
......................
"Aku telah melakukan hal yang sangat memalukan dalam hidupku, Eva." Lirih Zoe.
"Emangnya apa yang telah kau lakukan? Mungkin aku bisa membantumu." Jawab Eva.
"Haish!! Lupakanlah Eva, tidak ada satupun orang yang dapat membantu kekacauan yang aku buat." Sahut Zoe.
"Baiklah jika kau tidak ingin mengatakannya Zoe, lebih baik kau siapkan Dokumen-dokumen untuk meeting besok!" Kata Eva kembali ke mejanya.
"Hmm!!" Jawab Zoe lesu.
......................
Zoe menyiapkan dan memeriksa kembali berkas yang akan di bawanya ke meeting besok.
Tepat pukul tujuh malam Zoe baru tiba di gedung apartemennya.
Zoe berjalan memasuki Lobby apartemen dengan langkah pelan sembari kepalanya melihat kearah kiri dan kanan, dirasanya orang yang ia hindari tidak ada.
Zoe pun berlari masuk kedalam lift. Ia menghela napasnya dan mengelus dadanya, membuat tiga orang yang berada di dalam sana melihat kearah wanita itu.
Ting!!
Pintu lift terbuka di lantai apartemennya. Sebelum melangkah keluar, wanita itu menyembulkan kepalanya keluar lalu mengedarkan pandangannya, dirasanya kembali aman, ia pun keluar dengan berlari kecil masuk kedalam unitnya.
Huftt!! Zoe bernafas dengan lega ketika sudah memasuki unit nya. "Kenapa aku takut bertemu dengannya? Bukankah pada akhirnya besok juga akan bertemu." Gumam Zoe.
"Bagaimana aku menghadapinya besok, huh." Gerutu wanita itu.
Ketika pukul delapan malam Shen pulang ke apartemennya, sebelum masuk kedalam unit nya. Shen berjalan kearah pintu apartemen Zoe dan memencet belnya.
"Siapa? Bukankah aku tidak ada memesan sesuatu!" Gumam Zoe ketika mendengar bel apartemennya berbunyi.
Lalu ia pun berjalan kearah pintu dan mengintip dari balik lubang pintu, betapa terkejutnya ketika dia melihat seseorang di depan unitnya.
"Oh my god!!" Ucapnya pelan dan menutup mulutnya dengan tangannya.
"Kenapa dia kemari sih? Apa dia mau menyalahkan tindakanku kemarin." Gumamnya.
Karena tidak kunjung dibuka, Shen pun kembali ke unitnya. Dia akan tetap membicarakan kejadian panas mereka waktu itu kepada Zoe, ketika sudah bertemu dengan wanita itu nanti.
Zoe bernafas lega ketika melihat Shen sudah pergi dari apartemennya. "Apa yang harus aku katakan ketika bertemu dengan dia besok?" Ucapnya mengacak-acak rambutnya.
......................
Keesokan Paginya, tuan Rodson dan Zoe serta dua asistennya yang lain pergi menuju perusahaan Grey.
Tiga puluh menit kemudian mereka pun tiba, kaki Zoe seketika berat untuk melangkah keluar dari mobil. Tangannya sudah berkeringat dingin.
Zoe seketika langsung sadar dan menganggukkan kepalanya. Dengan langkah berat dia memasuki perusahaan besar itu.
*Tuhan, kumohon tidak bertemu dengannya hari ini.* batin Zoe.
"Bersiaplah nanti Zoe, jangan mengecewakanku." Kata tuan Rodson ketika mereka berada di dalam lift.
"B-baik tuan." Jawab Zoe gugup. Dia bukan gugup akan presentasinya saat meeting nanti, tapi dia gugup akan bertemu dengan Shen nantinya karena sudah dapat dipastikan pria itu akan berada di meeting itu karena dia tahu jika Shen merupakan asistennya Aarav
Ingatan mengenai malam panas itu, terngiang-ngiang di otaknya. Sungguh memalukan bagi Zoe, mengingat bagaimana dia menggoda dan memaksa Shen untuk bercinta dengannya.
Ting!!
Pintu lift terbuka, mereka berjalan kearah ruangan meeting yang ditunjuk oleh sekretaris Aarav.
"Silahkan tunggu sebentar tuan, tuan Aarav akan datang sebentar lagi." Ucap sekretaris itu.
"Hmm... Baik." Jawab tuan Rodson duduk di kursi itu bersama dengan stafnya.
Sepuluh menit kemudian, pintu ruangan itu terbuka dan Aarav beserta tiga orang kepercayaannya masuk keruangan itu. Salah satu orang tersebut tentu saja adalah Shen.
Degh!!
Jantung Zoe tiba-tiba seakan berhenti berdetak ketika melihat kehadiran pria itu. Shen melihat Zoe dan sudut bibir pria itu sedikit terangkat sangat tipis sehingga tidak terlihat oleh siapapun.
*Oh my god,,* batin Zoe.
"Hallo tuan Rodson, senang bertemu dengan anda." Sapa Aarav berjabat tangan dengan Rodson.
"Hai Mr. Grey, saya juga senang dapat bertemu dengan anda dan saya harap kerjasama kita dapat berjalan dengan lancar." Sahut tuan Rodson ramah, berbeda jauh dengan sikapnya saat berada di kantor.
"Baiklah mari kita segera memulai meetingnya." Seru Aarav duduk di kursi kebesarannya di meja itu.
Shen duduk di dekat Aarav dan matanya tampak menatap wanita cantik yang duduk di seberangnya.
Zoe segera melangkah ke depan dimana dia akan menjelaskan mengenai poin-poin kerjasama antar perusahaan kedepannya. Wanita itu berusaha sekuat tenaga untuk menenangkan dirinya, apalagi Shen sedari tadi menatapnya dengan intens.
Shen kembali menyunggingkan bibirnya dengan tipis karena pria itu dapat menyadari jika wanita itu tampak malu-malu dan terlihat gugup terhadapnya.
*****,* Umpat Shen ketika pikiran liarnya mengingat kembali kejadian malam itu.
*She's so sexy* batin Shen dimana pikirannya sudah berpikiran liar melihat gerak-gerik tubuh Zoe di depannya.
BERSAMBUNG.