Love at First Sight

Love at First Sight
bab 3 : Bara



Bara adalah teman SMA nya Aliya dan Uli, mereka selalu bersama, tetapi semenjak lulus Bara jarang bertemu dengan Aliya dan Uli, karena berbeda kampus.


Bara diam-diam menyukai Aliya. Bara tau bahwa Aliya tidak menyukainya, Aliya hanya menganggap ia temannya.


Hari Minggu ketika mereka bertiga sedang off ke kampus, mereka berencana untuk hangout. Mereka bertiga selalu menyempatkan bertemu.


Bara : "woooyyy, Aliya mana ?"


Uli : "dia telat kayanya."


Bara : "kebiasaan tu anak."


Uli : "maklumi aja, kaya gatau dia"


Tiba-tiba dari kejauhan terlihat perempuan melambaikan tangan ke arah Bara dan Uli. Ternyata itu Aliya.


Aliya : "haaaiii...."


Uli : "tuh kan, baru aja di omongin udah datang."


Aliya : "Uli ?? Bara??" (dari kejauhan dia memanggil nama temanya)


Uli : "hmmmm dia lupa kalau dia mau berhijrah."


Bara : "apaaaa ? Aliya mau berhijrah, yakin?"


Uli : "katanya sih gitu"


Aliya : "hhhuuufftt, aku gak telat kan?"


Uli dan Bara : "menurut loe!"


Aliya : "lumayan telat 5 menit aja kok. hehe"


Uli : "kebiasaan sih."


Bara : "kamu capek ? nih minum dulu."


Aliya : "iya sori sori. makasih bar."


Uli : "huft , aku gak di tawarin, aku juga capek tauk nungguin Aliya."


Aliya : "cup cup cup, Uli mau mimik ya, udah nunggu aku lama. sini sini, di puk puk."


Bara : "haha sini sini, Uli ku teman terbaikku."


Uli : "hmmmm. Al kamu lupa ? katanya mau berhijrah ? kok masih pecicilan?"


Aliya : "astagfirullahaladzim, aku lupa. untung kamu ingetin, makasih Ul. hehehe, maklum lagi proses Ul."


Bara : "gak nyangka Aliya yang pecicilan udah mau berhijrah, Alhamdulillah."


Aliya : "doain ya temen temen."


Mereka hangout ke puncak untuk melihat sunset. Mereka selalu mengahabiskan waktu untuk melihat sunset. Karena menurut mereka sunset itu berharga.


Ternyata ada live musicnya juga, menjadikan tempat itu sangat indah dan romantis.


Lagu yang di bawakan oleh band indie pun sangat bagus. Saat vokalis itu membawakan lagu Kangen dari Dewa, Aliya terdiam, karena itu lagu yang sering di dengarkan ayahnya.


Lagu ini, lagu favorit ayah. Ayah, Aliya kangen ayah. (dalam hatinya)


Kok muka vokalisnya kaya aku kenal. siapa ya ? apa aku pernah bertemu? ooiya , itu kan yang nabrak aku di pemakaman waktu itu, pantesan ga asing mukanya. ternyata dia anak band. (gumamnya dalam hati)


Bara dan Uli pun menikmati lagu yang dinyanyikan oleh band indie tersebut.


Uli : "ya ampun, ganteng banget vokalisnya."


Bara : "gantengan juga aku"


Uli : "apaan, cupu kamu. hmm ya ampun suaranya bikin meleleh."


Aliya : "biasa aja kali Ul."


Uli : "ini udah bisa. wwuuuuuuu suuiittt suuuiitt" (sambil sorak sorak kegirangan)


Hari mulai larut. Mereka bergegas pulang. Sesampainya di rumah Aliya langsung masuk kamar.


huuft hari ini terasa capek banget. (katanya dalam hati.)


Ibu : "Al, gak makan dulu?"


Aliya : "gak Bu, tadi udah makan bareng Bara sama Uli."


Ibu : "oh ya sudah."


