
"Bagaimana dengan putriku? Kau tidak memberikan hukuman berat padanya kan? Awas saja jika kau sampai mengirim nya ke pulau." Ucap Arthur, walaupun dia suka menggoda dan membuat kesal Erina tapi Arthur sangat menyayangi nya dan menganggap Erina seperti putrinya sendiri.
"Aku menyerahkan nya kepada Shen, daddy tahu sendiri Shen tidak akan bisa menghukum anak itu," Jawab Aarav.
"Baguslah kalau begitu." Jawab Arthur lega.
"Apa kau butuh bantuan daddy untuk menangani kasus ini son?" Tanya Arthur.
"Tidak dad, aku akan mengurusnya. Daddy sudah cukup turun tangan selama ini, jadi sekarang adalah giliranku." Sahut Aarav.
"Baiklah son, hubungi daddy kapanpun kau membutuhkan bantuan." Ucap Arthur.
"Baik dad." Jawab Aarav.
Mereka pun akhirnya mengakhiri panggilan tersebut. Kemudian Aarav menghubungi sang asisten sekaligus tangan kanannya.
"Dimana dia sekarang?" Tanya Aarav ketika panggilan itu tersambung.
"Aku membawanya ke markas bos, dia akan berada disini sementara waktu." Jawab Shen.
"Aku serahkan bocah itu padamu." Seru Aarav.
"Baik bos." Jawab Shen.
"Segera perintahkan kedua pria itu untuk menyelidiki siapa dalang dibalik kejadian hari ini, sementara waktu ini aku tidak akan turun tangan karena aku akan menyiapkan pernikahanku dengan Arabella." Ujar Aarav.
"Baik bos, kapan anda akan membawa nona menemui tuan dan nyonya?" Tanya Shen yang sepertinya tidak kaget mendengar Aarav akan menikah sebab sebelumnya Aarav memang sudah mengatakan rencananya untuk menikahi Arabella secepatnya.
"Besok aku akan membawanya menemui orang tuaku." Jawab Aarav.
Aarav berbicara cukup lama dengan Shen ditelepon, hingga akhirnya Aarav menyudahi percakapan mereka.
***
Arabella mengerjapkan matanya karena sinar matahari pagi yang masuk kedalam kamar. Ia tidak melihat keberadaan Aarav di sampingnya, tidak seperti biasanya dimana pria itu selalu ada bersamanya setiap kali dia membuka matanya.
Arabella masuk kedalam kamar mandi, lalu memakai pakaiannya. Ia masih belum melihat Aarav kemudian ia pun memutuskan untuk pergi keluar dari kamar.
Sampainya di bawah, Arabella berpapasan dengan kepala pelayan, kepala pelayan itu hendak memutar balikkan badannya namun Arabella memanggilnya. "Tuan Berto, kau tidak perlu lagi menghindariku." Kata Arabella.
Ketika Berto ingin menjawab, Tiba-tiba seseorang memeluk Arabella dari belakangnya. "Maaf aku meninggalkan mu." Ucap Aarav mencium wajah Arabella.
"Kamu darimana?" Tanya Arabella.
"Aku ada urusan sebentar tadi." Jawab Aarav kembali mencium wajah Arabella.
Aarav dan Arabella sarapan bersama dengan di isi obrolan ringan.
"Bersiaplah sweety kita akan pergi sebentar lagi," Kata Aarav.
Arabella yang sedang duduk bersandar dengan Aarav di sofa kamar melihat kearah pria itu."Pergi kemana?" Tanya nya.
"Ke Chicago, tempat kedua orangtuaku. Kita akan segera menikah disana." Jawab Aarav
Arabella tentu terkejut mendengar ucapan Aarav yang sama sekali tidak di sangka nya itu. "T-tapi bukankah ini terlalu cepat? Kita bahkan belum penuh satu bulan bersama." Ucapnya.
"Apa bedanya mau berapa lama kita kenal karena pada akhirnya kita akan menikah juga, aku tidak ingin menyia-nyiakan waktu..
aku ingin kita memiliki hubungan yang jelas dan memberikan status yang juga jelas padamu dan yang sangat penting aku mencintaimu, aku ingin memiliki keluarga kecil denganmu tanpa harus menunggu lama." Kata Aarav menatap serius Arabella.
Arabella merasakan keseriusan dan ketulusan pria itu, ia juga pernah terbesit memimpikan sebuah keluarga dengan Aarav namun dia tidak menyangka akan secepat ini.
Lama Arabella menatap kedua mata Aarav hingga akhirnya ia menganggukkan kepalanya. "Aku ingin menikah denganmu." Kata Arabella tersenyum.
Aarav sangat senang mendengar nya, ia mengecup bibir Arabella dan seluruh wajahnya karena senang.
"Thank you sweety.. I love you.. I love you so much.. " Ucap Aarav.
"I love you too honey." Balas Arabella.
Arabella akhirnya memutuskan untuk menyerahkan hidupnya kepada Aarav. Arabella tidak mau berpikir tentang masa lalunya lagi, dia hanya akan menyimpan kenangan indah tentang orangtuanya saja. Bahkan ia tidak peduli lagi tentang ibu tirinya.
Sekarang dia hanya akan memikirkan masa depannya bersama dengan pujaan hatinya. Ia sangat mempercayai bahwa Aarav sangat tulus mencintainya, melihat bagaimana pria itu memperlakukan nya dengan amat sangat baik.
BERSAMBUNG.