Love at First Sight

Love at First Sight
CHICAGO!



Siangnya Arabella dan Aarav terbang ke Chicago untuk menemui keluarga pria itu. Shen akan menyusul nanti bersama dengan Erina.


"Dimana Erina honey? Apa dia tidak ikut?" Tanya Arabella.


"Tidak, dia masih dalam massa hukuman nya." Jawabnya.


"Dia tidak salah honey, jangan menghukum nya ya," Kata Arabella lembut.


"Bukan aku yang menghukum nya sweety, tapi Shen. Kau jangan khawatir karena Shen sangat menyanyangi adiknya jadi dia tidak akan memberikan hukuman yang berat." Ujar Aarav.


***


"Kenapa putra kita lama sekali darling." Kata Clara duduk di ruang keluarga bersama dengan sang suaminya.


Arthur sudah menceritakan kepada istrinya tentang wanita yang menjadi kekasih putra mereka, Clara sangat senang mendengar nya karena akhirnya putra nya yang terkenal dingin dengan orang lain itu akhirnya menemukan dambaan hatinya.


Arthur dan Clara tidak peduli dengan latar belakang wanita yang menjadi dambaan anak mereka, selama itu adalah pilihan putranya maka tidak masalah. Karena mereka mengharapkan kebahagiaan pada anaknya.


"Bersabarlah baby, mereka sedang dalam perjalanan." Jawab Arthur.


Setengah jam kemudian Arabella dan Aarav pun tiba di bandara Chicago. Beberapa anak buah the devil's telah berada disana untuk menjemput mereka.


"Aku sangat gugup honey." Kata Arabella ketika mereka berada di dalam mobil menuju kediaman kedua orang tua Aarav.


"Tenanglah sweetie, kau tidak perlu gugup. Kedua orang tuaku pasti akan sangat menyukaimu." Jawab Aarav memegang tangan Arabella mencoba menenangkan nya.


"Tapi bagaimana jika mereka tidak menyukai ku." Lirih Arabella.


"Tidak ada alasan untuk mereka tidak menyukaimu." Jawab Aarav.


Tidak lama mereka pun tiba di mansion orang tua Aarav. Aarav menggandeng tangan Arabella dan membawanya masuk kedalam mansion.


"Akhirnya kalian tiba juga." Seru Clara ketika melihat Aarav dan Arabella masuk ke ruang keluarga.


Clara segera menghampiri mereka, dia memeluk dan mencium pipi putranya. "I miss you mom." Kata Aarav.


"Me too sayang." Timpal Clara melepaskan pelukannya.


Arabella melihat kagum kecantikan Clara, walau sudah berusia namun wajahnya masih tampak sangat segar dan cantik.


"Hallo sayang, kau pasti Arabella kan?" Seru Clara tersenyum dan memegang kedua tangan wanita itu.


"Iya aunty, saya Arabella. Senang bertemu dengan aunty." Kata Arabella dengan suara lembut nya dan tersenyum manis kepada Clara.


"Oh my god sayang, kau cantik sekali... Putraku benar-benar sangat beruntung bisa mendapatkan mu." Puji Clara.


Arabella tersenyum malu mendengar pujian itu. "Iya mom, putramu ini memang sangat beruntung." Sahut Aarav.


"Mulai sekarang panggil aku mommy sayang." Ucap Clara.


Clara membawa Arabella untuk duduk bersamanya di sofa, mereka tampak asik mengobrol. Arabella sangat senang kedua orang tua Aarav menyukai nya dan sangat baik terhadap nya.


"Daddy sudah mengurus surat pernikahan kalian dan pesta pernikahan nya akan dilaksanakan tiga hari lagi," Kata Arthur.


"Mommy sudah memilihkan Wedding Designer terbaik untuk kalian," Timpal Clara yang tampak sangat excited.


Arabella cukup terkejut mendengar nya. Karena semuanya sudah disiapkan oleh kedua orang-tua Aarav dengan begitu cepat. "Thanks mom, dad." Ucap Aarav.


"Boyyyy!!!" Teriak seorang wanita masuk ke mansion itu.


"Sayang, tidak perlu berteriak." Ucap Bastian yang berjalan di belakang istrinya itu.


"Diamlah kau pak tua." Sahut Beatrice.


"Boyyyy!!" Lanjut nya.


Bastian hanya tersenyum dan menggeleng melihat tingkah istrinya itu. "Oh my... Aunty sama sekali tidak berubah." Kata Aarav yang mengenal suara itu.


"Dia memang tidak akan berubah sepertinya." Timpal Arthur.


Clara tertawa kecil mendengar nya. "Boy, kenapa kau tidak memberitahu aunty kalau sudah tiba." Seru Beatrice.


"Aku baru saja tiba aunty." Jawab Aarav memeluk dan mencium pipi Beatrice yang sudah dianggap nya seperti ibunya sendiri.


"Mana calon menantuku." Kata Beatrice.


"Sayang kemarilah." Seru Aarav kepada Arabella yang sedang duduk disebelah ibunya.


Arabella pun menghampiri Beatrice.


"Ya ampun, kamu cantik sekali sayang. Siapa namamu?" Kata Beatrice.


"Namaku Arabella aunty, senang bertemu denganmu." Seru Arabella menampakkan senyuman manisnya.


"Aku ibunya Erina kau pasti sudah bertemu dengan anak tengil itu di New York kan," Kata Beatrice.


"Iya aunty, kami sudah saling mengenal. Erina anak yang baik dan menyenangkan." Jawabnya tersenyum.


"Tidak usah memuji anak tengil itu sayang, kami sudah tahu apa yang dilakukan nya kemarin." Kata Beatrice.


"Sorry son, anak itu sudah membuat masalah padamu kemarin." Ucap Bastian kepada Aarav.


"Hmm.. Uncle tidak usah khawatir." Jawab Aarav.


BERSAMBUNG.