Aliya : "iya Bu "


Ya ampun Aliya, kenapa sih kamu bisa lupa. astagfirullah. Harus selesai hari ini juga. (dalam hatinya)


Di depan rumah sudah ada Bara menunggu Aliya. Aliya cuek karena tugasnya belum selesai.


Ibu : "Al , Bara sudah nunggu di depan"


Aliya : "biarin aja Bu, aku masih ngerjain tugas."


Ibu : "ya sudah."


Ibu : "Nak Bara minum dulu, Aliyanya masih ngerjain tugas"


Bara : "iya Bu, terimaksih. Ini sudah saya anggap rumah sendiri kok" sambil tersenyum.


Tiba tiba Uli datang.


Uli : "yyeeyy apaan, pagi pagi udah deketen Ibu, anaknya belum tentu mau."


Bara : "ya biarin, sebelum deketin Anaknya. deketin dulu ibunya, iya gak Bu ? " hehe


Ibu : "iya iya, Ibu ngalah aja, Ibu gak tau urusan kalian, tapi pesen Ibu jangan kebawa perasaan. takutnya kalian ada yang kecewa, jadi jangan simpan harapan. oke"


Uli : "tu dengerin Ibu hahaha"


Bara : "ya Bu "


Uli pun langsung masuk ke dalam kamar Aliya. Ternyata Aliya lagi siap siap, tugasnya sudah selesai.


Uli : "udah selesai Al "


Aliya : "udah."


Uli : "cepet banget. ngapain buru-buru?"


Aliya : "kata kamu harus dikumpulin hari ini juga."


Uli : "tapi boong, hahaha"


Aliya. : "hah, ya ampun Uli, bikin kerjaan banget sih."


Uli : "iya iya maaf deh haha"


Aliya : "puas loe! udah bikin temen kos jantungan"


Uli : "belum puas haha "


Aliya pun langsung meninggalkan Uli. Bara yang duduk menunggu di ruang tamu melihat-lihat foto masa kecil Aliya.


Aliya : " eehh, ngapain kamu kesini Bar, ga ada Kuliah ?"


Bara : "ga ada ,makanya aku pengen main kesini."


Aliya : "aku sama Uli ada kuliah Bar. Sini fotonya kesiniin, jangan liat!"


Bara : "ya gapapa. Nih, aku udah liat kok. Lucu hahaha, gendut item lagi."


Aliya : "iiihhh apaan sih. Ul ayo berangkat."


Bara : "udah mau berangkat ?


Uli : "iya, takut telat. byeee. "


Bara : "tunggu, aku juga mau pamitan, sebenarnya aku kesini mau pamitan sama kalian, karena aku mau pergi ke Jerman."


Aliya : "hah seriusan?"


Uli : "boong , kamu kok di percaya."


Bara : "beneran ini tiketnya"


suasana jadi melow. Aliya dan Uli merasa kehilangan satu sahabatnya.


Uli : "jaga diri kamu baik-baik ya Bar, jangan lupa sama temen lama kalau udah di sana."


Aliya : "iya Bar, sering kasih kabar ke kita ya. Kita selalu ada buat kamu."


Bara : "iya, baik Nona nona ku. aku tidak akan melupakan kalian."


Perpisahan yang amat berat, Bara berat meninggal kan Indonesia, Bara harus pergi ke Jerman untuk melanjutkan studinya di Jerman. Dan Bara pun ingin melupakan Aliya, Bara tidak mau menunggu harapan yang nantinya membuat ia kecewa. Mungkin pergi jauh dari Aliya , adalah solusi untuk melupakan Aliya.


Sahabat adalah kepompong bagiku. Merubah hidupku menjadi warna warni. Mengisi hariku yang sepi. Kini sahabatku akan pergi untuk sementara, mengejar masa depannya. Semoga engkau bahagia dan sukses. Jangan lupakan sahabatku disini. Kita akan berjumpa di lain hari. ~Aliya Fairus Ar Rozaq


&&&&&