Love at First Sight

Love at First Sight
Bingung



"Kau sudah sangat yakin bos?" Tanya Shen untuk memastikan keputusan bos nya tersebut.


Aarav yang sedari tadi memangku dagunya dengan salah satu tangannya, menatap asistennya itu dengan serius. "Aku sangat yakin dengan keputusanku!" Jawab Aarav.


"Baik bos." Jawab Shen.


"Tunggu... Apa mereka tahu mengenai keberadaan nya?" Tanya Aarav dengan kening yang berkerut.


"Tenang saja bos. Tidak ada informasi apapun yang bocor!" Seru Shen.


"Hmm.. Bagus." Ucap Aarav.


"Siapkan para anak buah! kita akan menghancurkan mereka malam ini!" Seru Aarav dengan seringai mengerikan di bibirnya.



"Baik bos," Jawab Shen pergi keluar.


Aarav pun pergi dengan di ikuti oleh Shen dan beberapa anak buahnya di belakangnya. Dia berjalan keluar mansion, di depan teras mansion sudah ada mobil dan beberapa anak buahnya yang berdiri disana menunggu sang bos mereka. Mereka pun menundukkan kepala saat melihat kedatangan bos mereka.


Salah seorang anak buah yang berdiri di dekat mobil pun langsung membukakan pintu setelah melihat bos nya keluar, Aarav pun masuk kedalam mobil dengan duduk di kursi penumpang sedangkan Shen duduk di kursi depan bersama dengan sang sopir.


Mobil itu pun melaju dengan di ikuti lima mobil jeep berwarna hitam di belakangnya.


***


Di dalam kamar, Arabella tampak berpikir di atas tempat tidur kingsize itu. Dia sama sekali tidak menyadari kamar siapa yang sedang ditempat nya itu. Dia berpikir bagaimana dia bisa keluar dari tempat ini.


Namun tidak lama, beberapa maid masuk kedalam kamar tersebut dengan membawa banyak barang masuk kedalam kamar tersebut.


Arabella sontak kaget dan segera turun dari ranjang ketika melihat banyak maid yang datang.


"Ada apa ini?" Guman Arabella bingung melihat para maid itu masuk kedalam walk in closet dan beberapa ada yang masuk kedalam kamar mandi.


Arabella pun mengikuti maid yang masuk kedalam walk in closet.


"Kami sedang menyiapkan keperluan anda nona." Jawab salah seorang maid dengan ramah sedangkan maid yang lainnya tampak sibuk menata barang.


"Apa? Tapi kan kamar ku bukan disini? dan juga sudah ada pelayan yang menyiapkan keperluan ku tadi. " sahut Aabella yang semakin bingung.


"Tidak nona. Tuan sudah memindahkan kamar anda kemari, jadi anda akan tidur dikamar ini." Jawab nya lagi.


"Kenapa? Tapi kenapa?" Tanya wanita itu penuh dengan kebingungan.


"Maaf saya tidak tahu apa alasannya nona, nona bisa tanyakan langsung kepada tuan muda nanti." Jawab maid tersebut.


Arabella masih diam mematung, mencoba mencerna apa yang direncanakan oleh pria itu pikirnya. Lalu Arabella melihat salah seorang maid membuka lemari yang isinya baju jas semua.


"Pakaian siapa ini?" Tanya Arabella menghampiri maid tersebut.


"Ini milik tuan muda nona." Jawab nya ramah.


"Hah? Kenapa ada disini?" Tanya nya yang bertambah bingung.


"Iya, karena ini memang kamar tuan muda, nona." Jawabnya.


"APA??" Pekik Arabella menutup kedua mulutnya saking terkejutnya.


"Tapi kenapa? Kenapa dia menyuruhku untuk pindah ke kamarnya?" Tanya nya memegang tangan maid itu.


"Maaf nona, saya tidak tahu." Jawab maid tersebut dan kembali mengerjakan pekerjaannya.


Arabella tidak bisa berkata-kata lagi, dia kembali mematung ditempatnya sampai para maid itu pergi keluar. Arabela tersungkur di lantai dengan tatapan bingung.


"Kenapa? Apa yang dia inginkan?" Gumamnya duduk tersungkur di lantai.


BERSAMBUNG.