan memberikan waktu satu bulan untuk kita honeymoon." Timpal Shen.
"Hai para pria tampan." Sapa Erina kepada Daniel dan Lukas yang duduk di meja tamu.
"Hallo nona." Jawab Lukas tersenyum terpaksa.
"Boleh aku bergabung?" Tanya Erina langsung duduk sebelum mendengar jawaban dari pria itu.
"Sebaiknya anda bergabung dengan keluarga anda saja nona!" Seru Daniel.
"Hei, kalian juga bagian dari keluargaku dan siapa tau salah satu dari kalian nanti akan menjadi jodohku." Jawab Erina tersenyum lebar menampakkan deretan gigi rapinya.
"Never ever!" Jawab Daniel dan Lukas Serempak.
Erina mencebik mendengar jawaban kedua pria itu. "Cih kita lihat saja nanti." Seru Erina.
"Apa kau akan kembali ke Chicago hari ini?" Tanya Lukas pada Daniel.
"Hmm.. Tuan besar masih ingin pergi liburan dengan nyonya, mungkin sekitar beberapa bulan." Jawab Daniel menyeruput wine nya.
"Aku akan pulang bersama denganmu, aku sudah mengatakannya pada daddy tadi." Timpal Erina tersenyum manis.
Daniel melihat kearah wanita itu dengan kening yang berkerut. "Ada apa?" Tanya Erina.
"Sebaiknya nona kembali bersama dengan tuan Bastian saja, karena saya memiliki banyak pekerjaan." Ucap Daniel menolak dengan halus.
"Daddy dan mommy akan pergi liburan bersama dengan uncle Arthur, jadi kau yang akan menjagaku selama mereka pergi nanti." Jawab Erina tersenyum lebar seolah memiliki rencana untuk membuat masalah baru.
Daniel mengumpat dalam hatinya mendengar ucapan Erina itu, Lukas tertawa melihat kekesalan sahabat nya itu.
"Hahaha, aku turut prihatin padamu sobat." Ucap Lukas memegang bahu Daniel sambil tertawa.
"Nanti daddy akan mengatakannya sendiri padamu." Ucap Erina.
Dan benar, tidak lama kemudian Bastian mendatangi meja ketiga orang itu. "Hai daddy!!" Sapa Erina tersenyum.
"Dia tidak membuat masalah pada kalian kan?" Ucap Bastian.
"Untuk saat ini belum uncle." Jawab Lukas terkekeh kecil.
"Daniel, bisakah uncle meminta bantuanmu untuk sementara?" Tanya Bastian.
"Tentu uncle, tidak masalah." Jawab Daniel.
"Apa kau tidak keberatan nak?" Tanya Bastian.
"Uncle tenang saja, Daniel akan menjaga gadis tengil ini nanti." Sela Aarav yang baru bergabung.
"Iya uncle, aku akan menjaganya, uncle tidak usah khawatir." Jawab Daniel terpaksa.
"Dia pasti akan menjaga ku, daddy dan kakak tidak perlu khawatir." timpal Erina.
"Jangan membuat masalah selama daddy tinggal okay!" ucap Bastian memperingati putri kesayangannya.
"Dan kau jaga adikku baik-baik, jika kau sampai lengah sedikit saja hutan Amazone menantimu." Ucap Aarav memperingati anak Daniel.
Daniel menelan salivanya, takut mendengar ancaman mengerikan dari bos nya tersebut. "Baik bos." jawab Daniel.
"Hutan Amazone? not bad!" Seru Erina menyesap air sirupnya.
Daniel melihat kearah Erina dengan tatapan tidak dapat diartikan. "Aku sangat berterimakasih kepada Shen karena bukan aku yang dikirim ke Chicago." Bisik Lukas pada Daniel.
"Diamlah brengsek!" kesal Daniel.
"Baiklah kalau begitu uncle pamit dulu." ucap Bastian pergi meninggalkan meja itu.
"Bagaimana pekerjaanmu disana Lukas? apa semuanya lancar?" tanya Aarav.
"Sedikit lagi semuanya akan stabil bos," jawab Lukas.
"Sedikit lagi? sudah seminggu kau berada disana apa tidak ada perubahan sama sekali?" Ucap Aarav dengan nada kesal.
*Oh my god bos! hanya sedikit lagi saja pekerjaan yang belum tuntas, bagaimana kau bisa menyimpulkan jika tidak ada perubahan.* batin Lukas.
"Maaf bos, aku akan bekerja lebih keras lagi nanti." Jawab Lukas pasrah.
"Kau bagaimana Daniel?" Tanya Aarav.
"Semuanya berjalan lancar bos, anda tenang saja." Jawab Daniel memilih jawaban yang aman.
"Baguslah, jadi kau bisa lebih fokus menjaga adikku nanti." ucap Aarav.
Erina mengulum senyumnya melihat wajah pasrah kedua pria malang itu yang ditekan pekerjaan oleh sang kakak. Karena Aarav merupakan seorang yang perfeksionis, dia selalu menginginkan pekerjaannya selalu selesai dengan sempurna.
BERSAMBUNG.