
......................
"Eitt.. Mau kemana kau brengsek, kau pikir bisa melarikan diri dari the devil's." Ucap Lukas menahan kera baju belakang seorang pria yang tampak hendak melarikan diri.
"Lepaskan!!" Berontak pria itu.
"Oh tidak bisa." Jawab Lukas santai sedangkan pria itu sudah mati ketakutan karena tertangkap.
Lukas menarik pria itu dengan kasar kedalam markas Blood, pria yang merupakan ketua gang mafia itu tampak terkejut melihat seluruh anak buahnya mati terkapar di lantai tanpa tersisa satupun.
"Kenapa? Kau Kaget melihat para anak buah mu yang tidak berguna sudah lenyap semua." Seringai Lukas.
"M-maafkan saya tuan, s-saya memang salah tolong maafkan saya," Mohon nya di kaki Lukas.
"Ohh kau menyedihkan sekali Jack, kemana wajah angkuh mu yang dulu, yang seakan kau adalah ketua mafia terkuat." Ejek Lukas.
"Kau lambat sekali, cepatlah bereskan dia Lukas." Seru Daniel tidak sabaran karena dia tidak suka berbasa-basi ketika menghabisi musuh.
"Sabar sebentar Dude, kau tahukan ini misi pertamaku selama satu tahun ini, jadi biarkan aku bersenang-senang sebentar." Sahut Lukas.
"Cih, terserah kau saja." Jawab Daniel berjalan ke salah satu kursi kayu yang ada di ruangan itu dan menghisap rokoknya sambil menyaksikan pertunjukan yang dilakukan oleh Lukas.
Lukas melayangkan pukulan bertubi-tubi kepada Jack, namun dia masih membiarkan pria itu bernafas karena Lukas sengaja ingin menyiksanya terlebih dahulu. "Membosankan." Gerutu Daniel.
Dor!! Satu tembakan berhasil menembus jantung Jack hingga membuat pria itu tewas.
"Hei apa yang kau lakukan, aku belum selesai." Kesal Lukas kearah Daniel yang memasukkan kembali pistolnya.
Daniel tidak menghiraukannya, ia melenggang pergi keluar darisana.
"Kau menyebalkan Den." Kesal Lukas saat mereka sudah di dalam mobil.
"Masih banyak mangsa yang akan kau dapatkan nanti." Sahut Daniel menjalankan mobilnya.
Arabella dan Erina tampak sedang duduk di kursi taman belakang setelah makan malam, mereka makan malam berdua karena Aarav masih belum kembali.
Kedua wanita itu terlihat sudah dekat satu sama lain, pembawaan Erina yang sangat supel membuat Arabella suka dan nyaman mengobrol dengannya.
"Emm, kakak ipar apa aku boleh bertanya sesuatu?" Tanya Erina yang nampak berhati-hati.
"Apa Erina? Tanyakan saja." Jawab Arabella.
"Apa kau sudah tahu mengenai dunia gelap kakaku?" Tanya Erina lagi.
Arabella tampak terdiam sebentar yang membuat Erina was-was karena dia takut Arabella belum tahu dan dia pasti akan dalam masalah pikir nya.
Namun Arabella tersenyum dan mengangguk sehingga Erina merasa lega kembali. "Iya, aku sudah tahu. Dan aku tidak mempersalahkan nya." Jawab Arabella.
"Syukurlah kalau begitu, mungkin dunia gelap kakak terdengar kejam dan menakutkan tapi dengan dunia gelap itulah dia melindungi orang-orang tersayang nya dari para musuh nya." Jelas Erina.
"Terimakasih Arabella, karena telah hadir di dalam hidup kakak Aarav." Ucap Erina mengenggam tangan Arabella.
"Aku lah yang harusnya berterimakasih, karena Aarav telah hadir di dalam hidupku dan memberikan warna hidup yang indah kepadaku." Sahut Arabella.
Erina tersenyum. "Sekarang misiku adalah mencarikan pasangan untuk kakak tuaku yang satunya." Seru Erina.
Arabella terkekeh lirih mendengar nya. "Emangnya tipe Shen itu seperti apa?" Tanya Arabella.
"Entahlah aku juga tidak tahu sebenarnya, karena dia itu sama seperti kak Aarav yang susah ditebak." Keluh Erina.
BERSAMBUNG.
JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGANNYA YA GUYS. LIKE, KOMEN, VOTE DAN FAVORITNYA ;)