
"Arabell!!" Panggil seorang pria berjalan mendekati Arabella.
Arabella menoleh ke samping dan melihat seorang pria yang dikenalnya. "James!" Ucapnya ketika melihat pria itu.
Aarav menatap tajam pria yang berjalan mendekati mereka. "Ternyata aku tidak salah mengenali orang." Ucap James tersenyum.
"Siapa kau?" Tanya Aarav tidak suka.
James melihat pria disamping Arabella dan matanya melihat tangan Arabella yang melingkar di sela tangan pria itu.
"Honey dia James, teman kerjaku dulu dan James perkenalkan dia suamiku." Seru Arabella mengenalkan keduanya.
"Kau sudah menikah bell?" Tanya James terkejut dan tampak raut wajahnya langsung terlihat kecewa.
"Bell? Apa kau dekat dengan istriku sehingga bisa memanggilnya seakrab itu." Ucap Aarav dengan intonasi yang tegas.
"Honey dia teman lamaku, jangan seperti itu." Bisik Arabella karena dia merasa tidak enak dengan James.
Karena James adalah pria yang baik dan sering membantunya dan tidak pernah bersikap kurang ajar padanya. Itulah mengapa Arabella berteman dengannya.
"Aku tidak suka padanya sweety." Ucap Aarav yang tentu pasti dapat di dengar oleh James.
"Oh ya, kau sedang apa disini James?" Tanya Arabella mencoba mengalihkan ucapan Aarav yang membuat nya merasa tidak enak dengan James.
"Aku sedang mewakili tuan Parlo kemari, karena dia tidak bisa datang." Jawab James tersenyum.
Aarav semakin tidak suka melihat pria itu, dia mencoba mengajak Arabella untuk pergi namun wanita itu menahannya dengan menggosok tangan pria itu, mencoba menenangkan nya.
"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu James, senang bisa bertemu denganmu lagi." Pamit Arabella tersenyum.
"Bolehkah aku meminta nomor ponsel baru bell?" Ucap James.
"Tidak!! Dan jangan memanggil istriku dengan sok akrab jika tidak ingin ku tebas lehermu!" Sahut Aarav Tegas dan penuh penekanan dengan matanya yang sudah menatap nyalang pria itu.
James menelan salivanya karena merasa terintimidasi dengan ucapan dan tatapan pria itu.
"Maaf James." Ucap Arabella dan menarik suaminya itu pergi sebelum amarah pria itu meledak.
"Honey, kenapa kau menakutinya seperti itu?" Ucap Arabella menatap suaminya itu.
Wajah Aarav masih terlihat masam. "Apa maksud kalimatmu pada pria itu tadi? 'Senang bertemu denganmu!' apa-apaan itu. " Kesal Aarav yang tak menjawab pertanyaan wanita itu.
"Dia hanya temanku, okay." Ucap Arabella yang mulai jengah dengan kecemburuan suaminya yang menurutnya berlebihan itu.
"Dia menyukaimu! Mustahil kau tidak mengetahui nya!" Timpal Aarav kesal.
"Tapi aku tidak pernah memberikan harapan padanya. Please mengertilah honey, dia pria yang baik dan sering membantuku." Ucap Arabella pelan.
Lalu Aarav menarik tangan Arabella keluar dari ruangan acara itu,karena tidak ingin Arabella sampai bertemu lagi dengan pria yang membuat dia cemburu itu.
Kini mereka berada di dalam lift dan ada dua orang juga yang berada di lift yang sama dengan mereka.
Ting!!
Pintu lift terbuka, Aarav menggandeng Arabella berjalan keluar dari lobby hotel dimana mobilnya sudah berada disana.
Di dalam mobil hanya ada keheningan, Aarav masih terlihat kesal dan cemburu terhadap pria di acara tadi.
Sang sopir merasakan atmosfer yang berbeda dari kedua bos nya, dia tampak bergidik ngeri dengan suasana tegang di dalam mobil saat ini.
Sampainya di mansion, mereka pun turun dan langsung masuk kedalam kamar. Aarav berjalan masuk kedalam kamar mandi dan Arabella duduk di pinggir ranjang membuka ponselnya.
Sepuluh menit kemudian Aarav keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Pria itu melihat Arabella yang tampak asik bermain dengan ponselnya.
"Bersihkanlah tubuhmu, aku tidak ingin bau pria tadi menempel padamu." Ucap Aarav berjalan memasuki walk in closet.
Arabella hanya menggelengkan kepalanya, lalu ia pun masuk kedalam kamar mandi. Aarav keluar dari walk in closet setelah memakai celana training panjangnya tanpa memakai bajunya karena dia memang tidak pernah mengenakan baju jika tidur.
Aarav mengambil ponsel Arabella yang berada di nakas, dia membuka ponsel tersebut lalu dia tampak mengerutkan keningnya melihat isi ponsel wanita itu.
"Kenapa dia akhir-akhir ini suka sekali makan makanan dingin ini." Gumam Aarav melihat situs yang baru di buka istrinya itu, dimana isinya berbagai macam jenis ice cream.
Lalu Aarav kembali meletakkan ponsel wanita tersebut karena tidak menemukan hal yang mencurigai.
Lima belas menit kemudian Arabella keluar dari kamar mandi, dia melihat suaminya itu bersandar diranjang dengan fokus memainkan handphone nya.
Arabella berjalan masuk ke walk in closet dan memakai gaun tidurnya lalu naik ke atas ranjang.
Aarav yang melihat istrinya itu pun, meletakkan ponselnya di nakas, lalu mematikan lampu kamar dan memeluk istrinya dari belakang.
"Good night sweety." Bisik Aarav ditelinga istrinya.
"Hmm.. Good night honey." Balas Arabella.
"Kau masih marah?" Tanya Arabella mengusap tangan Aarav yang melingkar di perutnya.
"Aku cemburu sweety. Karena tidak ada pria yang boleh dekat denganmu kecuali aku." Jawab Aarav.
"Baiklah maafkan aku, aku akan menghindarinya lain kali." Ucap Arabella yang lebih memilih mengalah.
"Hmm.... Tidak akan pernah ada lain kali!" Sahut Aarav mencium puncak kepala Arabella.
BERSAMBUNG.