Love at First Sight

Love at First Sight
#31



"Tidak apa-apa, aku tidak keberatan menggendong mu." Jawab Aarav santai.


"Hei, bukan begitu maksudku," Ucap Arabella memukul pelan lengan Aarav.


"Hati-hati kau bisa jatuh nanti," Ucap Aarav karena Arabella banyak bergerak.


Arabella pun akhirnya kembali melingkarkan tangannya di leher Aarav dan membenamkan wajahnya di leher pria itu. Sampainya di ruang makan, Aarav langsung duduk di kursi dan memangku Arabella di pahanya.


Pria itu sejak tadi tidak melepaskan wanita itu disisinya. "Honey aku ingin turun." Ucap Arabella sebab dia merasa malu dengan para pelayan yang berdiri disana walaupun para pelayan itu menundukkan kepala dan tidak melihat kearah nya, namun Arabella tetap merasa malu .


Aarav tidak memperdulikan ucapannya, pria itu justru mengambil menu makan malam di depannya dan menyuapkannya ke mulut Arabella. "Ayo buka mulut mu." Ucap Aarav lembut sambil menyodorkan garpu. Arabella pun hanya bisa pasrah menghadapi pria pemaksa itu.


Selesai makan malam Aarav kembali menggendong Arabella dan membawanya ke kamar. Aarav merebahkan tubuh Arabella di atas kasurnya dan menindih tubuhnya.


"I want you sweetie." Ucap Aarav dengan suara seraknya.


Tanpa menunggu jawaban dari Arabella, Aarav langsung menyambar bibir tebal milik Arabella, ia memasukkan lidahnya kedalam rongga mulutnya.


Arabella yang mudah terbuai oleh ciuman pria itu pun segera membalasnya. Tangan Aarav tidak tinggal diam mulai masuk kedalam bajunya. Decapan serta lenguhan Arabella membuat suasana kamar semakin panas.


Aarav melepaskan ciumannya, pria itu dengan cepat melepaskan baju milik Arabella sehingga dadanya terekspos. "Beautifull." Kata Aarav melihat dua gunung yang indah itu.


Pria itu pun langsung mencium benda lunak tersebut dengan satu tangan meremasnya. Arabella kembali mengeluarkan suara indahnya ketika Aarav menghisap dalam squishy nya.


Arabella meremas rambut Aarav yang membuat pria itu semakin bergejolak. Tangan Aarav turun dan masuk kedalam bawah Arabella dengan posisi lidah masih bermain di dadanya.


Aarav mengangkat kepalanya dan melihat ekspresi indah Arabella yang sedang mencapai ******* tersebut. Aarav mempercepat tempo jarinya yang berada di dalam milik Arabella.


"Keluarkan saja sweetie, jangan menahannya." Jawab Aarav menatap sayu.


Arabella terpekik kecil ketika mencapai pelepasan pertamanya dan tubuhnya langsung bergetar.


"Sekarang gantian,." Ucap Aarav mengganti posisi menjadi Arabella di atasnya.


"A-aku tidak tahu." Ucap Arabella pelan karena dia sama sekali tidak memiliki pengalaman.


"Aku akan menuntunmu," Jawab Aarav tersenyum.


Arabella pun dengan patuh mengikuti perintah pria tersebut, dia mencium bibir Aarav pelan dan lembut. "Masukan lagi lidahmu sweetie." Ucap Aarav.


Aarav dibuat gila rasanya dengan sentuhan yang diberikan oleh wanita itu.


"Turun ke bawah sweetie, dan masukan milikku kedalam mulutmu." Ucap Aarav dengan suaranya yang semakin berat menahan gairah nya.


"Apa?" Arabella kaget dengan ucapan terakhir pria itu.


"Lakukan seperti yang aku lakukan terhadap kamu semalam sweetie." lirih Aarav sayu.


Seketika ingatan itu langsung terlintas di kepalanya. "A-aku tidak tahu cara melakukan nya." Jawab Arabelle gugup.


"Kau tenang saja, aku akan mengajarimu. Kau buka celana ku dan genggam pusaka, " Seru Aarav sedikit bangun dengan kedua sikunya menjadi tumpuhan nya.


Arabella dengan gugup melepaskan celana Aarav, lalu ia melihat benda pusaka tumpul itu sudah besar dan berdiri tegak.


"Besar sekali." Ucap Arabella pelan karena ia tidak memperhatikan nya saat bercinta dengan Aarav sebelum nya.


"Dia lah yang selalu membuatmu ******* Sweetie." Goda Aarav.


Wajah Arabella bertambah merona mendengar ucapan Aarav itu. Ia pun mengenggam benda besar tersebut dengan salah satu tangannya. "Apa seperti ini?" Tanya Arabella melihat kearah Aarav.


"Hmph... " Jawab Aarav menahan erangannya karena sentuhan tangan wanita itu mampu membuat nya terbang.


"Hmph..Jilat dengan lidahmu." Ucap Aarav sembari mengeram nikmat.


Arabella pun mengikutinya dan menjilati pusaka besar itu, Lalu Aarav menyuruh Arabella memasukkan nya kedalam mulut dan memainkannya menggunakan lidahnya di dalam mulut wanita itu sembari memaju mundurkannya.


"Uhh.. Yes sweetie." Erang Aarav yang seakan terbang melayang karena kenikmatan tersebut.


"Faster sweetie." Ucap Aarav sehingga Arabella mempercepat temponya.


Aarav melepaskan pusaka yang berada di mulut Arabella saat pria itu ingin melakukan pelepasannya. "Ahk!!" Pekik kecil Aarav mengocok pusakanya dan mengeluarkan cairan ajaibnya.


Setelah itu mereka pun masuk kedalam inti permainannya.


BERSAMBUNG.