
Kini Aarav dan yang lainnya akan kembali ke Madrid karena misi mereka sudah tuntas dan Aarav sudah tidak sabar untuk berjumpa dengan istri tercintanya.
Namun, "APA!!" teriak Aarav marah dengan seseorang diseberang telepon milik anak buahnya.
"AKU SUDAH MELAKUKAN PERINTAHMU DAN KAU MASIH AKAN MENGHALANGIKU UNTUK BERTEMU DENGAN ISTRIKU!" Aarav murka kepada seseorang.
"LANCANG SEKALI KAU!" lanjut nya.
"Aku masih ingin menghabiskan waktu satu bulan lagi dengan cucuku." Jawab pria dibalik telepon itu dengan santai.
"DIA ISTRIKU! APA KAU TAHU!"
"Dan dia cucuku... Sudahlah nanti satu bulan kedepan aku sendiri yang akan mengantarkan nya langsung padamu." Pria itu langsung memutuskan panggilannya.
Aarav berteriak marah dan melemparkan handphone ditangannya ke dinding dengan kuat. *dan Lagi-lagi handphone milikku yang jadi korbannya* batin anak buah itu sendu.
Aarav mengusap gusar wajahnya, dia tidak bisa menunggu satu bulan lagi untuk bertemu dengan istrinya. Dia ingin berada di sisi istrinya dan menjaganya, serta merawatnya dan anaknya yang sedang dikandung oleh Arabella. Dia bisa benar-benar gila jika berpisah lebih lama lagi dengan belahan jiwanya.
"Kalian ikut aku." Tunjuk Aarav kepada Shen, Daniel dan Lukas.
Mereka pun mengikuti langkah bos. "Ambil handphone tadi." Aarav menghentikan langkah nya dan lalu kembali pergi.
Mereka masuk kedalam sebuah ruangan yang dipenuhi oleh peralatan komputer. "Lacak sampai dapat nomor itu!" Perintah Aarav.
Mereka ber empat pun mulai fokus berkutat dengan komputer masing-masing. Butuh waktu cukup lama untuk mereka menemukan pemilik nomor tersebut.
"Bukankah ini kode nomor kerajaan." Gumam Aarav.
Shen, Daniel dan Lukas pun segera mendekat ke meja bosnya. "Iya.. Ini milik kerjaan spanyol, aku pernah menggunakan kode itu untuk meretas keamanan mereka namun tidak berhasil." Seru Daniel.
"Apa hubungan nona dengan kerajaan Spanyol ini!" Kata Lukas.
"Bukankah besok malam ada acara di kerajaan?" Tanya Aarav.
"Iya bos,, tuan besar Arthur mempunyai undangannya." Jawab Shen.
"Katakan pada daddy jika aku yang akan menggantikan nya besok malam." Ucap Aarav.
"Baik bos." Jawab Shen.
...****************...
Arabella tampak sedang berjalan-jalan di taman bersama dengan kakeknya. "Sayang, maaf besok kakek harus pergi ke kerajaan karena ada urusan, kakek janji tidak akan lama." Ucap Tuan besar Kingston.
"Tidak apa-apa kek.. " Jawab Arabella menampakkan senyum nya yang sangat mirip dengan ibunya dimata pria tua itu.
"Andai waktu bisa diulang.. " Lirihnya.
Arabella memegang tangan kakeknya. "Maafkan kakek nak... " Ucap tuan Kingston sendu.
"Yang lalu biarlah jadi masa lalu kek, sekarang kakek harus fokus pada masa depan untuk menjadi lebih baik." Kata Arabella menenangkan kakeknya.
Tuang Kingston mencium kening cucunya. "Terimakasih sayang." Ucapnya.
...****************...
Aarav disambut dengan istimewa berbeda dengan tamu lainnya karena dia dari keluarga terhormat dan berpengaruh di dunia. Banyak para konglomerat yang mencoba mendekati nya untuk menjalin kerjasama.
Namun Aarav sudah memerintahkan para bodyguard nya untuk menyingkirkan siapapun yang mencoba mendekati nya, karena tujuannya datang kesana bukanlah untuk bisnis melainkan mencari petunjuk mengenai keberadaan istrinya.
Mata Aarav menatap tajam kepada seseorang yang tampak baru menuruni anak tangga, seorang pria paruh baya yang berjalan bersama dengan seorang pria yang tampak seumuran dengan ayahnya.
"Selamat malam tuan Kingston," Sapa Aarav mengulurkan tangannya kepada pria paruh baya tersebut.
"Selamat malam tuan Grey, kau pasti putranya tuan Arthur Grey kan." Pria itu membalas uluran tangannya.
"Iya tuan Kingston, saya Aarav Grey, maaf daddy ku tidak bisa datang jadi aku pergi menggantikan nya." Jawab Aarav ramah.
"Semoga tuan Grey, menikmati acara malam ini." Kata tuan Kingston dan dibalas senyuman serta anggukan dari Aarav.
"Awasi pria tua itu." Perintah Aarav ketika Kingston pergi meninggalkan mereka.
Acara makan malam itu berlangsung sampai tengah malam, Aarav tidak mengalihkan pandangannya dari sosok pria tua tadi.
"Sepertinya dia tidak akan pergi malam ini." Gumam Aarav tidak melihat gerak-gerik Kingston akan meninggalkan pesta.
Setelah jam menunjukkan pukul satu malam, Aarav dan Shen pun pergi meninggalkan acara itu. Mereka menghentikan mobil di dalam semak-semak yang tinggi untuk memantau pergerakan Kingston dari sana.
"Dimana pakaianku?" Tanya Aarav di dalam mobil bersama dengan Shen.
Shen memberikan pakaian Aarav dan dia pun juga mengganti pakaiannya di dalam mobil.
Shen menggunakan teropong kecil memantau pergerakan Kingston.
"Dia masih belum keluar dari sana?" Tanya Aarav bersandar di kursi mobil.
"Belum bos." Jawab Shen sembari memakai teropongnya.
Pukul tiga dini hari Kingston baru keluar dari sana dan memasuki mobilnya lalu pergi dengan beberapa Pengawalnya.
"Dia sudah keluar bos." Seru Shen.
"Cepat ikuti." Perintah Aarav.
Shen melajukan mobil tersebut dan mengikutinya.
"Kalian sudah mendapatkan sinyalnya kan?" Ucap Aarav dibalik earphonenya.
"Sudah bos," Jawab Daniel dan Lukas bersamaan.
"Ikuti terus, jangan sampai lepas." Ucap Aarav yang lebih ke ancaman.
"Baik bos." Jawab mereka.
BERSAMBUNG.