
......................
......................
Malam ini Aarav dan Arabella akan pergi ke sebuah pesta yang diadakan oleh salah satu relasi bisnisnya.
Aarav awalnya tidak ingin pergi dan akan memerintahkan Shen saja untuk mewakilinya, Namun Arabella terus memaksa ingin pergi dengan dalih bosan berada di mansion.
Arabella berdiri di depan cermin, dia menatap tubuhnya yang semakin berisi terutama di bagian dadanya yang semakin besar, bahkan dress yang dia gunakan sudah tidak dapat menutup bagian dadanya lagi.
"Nampaknya tubuhku semakin membesar!" Ucapnya di depan cermin.
Aarav yang sudah bersiap dan menunggu di sofa dan tak kunjung melihat istrinya keluar dari walk in closet, akhirnya ia pun menyusul sang istri.
"No no no... Ganti gaunmu sayang, itu terlalu terbuka, aku tidak mau asetku terlihat." Kata Aarav yang meliha istrinya menggunakan gaun terbuka.
"Tapi...... " Ucap Arabella langsung dipotong oleh suaminya.
"Ganti atau kita tak jadi pergi sayang!" Ucap Aarav.
Arabella pun akhirnya mengganti gaunnya dengan lebih tertutup, dia menggunakan gaun berwarna hitam panjang dengan belahan yang tidak terlalu panjang.
Sedangkan Aarav menggunakan jas berwarna hitam dan rambut klimisnya, membuat dia terlihat gagah dan berwibawa.
Setibanya di acara pesta, Aarav sama sekali tidak melepaskan gandengan tangannya dari istrinya, bahkan ketika Arabella ke toilet pun pria itu ikut mengantarkan nya sampai depan pintu dan menunggunya.
Dan Arabella tidak bisa menghentikan suami protektifnya itu.
"Sayang, aku ingin mengambil minuman sebentar ya." Bisik Arabella ketika Aarav sedang berbicara dengan relasi bisnisnya.
"Ayo, aku akan menemanimu." Jawab Aarav.
"Tidak perlu honey, meja minumannya hanya berjarak dua meja saja dari sini." Bisik Arabella.
"Permisi, aku harus menemani istriku kesana dulu." Ucap Aarav kepada beberapa rekan bisnisnya yang bicara dengannya tadi.
Dia tidak menghiraukan Protesan Arabella dan membawanya mengambil minuman dan cemilan.
"Halo Mrs. Grey." Seru seseorang dari samping Arabella.
"Hai," Balas Arabella tersenyum dan melihat wanita cantik di sampingnya.
"Zoe? Kau disini juga." Seru Aarav yang memang sudah mengenal Zoe anak dari sahabat mommy nya.
"Iya, aku mewakili perusahaan untuk menghadiri pesta ini." Jawab Zoe.
"Kau sendirian saja Zoe?" Tanya Arabella.
"Hei, panggil aku Arabell saja. Senang bisa bertemu lagi denganmu disini." Sahut Arabella tersenyum.
"Baik Arabel, senang juga dapat bertemu dengan kalian disini, karena aku tidak banyak mengenal orang-orang disini." Kata Zoe.
"Kalau begitu ayo kita cari meja untuk duduk bersama." Sahut Arabella.
Mereka pun akhirnya duduk di meja bundar yang sama dan saling mengobrol, namun tidak lama Shen datang menghampiri mereka.
"Duduklah Shen." Ucap Aarav ketika Shen baru tiba.
Shen pun duduk dan melihat kearah Zoe. "Kenalkan dia Zoe, shen." Ucap Arabella.
"Saya sudah tahu nona." Jawab Shen mengangguk.
Aarav menautkan alisnya melihat kearah asistennya itu karena pasalnya dia belum pernah mengenalkan Zoe kepada-Nya.
"Dia tinggal di apartemen yang sama denganku bos." Jawab Shen yang seakan mengerti tatapan bos nya itu.
"Iya, aku juga tidak menyangka jika dia adalah asistenmu Aarav." Sahut Zoe.
"Kalau begitu nanti kau antar Zoe pulang Shen, karena dia pergi sendirian kesini." Ucap Arabella.
"Tidak usah Arabel, aku akan pulang sendiri saja." Tolak Zoe.
"Tidak Zoe, nanti Shen yang akan mengantarmu pulang dan nanti kau tidak perlu ke mansion lagi Shen." Kata Aarav.
Mendengar perintah dari bos nya itu, Shen tentu tidak dapat menolak atau membantahnya.
"Baik bos." Jawab Shen.
Tidak lama Aarav dan Arabella pun meninggalkan acara itu karena Arabella tampak sudah mengantuk.
"Pergilah jika kau ingin pergi, aku masih ada urusan disini." Kata Zoe yang masih duduk di meja bundar itu.
"Bos sudah memerintahkanku untuk mengantarmu pulang nona dan aku tidak akan melanggar perintah itu." jawab Shen sembari meminum wine nya.
"Baiklah, tunggu sebentar." Jawab Zoe beranjak dari duduknya dan pergi menemui seseorang.
Shen hanya memperhatikan wanita cantik itu dari tempat duduknya saja.
Zoe tampak berbicara dengan seorang wanita, namun tidak lama ada seorang pria mendekatinya dan memberikan segelas wine kepada Zoe.
Terlihat dari wajahnya wanita itu tidak suka dengan pria tersebut tapi Zoe menerima minuman tersebut dan meminumnya, lalu meninggalkan pria tersebut namun pria itu menahannya.
BERSAMBUNG.