
Saat ini Aarav tengah duduk di ruang televisi bersama dengan Arabella yang sedang menonton acara holiday.
"Honey, kapan-kapan kita juga main Snowboarding ya." Ucap Arabella ketika melihat acara itu yang sedang menayangkan olahraga musim dingin Snowboarding.
"No honey, itu terlalu berbahaya." Jawab Aarav.
"Lihatlah itu sangat menyenangkan." Seru Arabella menunjuk kearah televisi.
"No!" Ucap Aarav tegas.
Arabella memanyunkan bibirnya.
"Bibirmu terlihat lebih seksi jika seperti itu," Goda Aarav yang langsung mengecup bibir Arabella sekilas.
Arabella menatap tajam Aarav yang justru terlihat seksi dimata pria itu. "Jika kau terus menatapku seperti itu, maka aku jamin siang ini aku tidak akan pergi ke perusahaan dan kita akan berada di dalam kamar seharian." Kata Aarav.
Arabella langsung membuang mukanya kearah televisi lagi. "Dasar otak mesum." Decak Arabella.
"Entahlah... setiap kali bersamamu hanya ada bercinta di otakku." Jawab Aarav mencium leher Arabella.
Arabella menggelengkan kepalanya mendengar ucapan absurd tersebut.
***
Erina dan yang lainnya tiba di mansion milik sang kakak yaitu Aarav. Salah satu anak buah membukakan pintu untuk Erina keluar. "Mana tasku?" Pinta Erina kepada Daniel.
"Ini nona." Sahut Daniel menyerahkan tas ransel itu kepada Erina dengan cara melemparkan nya seperti yang Erina berikan padanya tadi.
Erina menangkap tas itu dan melihat Daniel dengan tatapan sedikit kesal. Lukas tersenyum melihat wajah Erina yang kesal itu, membuat dirinya merasa puas.
"Masuklah nona, apa kau mau aku menggendong mu kedalam." Seru Daniel menyeringai.
Erina menghentakkan kakinya berjalan masuk kedalam mansion. "Berani sekali kau mengerjainya Den." Ucap Lukas.
Daniel hanya mengedikkan bahunya dan melangkah masuk kedalam mansion bersama dengan Lukas.
Aarav, Arabella dan Shen yang berada di ruang keluarga tampak menutup kuping mendengar teriakan keras yang bisa memecahkan gendang telinga itu.
"Anak itu tidak pernah berubah, selalu saja berteriak setiap masuk ke rumah." Ucap Aarav.
"Adikmu sudah sampai?" Tanya Arabella.
Aarav menganggukkan kepalanya dan tidak lama seorang wanita cantik tiba di ruangan itu. "Kalian tidak menyambut ku?" Ucapnya cemberut.
Namun tiba-tiba matanya menangkap sosok wanita cantik yang duduk di sebelah Aarav. "Oh my god. Siapa kah gerangan wanita cantik ini?" Ucap Erina terkejut dan terpesona dengan kecantikan Arabella.
"Dia kekasihku, dan kau bocah nakal jangan menganggu nya." Ucap Aarav memperingati.
Lalu Erina melihat kearah Shen yang duduk di seberang sofa. "Lalu dimana kekasihmu kakak?" Tanya Erina.
Shen mendekati adiknya itu lalu menjitak keningnya. "Hei kakak, aku seharusnya mendapatkan pelukan hangat." Gerutu Erina.
Shen tersenyum lalu memeluk adik angkat nya tersebut, Aarav juga mendekati Erina lalu ia memeluk nya setelah Shen melepaskan pelukannya. "Kau harus jadi anak baik selama disini. Mengerti?" Ucap Aarav.
"Hemm.. Aku mengerti." Jawab Erina malas.
Lalu Arabella mendekati Erina dan menyapa nya. "Halo aku Arabella, senang bertemu denganmu." Sapa Arabella dengan suara lembutnya yang selalu menenangkan orang yang mendengar nya.
Erina menyambut uluran tangan Arabella. "Aku Erina, aku juga senang bertemu denganmu, jadi aku tidak akan sendirian disini." Sahut Erina.
Erina melihat kearah Aarav, dia masih tidak percaya kakaknya yang terkenal anti memiliki hubungan dengan wanita, Tiba-tiba mempunyai seorang kekasih. "Apa kau benar kekasih kakaku?" Bisik Erina kepada Arabella.
Arabella tersenyum lalu mengangguk. "Dia tidak memaksa mu kan?" Tanya Erina lagi.
Aarav menjitak kening adiknya itu. "Kau jangan bicara sembarangan anak tengil." Sahut Aarav menarik Arabella kedalam pelukannya.
BERSAMBUNG.