Love at First Sight

Love at First Sight
Berhasil Kabur



Ketika Arabella baru ingin memasuki mobil, tiba-tiba Erina berlari keluar dan memanggilnya sehingga Arabella melihat ke arahnya. "Kakak ipar tunggu, aku juga ingin ikut." Seru Erina.


"Naiklah." Jawabnya tersenyum.


Penjaga pria tadi belum masuk kedalam mobil, dia tampak berbicara dengan beberapa rekannya di depan pintu mansion.


"Dia tidak mencurigai kita kan Erina?" Ucap Arabella melihat kearah penjaga itu.


"Tenanglah kakak ipar, mereka tidak akan curiga sama sekali karena aku sudah terbiasa menghadapi hal seperti ini." Sahut Erina santai.


"Tapi bukankah kau selalu ketahuan." Ucap Arabella.


Erina menjawabnya dengan cengiran lebarnya.


Sekarang pria itu sudah berada di dalam mobil dan membawa kedua wanita itu menuju perusahaan milik Aarav. Namun disaat pertengahan jalan, Erina menyuruhnya untuk berhenti sebentar dan sopir pun menepikan mobilnya.


Erina tampak mengeluarkan sesuatu dari tasnya saat pria itu melihat sekeliling jalan.


Lalu ia menyemprotkan cairan bius kewajah pria itu hingga pria itu langsung pingsan ketika menghirupnya.


Dan Erina menarik pria itu keluar dari mobil dan meletakkannya di pinggir jalan.


"Done!! Sekarang kita pergi bersenang-senang kakak ipar." Seru Erina senang.


Berbeda dengan Arabella yang justru terlihat khawatir. "Erina bagaimana jika nanti kita ketahuan." Ucap Arabella khawatir.


"Tenanglah kakak ipar, kita hanya pergi sebentar saja." Sahut Erina.


Tanpa kedua wanita itu ketahui, ternyata dari belakang mereka ada sebuah mobil berwarna hitam sedang mengikuti mereka sejak keluar dari wilayah mansion tadi.


"Kau yakin wanita itu berada di dalam sana?" Ucap seorang pria yang duduk dikursi samping pengemudi.


"Aku yakin 100%, mataku tidak salah melihat wanita itu." Ucapnya.


"Tapi kenapa tidak ada pengawalan sama sekali jika dia ada di dalam sana." Ucap pria itu melihat ke belakang dimana tidak ada satu pengawal pun yang mengikuti mobil itu.


"Mungkin saja ini keberuntungan untuk kita." Sahut temannya.


Namun tidak lama sebuah mobil melaju kencang menabrak bagian belakang mobil mereka dengan sangat kuat hingga membuat mobil itu kehilangan kendali.


Bruk!!


"Apa-apaan ini, darimana datangnya mereka." Marah pria yang duduk disamping kemudi.


Bruk!!


Mobil itu terus menabrak dan menyerang mereka hingga benar-benar kehilangan kendali, lalu saat di dekat jurang, mobil yang menyerang tadi mendorong bagian belakang mobil kedua pria itu dan menjatuhkan mobil beserta kedua pria yang ada di dalamnya hingga jatuh ke jurang dan seketika mobil itu meledak.


Erina menghentikan mobilnya di depan salah satu club ternama di kota itu. Ia segera mengajak Arabella untuk turun dari mobil. Arabella pun mengikutinya.


Erina mulai melepaskan coat nya ketika masuk kedalam club itu, ia melihat kearah Arabella yang masih memakai mantel kemudian Erina melepaskan mantel milik Arabella. "Pakaian ini terlalu sexy Erina, biarkan aku memakainya saja." Ucap Arabella.


"Kakak ipar, pakaian kakak ipar ini tidak ada apa-apa nya dibandingkan dengan yang digunakan orang-orang di dalam nanti." Sahut Erina.


Arabella dan Erina masuk kedalam ruangan yang gemerlap dengan lampu disco serta Suara musik yang keras ditambah dengan suara dentuman Dj yang kencang dan sorak sorai suara orang-orang di dalam sana yang tengah menari bersenang-senang mengikuti irama musik Dj itu.


"Kakak ipar ayo kita menari bersama!" Ucap Erina berteriak karena suara musik yang kencang.


Erina menarik tangan Arabella dan membawanya bergabung menari dengan orang-orang yang berada di lantai dansa. Erina mulai menari dan melompat-lompat kecil, sedangkan Arabella tampak terdiam kaku karena ini merupakan pertama kalinya wanita itu berada di tempat seperti itu.


***


"Shi*," Umpat Daniel keras ketika melihat layar monitor nya.


"Ada apa?" Tanya Lukas yang sedang asik bermain game di handphone nya ketika melihat Daniel dengan terburu-buru memakai jaketnya.


"Bersiaplah kita dalam masalah besar sekarang, kedua nona itu kabur dari mansion. " Ucapnya berjalan cepat keluar.


Lukas yang mendengar berita mengejutkan itu pun langsung melompat dari sofa dan berlari menyusul Daniel yang sudah berada diluar.


Mereka langsung melajukan mobil dengan cepat bersama dengan beberapa anak buahnya. "Cepatlah Dan, gas lebih cepat lagi." Kesal Lukas karena dia sangat takut jika sampai didahului oleh bos nya nanti..


"Diamlah brengsek, kau pikir hanya kau yang takut sekarang." Geram Daniel.


"Sekarang kau sudah lihat se belut apa wanita itu. Argh! Aku benar-benar akan menjambak rambutnya nanti." Kesal Lukas memukul pintu mobil karena dia takut jika sampai di hukum lagi oleh bosnya nanti.


BERSAMBUNG.