
Pesta pernikahan Aarav dan Arabella berjalan lancar sampai malam hari tanpa ada hambatan apapun. Karena Arthur sudah mengaturnya se aman mungkin.
"Pak tua itu datang juga ternyata." Ucap Lukas yang duduk satu meja dengan Daniel, mereka melihat kearah Chris yang sedang menyapa pengantin.
"Hmm.. Hari ini pernikahan putra tunggalnya tuan bos besar, tidak mungkin pria tua itu tidak datang." Jawab Daniel menyesap wine nya.
Daniel dan Lukas baru tiba tadi pagi dan mereka akan langsung pulang malam nanti setelah pesta selesai karena mereka tidak bisa lama meninggalkan markas walau mereka juga mempunyai anak buah yang bisa dipercaya disana.
"Selamat untuk kalian, uncle mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua." Ucap Chris memberikan ucapan selamat kepada pengantin.
"Terimakasih uncle," Jawab Aarav dan Arabella.
"Berapa lama kau akan disini?" Tanya Bastian ketika Chris menghampiri mereka.
"Nanti malam aku sudah pulang." Jawab Chris.
"Maaf bos, sudah mengecewakan bos selama ini." Lirih Chris.
"Tidak Chris, aku mengerti perasaanmu dan aku justru berterimakasih karena kau telah memberikan dua orang pria yang bisa dipercaya dan diandalkan oleh putraku." Jawab Arthur menepuk bahu Chris.
Daniel dan Lukas merupakan anak didik Chris, Chris sudah mendidik mereka sejak kedua pria itu masih remaja.
Chris tampak mengusap ujung matanya ketika melihat kedua pengantin itu bersanding. Dia teringat akan almarhum kekasih nya.
Chris mempunyai kisah cinta yang cukup piluh, dia mempunyai kekasih yang bernama Karina namun sayang dia harus kehilangan belahan jiwanya itu disaat hampir menjelang hari pesta pernikahan mereka.
Mobil yang dikendarai Karina mengalami kecelakaan fatal yang mengakibatkan nyawanya hilang. Saat itu Karina ingin pergi ke butik untuk fitting baju pengantin, Chris tidak bisa menemani nya karena dia mempunyai urusan penting jadi Karina pergi sendiri.
Namun pada saat diperjalanan mobilnya tiba-tiba ditabrak keras oleh truk besar dari depan. Hingga bagian depan sampai tengah mobil milik Karina hancur benar-benar hancur, dan bisa dibayangkan bagaimana kondisi Karina.
Chris yang mendapatkan berita itu benar-benar sangat terpukul hingga dia pergi mengasingkan diri di sebuah kota kecil, karena jika dia tetap berada disana, dia akan gila mengingat selalu kenangan bersama kekasihnya.
...****************...
Pukul delapan malam Aarav membawa Arabella meninggalkan pesta setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya.
Aarav tidak bisa menyelesaikan pesta karena dia melihat Arabella terlihat sangat lelah.
Aarav dan Arabella masuk ke kamar hotel yang sudah disiapkan khusus untuk mereka. Arabella langsung merebahkan dirinya di atas ranjang karena merasa sangat lelah.
"Sweetie.. Kau harus membersihkan dirimu dulu," Aarav melepaskan jas dan kemejanya.
"Hmm.. Nanti saja, aku sangat malas beranjak dari kasur ini," Arabella menelungkupkan tubuhnya.
Aarav membukakan resleting gaun Arabella yang berada di punggung wanita itu. Lalu dia menariknya kebawah untuk melepaskannya. "Apa yang kau lakukan honey?" Ucap Arabella melihat Aarav.
"Aku sedang membantumu sweetie." Jawab Aarav lalu melepaskan pakaian dalam Arabella hingga wanita itu naked.
Arabella hanya bisa pasrah karena dia benar-benar sangat lelah. Lalu Aarav menggendong nya kedalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya dan Arabella.
Aarav menggosok dan menyabuni tubuh istrinya tanpa diselingi iklan panas karena Aarav mengerti jika istrinya itu sangat lelah menjalani pesta seharian.
Aarav melilitkan handuk ke tubuh Arabella setelah selesai mandi, lalu mendudukkan wanita itu ke atas meja yang berada di dalam walk in closet.
Arabella beberapa kali menguap dia merasa sangat mengantuk. Pria itu juga berulang kali mengecup bibir istrinya itu dan terkekeh kecil melihat tingkah istrinya yang sangat menggemaskan itu.
Lalu ia memakaikan pakaian tidur kepada Arabella dan dirinya. Dia pun segera membawa Arabella ke ranjang dan tidur sambil memeluk istrinya. "Tidurlah sweetie.. Good night and i love you." Aarav mengecup kening wanita itu.
"Hmm.. Good night and i love you too honey." Ucap Arabella yang langsung terlelap di dalam pelukan hangat suaminya.
BERSAMBUNG.