
Saat turun tadi, Arabella tidak melihat keberadaan Zoe dan Shen dan Arabella pun mengajak suaminya untuk menyusul mereka berdua ditaman setelah bertanya dengan pelayan.
"Hemm... Sepertinya memang ada sesuatu diantara mereka." Jawab Aarav memicingkan matanya kearah kedua insan yang tengah berdiri ditengah taman yang dapat terlihat dari beranda belakang.
"ZOE!!" teriak Arabella.
Zoe yang mendengar namanya dipanggil langsung terkejut dan mendorong tubuh Shen. Dia membelalakan matanya melihat pasangan suami istri itu tengan berdiri dan melihat kearahnya dan Shen.
"ZOE!! SHEN! AYO MASUK DAN MAKAN MALAM!" Teriak Arabella.
"Sweety, kenapa kau seperti aunty Beatrice dan Erina saja sekarang." Seru Aarav karena Arabella terus berteriak.
"Ck, kau ini, kalau aku memanggil mereka dalam hati mana akan terdengar." Ketus Arabella.
Shen menggandeng tangan Zoe dan membawanya kembali kedalam mansion. "Apa mereka melihat kita barusan?" Tanya Zoe.
"Hmm... Sepertinya." Jawab Shen santai.
Mereka berempat sekarang tengah menyantap makan malam, tidak ada obrolan dalam makan malam itu karena Aarav sudah mengantisipasi nya terlebih dulu, sebab dia tahu jika istrinya itu akan banyak bertanya mengenai hubungan Zoe dan Shen.
Bukan karena apa, Aarav hanya ingin istrinya itu menikmati makanan itu dengan tenang.
Setengah jam kemudian, mereka pun menyelesaikan makan malam itu. Arabella mengajak Zoe mengobrol diatas Rooftop dan bersama dengan Aarav dan Shen tentunya.
Aarav memakaikan selimut ketubuh istrinya itu karena cuaca cukup dingin,lalu ia duduk dibelakang istrinya dan memeluknya.
Shen juga memakaikan jaketnya kepada Zoe. Hingga membuat pipi Zoe merah merona karena sikap manis Shen itu.
"Sejak kapan kalian memiliki hubungan? Perasaan waktu kita bertemu dipesta waktu itu, kalian sama sekali tidak terlihat dekat." Seru Arabella penasaran.
"Karena hubungan kami baru dimulai sejak malam itu nona." Jawab Shen membuat Zoe mengulum senyuman nya.
Aarav memicingkan matanya melihat Shen, karena dia sangat mengenal asistennya itu, Shen tidak akan secepat itu tertarik pada seorang wanita kecuali ada hal tidak terduga terjadi diantara Zoe dan Shen.
"Kalian bercinta malam itu?" Tanya Aarav langsung to the point.
Wajah Zoe seketika semakin memerah mendengar ucapan gamblang dari Aarav itu.
Arabella menyikut perut suaminya. "Kau jangan bertanya sembarangan honey! Mereka baru memulai hubungan waktu itu, bukan berarti mereka sudah bercinta. Shen tidak semesum dirimu." Timpal Arabella.
"Kau salah sweety, Shen itu sama mesumnya denganku." Jawab Aarav.
"Benarkah Shen, kau sama mesumnya dengan suamiku?" Tanya Arabella dengan polosnya.
Karena sering digoda oleh suaminya membuat otak Arabella terkontaminasi dengan kelakuan dan ucapan mesum dari suaminya itu.
"Semua pria di dunia ini tidak ada yang tidak memiliki pikiran mesum nona." Jawab Shen meladeni ucapan nona bosnya itu.
"Apa kau juga mesum Zoe?" Tanya Arabella polos.
Aarav tertawa mendengar pertanyaan absurd istrinya itu. "Sayang kau akan meledakkan wajahnya sebentar lagi." Seru Aarav tertawa melihat wajah Zoe yang sudah semerah kepiting rebus karena pertanyaan istrinya itu.
****************
****************
BRUK!!!
Shen menutup kasar pintu apartemen Zoe.
