Love at First Sight

Love at First Sight
PROTEKTIF



Aarav melepaskan pelukannya, ia memegang kedua bahu Arabella dan menatap serius bola mata wanita itu. "Kau tidak berbohong kan?" Ucapnya.


Arabella tersenyum dan menganggukkan kepalanya, sebab dia sangat senang karena Aarav begitu peduli pada dirinya. "Kenapa kau bisa sampai berpikir seperti itu?" Tanya Aabella lembut.


"Bagaimana aku bisa tidak berpikir buruk. Aku mencarimu sejak tadi, dan Shen bilang seorang penjaga melihatmu kesini jadi aku berlari kesini dan melihatmu berdiri seperti tadi." Ujar Aarav.


"Maafkan aku, aku hanya sedang mencari udara saja honey." Jawab Arabella.


Aarav kembali memeluk Arabella. "Mulai sekarang, kau harus mengatakan padaku sebelum ingin pergi jalan-jalan di sekitar mansion. Jika aku sedang keluar seperti tadi kau harus menungguku terlebih dahulu." Perintah Aarav.


"Lalu bagaimana jika kau sedang pergi ke kantor apa aku juga harus menunggumu di dalam kamar seharian?" Tanya Arabella.


"Iya sweetie, kau harus mengirimkan pesan kepada ku setiap saat." Jawab Aarav tidak ingin ada bantahan.


"Itu berlebihan." Gerutu Arabella mendengar perintah Aarav yang berlebihan itu.


"Tidak sama sekali." Jawab Aarav.


Aarav menarik tangan Arabella dan memangku nya duduk di kursi yang berada di Rooftop. Arabella duduk menghadap pria itu di pangkuannya. Ia mengelus wajah pria itu dengan lembut. "Apa kau akan selalu mencintaiku?" lirih wanita itu.


"I love you forever and ever." Jawab Aarav serius dan lalu ia memangut bibir tebal milik Arabella yang berada di depannya.


Arabella pun membalasnya, mereka berciuman cukup lama dan menjadi semakin dalam dan panas. Tangan Aarav menyelinap masuk kedalam baju milik Arabella dan meremas dadanya, Arabella melenguh di sela-sela ciumannya karena ulah pria tersebut.


Arabella mengeluarkan suara indahnya ketika Aarav memasukkan kepalanya kedalam baju oversizenya dan menciumnya serta memainkan puncak dada wanita itu dengan lidahnya.


Shen pergi menyusul bos nya ke atas Rooftop namun saat tiba disana ia langsung kaget dengan pemandangan yang dilihatnya,ia pun segera membalikkan tubuhnya. "Ekhem!!" Suara Shen yang tentunya membuat Arabella kaget.


Aarav pun menghentikan kegiatan nya dan keluar dari baju Arabella. "Kau sangat menganggu Shen!" Decak Aarav kesal karena pria itu menganggu kegiatannya dengan sang kekasih.


"Maaf bos, tapi saya hanya ingin mengingatkan anda dan nona untuk makan malam." Ucap Shen yang masih membelakangi mereka berdua.


"Hemm.. Kau pergilah nanti kami akan segera turun." Jawab Aarav sembari menyelipkan rambut Arabella.


Arabella menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya karena merasa malu dilihat oleh Shen.


Aarav tersenyum melihat Arabella yang salah tingkah itu."Dia sudah pergi, jadi kau tidak perlu menutup wajahmu lagi sweetie." Ucapnya.


Arabella melihat dari celah jarinya dan dia tidak melihat Shen lagi disana, ia pun melepaskan tangannya. Dan langsung menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Aarav. "Kenapa? Apa kau malu?" Ucap Aarav menggoda Arabella.


Arabella mencubit perut Aarav, pria itu pura-pura meringis sakit. "Ayo kita makan malam dulu. Baru nanti kita lanjutkan yang tertunda tadi." Bisik Aarav kembali menggoda Arabella.


Arabella tersenyum malu mendengarnya. "Bisakah kita makan malamnya disini saja?" Ucap Arabella mengangkat kepalanya dan menatap pria itu.


"No, udara malam disini terlalu dingin nanti kau bisa sakit." Jawab Aarav.


Arabella mengerucutkan bibirnya namun Aarav yang merasa gemas mencium nya sekilas. Lalu menggendong tubuh nya. "Honey turunkan aku, aku bisa berjalan sendiri." Protes Arabella.



BERSAMBUNG.