Love at First Sight

Love at First Sight
KAKEK??



Arthur, Aarav, Bastian dan Shen tengah duduk di sofa yang berada di ruangan itu. Aarav hanya tertunduk lesu dan Arthur menggosok punggung putranya itu.


"Kita tidak akan bisa melacaknya nak.. Karena lawan kita kali ini sepertinya cukup sulit.. Hanya bisa menunggu sampai mereka yang menghubungi kita." Ucap Arthur pelan.


"Tidak dad... Aku tidak bisa menunggunya.. Bagaimana jika mereka tidak pernah menghubungi kita." Protes Aarav.


"Tidak mungkin mereka tidak akan menghubungi kita... Percayalah pada daddy." Jawab Arthur mencoba mengertikan putranya itu.


"Apapun yang terjadi aku tidak akan menyerah dad... Aku sangat mencintainya dad. " Ucapnya sendu dan menghapus air matanya yang berada di ujung kelopaknya.


Arthur tak bisa menghentikan putranya itu karena dia mengerti sebab ia juga pernah merasakan berada di posisi putranya ketika kehilangan Clara dulu.


...****************...


Kejadian Saat Arabella Di Bawa Kabur.....


"Siapa kau?" Tanya Arabella panik karena orang itu langsung membawa mobil tersebut.


Pria itu tidak menjawab namun dia mengeluarkan semprotan kecil dari jaketnya dan menyemprotkan nya ke wajah Arabella hingga wanita itu langsung pingsan.


Pria itu melajukan mobil tersebut dengan sangat cepat karena beberapa mobil di belakangnya mengejarnya. "****!!" Umpatnya.


Tiba-tiba dari depan ada sebuah mobil yang tampak hendak menabraknya, pria itu pun langsung mematahkan stir kemudinya kearah samping hingga keluar dari jalur jalan.


Brukk!!!


Mobil tersebut menabrak sebuah batu besar hingga bagian depannya hancur. Tubuh Arabella langsung terpental ke depan namun untuknya tidak terjadi apa-apa karena airbag langsung mengembang.


"****!!" Umpat pria itu memegangi kepalanya yang terasa pusing.


Namun tiba-tiba pintu mobil itu dibuka oleh seseorang dan menarik paksa pria itu keluar. "Siapa kalian? Kalian pastinya bukan anak buah the devil's." Seru pria itu.


Orang-orang itu tidak menjawab sama sekali. "Cepat bawa nona pergi." Seru salah satu orang misterius itu.


Mereka membawa Arabella kedalam helikopter yang sudah disiapkan disana. "Ck.. Ternyata kalian juga sudah merencanakan ini semua." Decak pria itu.


Tangan dan kaki pria itu diborgol dan mereka memasukkan nya dengan paksa kedalam mobil. Mereka pun segera pergi ketika helikopter itu membawa Arabella.


......................


"Bagaimana kalian bisa sangat ceroboh ingin menabrak mobilnya!! Awas saja jika sampai terjadi sesuatu dengan cucu dan cicit ku." Bentak seorang pria paruh baya kepada anak buahnya yang membawa Arabella.


"Cepat panggilkan dokter pribadiku kemari." Lanjut nya melihat kearah Arabella yang terbaring di atas ranjang king size.


"Keadaan nona dan kandungan nya baik-baik saja tuan. Tapi untuk sekarang sebaiknya nona banyak beristirahat dan sementara waktu jangan melakukan perjalanan jauh, karena nona memiliki fisik yang lemah." Jelas doker setelah selesai memeriksa keadaan Arabella.


"Jangan kemana-mana dan tetap disini selama cucuku berada disini, aku ingin kau selalu mengecek keadaannya." Ucap pria paru baya itu.


"Baik tuan besar." Jawab dokter.


Satu jam kemudian Arabella mengerjapkan kedua matanya. "Dimana aku?" Ucapnya bingung melihat sekeliling ruangan yang asing baginya.


Cklekk!!


Pintu kamar itu terbuka dan seorang pria paruh baya memakai tongkat masuk kedalam kamar tersebut. "Kau sudah sadar sayang?" Ucap pria tua itu pelan.



"Siapa kau? Dan dimana aku sekarang?" Ucap Arabella bingung.


"Tenanglah nak, kau berada ditempat yang aman sekarang." jawab pria paruh baya itu.


"Bayiku, apa mereka baik-baik saja?" tanya Arabella memegang perutnya.


"mereka baik-baik saja, kau jangan khawatir nak." jawabnya.


Lalu Arabella melihat ke sosok pria tua yang sama sekali tidak dikenalnya itu. "Anda siapa?" tanya Arabella.


"Aku kakek mu. Kau aman bersama kakek sekarang." Jawabnya.


"Kakek? Tapi aku tidak mempunyai seorang kakek? Siapa kau sebenarnya?" Orang tua Arabella memang tidak pernah memberitahu nya mengenai kakek dan nenek nya, baik dari pihak ibunya maupun ayahnya.


"Aku kakekmu Duke Laurencius Kingston.. ayah dari ibumu, Letizia Aliana Laurencius Kingston ... Ibumu merupakan salah satu keturunan bangsawan dari Spanyol, namun dia kabur karena sebuah perjodohan... Dia pergi bersama dengan ayahmu dan menghilang entah kemana... Kakek sudah mencarinya namun tak menemukan nya,


sampai akhirnya kakek mendapatkan kabar tentang kematiannya... Nenekmu sangat depresi ketika mendengar kabar tersebut hingga dia juga menyusul ibumu pergi. " Lirih pria tua itu menahan kesedihan nya.


Arabella menatap pria tua itu dan mendengarkan dengan saksama cerita yang baru ia tahu mengenai ibunya.


"Kakek sangat menyesal dan benar-benar merasa bersalah kepada ibumu.... Ayahmu menyembunyikan keberadaanmu dari kakek... Sejak saat itu kakek terus mencari keberadaanmu dan sekarang kakek sangat senang bisa menemukanmu, sayang. " Ucapnya sendu.


"Maafkan kakek... Maafkan kakek karena kau telah menderita selama ini." Ucap pria itu memegang kedua tangan cucunya.


Arabella tidak bisa menahan kesedihan nya. Air matanya sudah bercucuran mendengarkan cerita pilu dari kakeknya itu. Dia baru mengetahui tentang cerita orang tuanya tersebut.


Duke memeluk cucunya dan mencium puncak kepalanya, air matanya juga tak bisa menahan kesedihan dalam dirinya.


"Maafkan kakek..." Isak pria tua itu memeluk Arabella yang merupakan cucunya.


BERSAMBUNG.