
Zoe mendongakkan kepalanya lalu mereka berdua saling memandang satu sama lain, Shen mengusap pipi Zoe dengan lembut lalu Zoe mengambil tangan Shen itu dan menciumnya.
"Maafkan aku yang tidak mengerti dirimu!" Ucap Zoe.
"Maafkan aku juga yang egois terhadapmu!" Ucap Shen.
Lalu Zoe tersenyum dan mengecup bibir Shen, Shen menahan tengkuk leher Zoe dan mereka saling ******* satu sama lain. Dari detik ke detik ciuman itu semakin dalam.
Shen memasukkan lidahnya dengan dalam ke mulut Zoe dan melilit lidah Zoe yang berada di dalam.
"Ehem!!!"
Suara deheman di depan pintu menghentikan kegiatan sepasang kekasih itu. Shen dan Zoe melihat ke asal suara itu dan betapa terkejutnya mereka ketika melihat Aarav yang berdiri di depan pintu dengan kedua tangannya berada di dalam saku celananya.
Zoe langsung berdiri dan memalingkan wajahnya yang sangat merah kearah lain karena malu sebab tercyduk oleh Aarav.
"Ck! Ck! Ck! Kalian pasti akan melakukannya di kantor jika saja aku tidak datang!" Seru Aarav.
"Ada apa sampai bos kemari?" Tanya Shen mengalihkan topik.
"Ck,aku sudah menghubungimu beberapa kali apa kau tahu? Dan ternyata aku tahu alasannya sekarang! Segera siapkan berkas untuk perusahaan di Swedia dan kirim kesana minggu depan." Jawab Aarav.
"Minggu depan aku tidak bisa bos! Karena aku akan menikahi Zoe." Jawab Shen yang membuat wajah Zoe tersenyum mendengar nya.
"Apa tidak bisa diundur sebentar?" Tanya Aarav.
"Maaf bos, untuk masalah ini tidak bisa karena aku sudah menyiapkan semuanya." Jawab Shen.
"Baiklah, aku akan mengirim yang lain saja untuk mengurus perusahaan disana!" Ucap Aarav.
"Bagaimana jika anda kirim Lukas saja kesana bos, sebab masalah perusahaan di Meksiko sudah selesai!" Kata Shen memberi usulan kepada Aarav.
"Okay, segera hubungi dia sekarang!" Perintah Aarav.
"Baik bos!" Jawab Shen segera menghubungi Lukas dengan ponselnya.
"Hallo tuan! Ada apa? Kau memang tahu jika aku sedang bersantai Shen." Suara Lukas yang tampak kesal karena lagi-lagi Shen menganggu nya.
"Nanti aku akan mengirimkan file ke e-mail mu untuk kau bawa ke Swedia minggu depan, kau tangani masalah disana sampai selesai." Ucap Shen to the point.
"Are you kidding Shen?? Aku baru saja menyelesaikan masalah perusahaan di Meksiko lalu kau langsung mengirimku ke Swedia untuk bertempur lagi? Apa kau sama sekali tidak memiliki hati nurani Shen." Ucap Lukas melupakan kekesalannya.
"Ini perintah dari bos!" Jawab Shen.
"Aku tak percaya! Ini pasti perbuatanmu. Aku tidak mau! Aku akan tetap kembali ke New York besok lusa." Kekeh Lukas.
"Katakan lagi!!" Ucap Aarav dengan nada dinginnya.
Lukas super duper terkejut mendengar nada suara dingin yang sangat dikenalnya itu. Ia menelan salivanya dan me merutuki ucapannya tadi.
"B-bos!!" Ucapnya tergagap.
"Hehehe... Tadi aku hanya bercanda saja bos, ma-mana mungkin aku berani melawan perintah yang mulia raja. Bo-bos tenang saja aku pasti akan menyelesaikan masalah di Swedia, bila perlu aku akan berangkat hari ini juga bos." Ucap Lukas tertawa renyah.
"Apa kau keberatan dengan perintahku ini?" Tanya Aarav masih dengan nada dinginnya, membuat siapa saja yang mendengarnya pasti tidak berani melawan.
*Yang benar saja, apa ada orang bertanya dengan nada mengancam seperti itu!* batin Zoe menggelengkan kepalanya.
"Te-tentu saja tidak bos, aku justru sangat senang mendapatkan perintah langsung dari bos." Jawab Lukas terpaksa.
"Bagus!!" Jawab Aarav langsung mematikan sambungan telepon nya.
"Shen sialan!! Kenapa dia tidak bilang jika ada bos disana." Kesal Lukas.
"Zoe, besok kau ke mansion temani Arabella sekalian mengisi waktu luangmu,bukankah kau sudah tidak bekerja lagi." Ucap Aarav yang masih berada di ruangan Shen.
"Kau tahu aku tidak bekerja lagi?" Tanya Zoe menautkan alisnya.
"Aku tahu semua gerak-gerik yang dilakukan orang-orangku." Jawab Aarav menyeringai.
Zoe berdecak mendengarnya, "Shen segera siapkan berkasnya, dan kirim ke Lukas secepatnya jika kau masih ingin menikah minggu depan." Seru Aarav.
"Baik bos!" Jawab Shen.
Aarav melangkah keluar dari ruangan itu. "Kau mau kemana Aarav?" Tanya Zoe.
"Tentu saja pulang dan menemani istri tercintaku, emangnya apalagi." Jawab Aarav pergi keluar.
"Apa dia sebucin itu? Bukankah ini masih pagi tapi dia sudah akan pulang!" Ucap Zoe menggelengkan kepalanya.
"Dia bosnya honey! Tidak ada yang bisa menghentikannya kecuali nona Arabella." Jawab Shen menarik tangan Zoe dan menciumnya.
"Dia suami takut istri ternyata!" Ucap Zoe terkekeh membayangkan wajah Aarav yang takut terhadap Arabella.
"Hari ini kau temani aku di kantor saja ya?" Ucap Shen.
"Hmm baiklah.." Jawab Zoe mengangguk tersenyum.
BERSAMBUNG.