
Aarav dan Shen tiba di mansion pukul delapan malam, Aarav langsung mencari keberadaan kekasihnya ketika tiba di dalam mansion dan pelayan mengatakan jika Arabella sedang berada di taman belakang bersama dengan Erina.
Aarav pun segera menyusul nya dengan di ikuti Shen di belakangnya. "Apa yang kalian bicarakan? Tampaknya seru sekali." Seru Aarav yang baru tiba disana dan melihat kedua wanita itu tampak tertawa bersama.
"Honey, kau sudah kembali? Apa kau sudah makan malam?" Tanya Arabella.
Aarav mengecup bibir Arabella sekilas. "Sudah sweety, aku makan bersama rekanku." Jawab nya lembut.
"Lihatlah kakak, tidakkah kau iri dengan kak Aarav." Seru Erina memukul pelan lengan Shen yang berdiri di sampingnya.
Shen menjepit leher Erina dengan tangannya. "Kakak kau juga harus segera mencari wanita pendamping mu, sebelum kakak Aarav menikahi kakak ipar." Seru Erina ketika Shen menjepit lehernya.
"Diamlah bocah, kau terlalu banyak bicara." Sahut Shen.
Arabella dan Aarav terkekeh lirih melihat pertengkaran kakak beradik itu. Lalu Aarav mengangkat Arabella ala bridal style meninggalkan kedua kakak beradik yang sedang bertengkar itu menuju ke kamar.
"Turunkan aku, aku bisa jalan sendiri." Seru Arabella karena dia merasa sedikit malu dilihat oleh pengawal dan pera pelayan.
Aarav tidak memperdulikan ucapan wanita itu dan tetap menggendong nya.
"Lihatlah kakak, kita ditinggalkan oleh pasangan yang sedang dimabuk cinta itu." Ucap Erina ketika Shen melepaskannya.
"Ini sudah malam, kau segera tidur sana." Kata Shen.
"Kakak bagaimana kalau aku kenalkan kau dengan beberapa temanku?" Seru Erina yang tidak patah arang untuk mencarikan jodoh Shen.
"Aku akan menambah masa hukuman mu kalau kau berbicara sembarangan lagi." Ucap Shen.
"Ck, kau dan kak Aarav sama saja, Sama-sama suka mengancam, seharusnya yang menjadi pasangan kak Aarav itu kau kak, kalian memang sangat cocok dan mempunyai banyak kesamaan." Ucap Erina kesal dan mendapat jitakan di keningnya oleh Shen.
"Sudah cepat tidur sana." Ucap Shen.
Erina mengehentakkan kakinya dan berjalan masuk kedalam mansion. Shen menggeleng melihat tingah adiknya itu.
......................
"Bajingan itu tidak mengatakan apapun kan?" Tanya pria paruh baya itu yang duduk di sofa dengan menghisap sebatang rokoknya.
"Tidak bos, dia benar-benar tutup mulut mengenai kita." Jawab pria yang berdiri di depannya.
"Terus mata-matai kediaman pria itu, cari celah bagaimana bisa membuat wanita itu keluar darisana." Serunya.
"Tempat itu dijaga begitu ketat bos, bahkan orang kita tidak bisa masuk kedalam wilayah perumahan itu." Sahut pria itu.
Prang!! Pria paruh baya itu melemparkan asbak rokok ke wajah pria di hadapannya hingga mengenai keningnya dan berdarah.
"BODOH! BUKANKAH SUDAH KUBILANG CARI CARANYA! CARI CARANYA!" teriak nya emosi.
"B-baik bos, kami akan mencari caranya secepat mungkin." Jawab pria yang sepertinya anak buahnya itu.
...****************...
Saat ini Aarav, Shen, Arabella dan Erina sedang duduk berkumpul di ruang keluarga menikmati cemilan sembari menonton televisi disana, sedangkan Shen tampak fokus dengan laptopnya.
"Sweety, kenapa kau duduk disana, cepat pindah kesini." Seru Aarav ketika Arabella yang baru kembali dari kamar kecil memilih duduk di sofa yang berada di sampingnya dimana Erina duduk sekarang.
Arabella mengikutinya karena pria itu tidak akan berhenti sampai keinginan nya dituruti. Erina terkekeh lirih melihat kakaknya yang sangat bucin itu selalu ingin berada didekat Arabella.
"Kak, apa kau tidak kasian selalu memperlihatkan kemesraan di depan pria lajang itu?" Seru Erina sengaja mengejek Shen karena Aarav selalu menebar cintanya kepada Arabella di depan mereka .
Arabella dan Aarav tersenyum mendengar nya. "Hei Shen, carilah pasangan mu jika kau merasa iri kepadaku." Seru Aarav.
Shen melihat kearah Aarav. "Tidak bos, aku sama sekali tidak iri." Jawab Shen datar.
"Aku curiga kalau kau tidak normal kakak." Sahut Erina yang mendapatkan lemparan bantal sofa dari Shen.
BERSAMBUNG.
JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGANNYA YA GUYS. LIKE, KOMEN, VOTE DAN FAVORITNYA ;)