Cklek!!
Shen membuka pintu kamar Zoe dan membaringkan wanita itu keatas kasur tanpa melepaskan ciumannya. Tangan Shen menyelinap masuk kedalam dress wanita itu dan membelai paha mulusnya.
Zoe membelai rambut Shen di sela-sela jari lentiknya, Shen melepaskan resleting Zoe yang berada di belakangnya. Lalu ia menarik dress itu kebawah dan melepaskan nya, beserta dengan celananya dan membuangnya sembarang.
Mata Shen melihat kedua benda kenyal milik Zoe,ia melepaskan kain yang menutupi benda itu lalu tangannya mulai meremasnya sehingga Zoe melenguh.
Shen mengulum benda itu dan mengesapnya dalam hingga terdengar bunyi decapan. Dia mencium dan mengulum benda itu secara bergantian. "Ah.. " Zoe mencengkram rambut Shen.
Shen melepaskan baju dan celananya dengan cepat lalu kembali keatas Zoe dan ******* bibirnya. Shen mengarahkan tangan Zoe ke area bawah miliknya.
Zoe terkejut ketika memegang benda keras itu, Shen memegang tangan Zoe itu dan Mengelus-eluskannya di senjata nya. "Usap terus seperti itu baby." Ucap Shen dengan suara beratnya.
Zoe menganggukkan kepalanya dan menuruti seperti yang dikatakan oleh Shen. "Ahh... " lenguh Shen karena sentuhan tangan halus Zoe.
"Apa enak?" Tanya Zoe dengan polosnya.
Shem tersenyum dan mencium bibir wanita itu. "Ini nikmat sekali baby... Aku tidak tahan lagi." Shen memegang senjatanya dan mengarahkan nya ke milik Zoe.
Shen masih sedikit susah menembus area milik Zoe, karena Zoe baru sekali melakukannya. "Ahh... Ini lebih nikmat lagi baby." lenguh Shen ketika berhasil melakukan penyatuan nya.
Suara erangan yang saling bersahutan dan suara penyatuan mereka memenuhi kamar itu. Shen membalik tubuh Zoe menungging dan memasukkan senjata nya dari belakang.
Shen menahan perut Zoe supaya lebih dalam penyatuan mereka. "Ahh... Ahh... Shen... " Zoe.
"Yes baby.." Sahut Shen bergerak maju mundur.
"Ahh... Shen... Aku mau keluar... " Ucap Zoe.
"Tahan sebentar lagi baby,, kita akan keluar bersama." Jawab Shen mempercepat tempo gerakannya.
Zoe semakin melenguh karena gerakan cepat itu. "Ah... Ah.. Ah... " lenguh mereka bersamaan dan mencapai puncak secara bersamaan.
Shen membalikkan kembali tubuh Zoe dan dia merebahkan diri disamping wanita itu dan mereka sama-sama mengatur nafas.
Shen melihat kearah Zoe dan menutup tubuh polos mereka dengan selimut tebal milik Zoe. "Katakan padaku jika kau sudah siap menikah denganku," Kata Shen sembari merapikan rambut Zoe ke belakang telinganya.
Zoe melihat Shen, mereka berdua pun saling menatap satu sama lain. "Apa kau mencintaiku?" Tanya Zoe.
Shen menatap lebih dalam netra indah milik wanita itu. "Iya, aku sudah mulai merasakan cinta padamu." Jawab Shen serius.
Zoe tersenyum mendengarnya, "bagaimana denganmu?" Tanya Shen balik.
"Aku juga merasakan hal yang sama denganmu." Jawab tersenyum.
Shen mengecup bibir Zoe. "Jadi kapan kau ingin menikah denganku?" Tanya Shen lagi.
"Kita harus mengatakan hal ini kepada orang tua kita terlebih dulu." Seru Zoe.
"Itu hal yang mudah, namun aku akan tetap menunggumu siap terlebih dahulu." Jawab Shen memeluk Zoe dengan tubuh yang sama-sama polos.
"Terimakasih." Ucap Zoe.
BERSAMBUNG.