
Aarav dan Arabella sedang duduk di sofa dekat jendela, mereka tengah menunggu sarapan mereka datang.
"Kau yakin hanya ingin mengelilingi kota Heidelberg sayang?" Tanya Aarav karena Arabella cuman ingin mengelilingi kota itu, padahal Aarav sudah menawarkan untuk pergi mengelilingi Eropa.
"Hmm... Aku tidak ingin kau meninggalkan pekerjaanmu terlalu lama, hanya karena honeymoon kita." Jawab Arabella.
"Pekerjaanku sama sekali tidak akan terganggu sayang, aku memiliki banyak bawahan yang bisa diandalkan." Ucap Aarav.
"Kita keliling eropa ya... Aku ingin menghabiskan banyak waktu liburan denganmu." Aarav mencium pipi wanita itu.
"Kau yakin honey pekerjaanmu tidak akan terbengkalai?" Kata Arabella dengan suara lembutnya yang menenangkan siapa saja yang mendengarnya.
Aarav terkekeh kecil mencium pipi istrinya itu. "Hmm.. Kau tenang saja." Jawab Aarav. Akhirnya mereka mengubah rencana bulan madunya dengan memutuskan akan mengelilingi Eropa.
Sarapan untuk mereka pun akhirnya datang, mereka sarapan dengan di isi obrolan ringan di sela-sela sarapan pagi mereka.
Setelah selesai sarapan Aarav dan Arabella langsung check-out dari hotel. Aarav berjalan menggandeng tangan istrinya.
Di loby dan luar hotel seperti biasa para anak buah Aarav sudah berjejer disana menunggu bos mereka.
"Apakah mereka akan selalu ikut dengan kita, selama kita honeymoon honey?" Tanya Arabella.
"Mereka tidak akan menganggu kita sayang." Jawab Aarav.
Di depan loby tampak mobil jenis Jeep Wrangler Rubicon sudah terpakir disana.
Mereka semua menundukkan kepala ketika kedua bos mereka keluar.
Aarav membukakan pintu mobil itu untuk sang istrinya. Setelah Arabella masuk Aarav pun menyusul dan duduk di belakang setir kemudi.
"Kamu sendiri yang akan menyetirnya honey?" Tanya Arabella karena biasanya Aarav selalu menyuruh sopir membawa mobil.
"Aku benar-benar ingin menghabiskan waktu berdua denganmu... Hanya kita berdua." Jawab Aarav sembari mengemudikan mobilnya.
"Tapi masih ada anak buahmu." Tunjuk Arabella ke spion mobil diluar.
"Aku sudah memerintahkan mereka untuk berjarak cukup jauh dengan kita dan kau tidak akan menyadari kehadiran mereka." Sahut Aarav.
namun tetap membuat Aarav senang, karena sedikit demi sedikit wanita itu sudah terbuka padanya.
"Kenapa kita tidak memakai mobil Van saja honey? Bukankah lebih menyenangkan menggunakan mobil seperti itu jika ingin ber traveling." Tanya Arabella.
"Keamanan nya tidak terlalu menjamin sweetie, apalagi mobil seperti itu tidak anti peluru seperti mobil ini.. Aku ingin menempuh perjalanan ini dengan sangat aman karena kau bersamaku." Jelas Aarav.
***
Terletak di tepi sungai Neckar, di antara perbukitan hijau yang landai di kedua sisinya, Heidelberg adalah perpaduan arsitektur abad pertengahan dan Barok yang menakjubkan.
Mereka mengunjungi beberapa bangunan tua yang ada disana seperti Geraja Roh Kudus, Haus Zum, maupun juga Neckarstaden yang merupakan bangunan-bangunan yang dibangun pada abad sekitar 15.
Arabella yang menyukai sejarah tampak sangat antusias ketika Aarav membawanya kesana dan juga pria itu menjelaskan tentang beberapa sejarah bangunan tua itu yang diketahuinya.
"Bagaimana kamu bisa tau cerita itu semua honey?" Tanya Arabella penasaran karena Aarav mengetahui semua cerita dibalik bangunan tua itu.
"Dulu mendiang kakekku suka membawaku berkeliling dunia dan dia juga mengajarkan tentang banyak sejarah yang kami kunjungi termasuk tempat ini. Aku sudah pernah kesini bersama kakek sebelum nya." Jelas Aarav.
"Maaf, aku jadi mengingatkanmu dengan mendiang kakekmu." Lirih Arabella.
Aarav memeluk Arabella dan memcium puncak kepalanya. "Kita makan siang dulu hmm.. " Ucap Aarav.
Arabella menganggukkan kepalanya. Lalu mereka pun pergi ke restoran terkenal di daerah itu, restoran tersebut bernama Ai Portici, Ai Portici menonjol di antara restoran Italia besar lainnya di Heidelberg karena kualitas makanan dan dekorasi atmosfernya yang luar biasa. Restoran hanya menawarkan menu kecil, tetapi setiap hidangan disiapkan dengan hati-hati dengan cara tradisional Italia .
Aarav dan Arabella pun memesan makanan dan minumannya, tidak lama pesanan mereka pun datang. Mereka berdua menikmati makanan itu tanpa ada obrolan.
Tanpa mereka sadari di sudut restoran tampak sepasang mata yang terhalang kacamata hitam melihat tajam kearah sepasang suami-istri itu.
Setelah menyantap makan siangnya mereka pun pergi keluar dari restoran dan melanjutkan perjalanan mereka dengan di ikuti oleh beberapa anak buahnya yang berada di mobil lain.
Orang itu menatap kepergian Aarav dan Arabella dan tampak orang tersebut menyeringai.
BERSAMBUNG.