
Shen pun memberikan isyarat kepada anak buahnya lewat gerakan kepalanya, beberapa anak buah the devil's menghampiri helikopter itu dan mereka melihat seorang pilot tengah tertidur di dalamnya.
Mereka menyeret paksa pria itu keluar dan membawanya kehadapan sang bos. "Apa yang kalian lakukan, lepaskan aku!" Teriak pria itu.
"Ikat dia!" Perintah Aarav.
"Baik bos." Jawab anak buahnya.
"Aku hanya seorang pilot, aku sama sekali tidak mengenal kalian." Seru pria itu.
"Diamlah jika kau masih ingin hidup." Ketus Shen karena jika pria itu terus mengoceh pasti akan menyulutkan kembali emosi bos nya.
"Siapa kalian? Apa aku pernah membuat masalah dan menyinggung kalian? Aku akan melaporkan kalian semua ke pihak yang berwajib jika tidak segera melepaskanku! Ayahku mengenal baik salah satu petinggi kepolisian, mereka pasti tidak akan melepaskan kalian nanti. Sial, kuat sekali kalian mengikatku." Pria itu terus mengoceh dan mencoba melepaskan diri dari ikatannya.
"DIAM!!" Bentak Aarav.
Benar saja emosi Aarav kembali tersulut mendengar ocehan itu. "APA KALIAN SEMUA TIDAK ADA YANG BISA MEMBUATNYA DIAM!!" Bentaknya kali ini kepada anak buahnya.
Daniel segera berjalan dengan cepat dimana pria itu tergeletak diatas tanah dengan tangan dan kaki di ikat, Daniel mengeluarkan sapu tangan dibalik jaketnya dan mengikatnya ke mulut pria itu agar berhenti bicara.
Aarav, Shen, Daniel dan Lukas duduk dimobil menunggu kedatangan Anthony yang sedang dalam perjalanan menuju kesana.
Tidak lama sebuah mobil Mercedes berwarna hitam tiba disana. Anthony begitu terkejut ketika melihat sekelompok orang yang dikenalnya sudah berada disana.
"Sial!! Bagaimana dia mengetahuinya." Geram pria itu.
"Bagaimana tuan? Kita sudah dikepung sekarang." Seru anak buahnya yang melihat dibelakang mobilnya sudah dikepung oleh segerombolan mobil the devil's.
Karena tidak mempunyai pilihan lain Anthony pun turun dari mobilnya.
Prook!! Prook!! Prook!!
Anthony bertepuk tangan untuk Aarav. "Kau memang keturunan senjati keluarga Grey, tidak heran jika kau bisa menghabisi semua partnerku dalam sekejap." Seru Anthony tertawa.
Aarav diam, bahkan dia tidak beranjak dari duduknya. Sorot matanya sangat tajam melihat pria di depannya yang jaraknya cukup jauh.
"Kenapa kau tidak bergeming sama sekali Mr. Grey. Apa kau tiba-tiba merasa takut ketika sudah melihatku." Seru Anthony percaya diri dan kembali tertawa.
Aarav menyeringai mendengar ucapan pria itu, lalu dia berdiri. "Kau salah Anthony, aku sama sekali tidak takut dengan pria tua bau tanah sepertimu. Tadi aku hanya sedang memikirkan bagaimana cara aku menghabisimu. Apa aku langsung menembak kepalamu hingga pecah atau memutilasimu terlebih dahulu seperti putramu dulu." Ucap Aarav dengan seringai mengerikannya.
Anthony mengepalkan tangannya mendengarnya. "Kau benar-benar iblis!" Geram Anthony.
"Jika kau sudah tahu aku Iblis, lalu kenapa kau masih berani mencari masalah denganku, hah!" Ketus Aarav.
"Aku ingin membalaskan dendam karena kau telah membunuh putraku." Marah Anthony.
"Putramu yang mencari masalah denganku terlebih dulu, apa kau lupa pria tua?" Jawab Aarav.
"Aku sumpahi supaya kau tidak akan pernah merasakan menjadi seorang orang tua selamanya." Seru Anthony.
Kata-kata Anthony langsung menyulut kemarahan Aarav berada di puncak tertinggi nya.
Para anak buah Anthony pun langsung menyerang anggota the devil's yang jumlahnya jauh lebih banyak dari mereka.
Anthony sudah kehilangan banyak anak buahnya karena sebagian dari mereka sudah dihabisi oleh Para The devil.
BUGH!!
BUGH!!
BUGH!!
Anthony menendang tubuh Aarav menjauh darinya, walaupun usia Anthony tidak muda lagi namun tenaganya masih cukup kuat.
Tapi dibandingkan dengan tenaga Aarav, tenaganya jauh tidak ada apa-apanya.
Anthony mengeluarkan pisau dari balik jaketnya dan mengarahkannya ke perut Aarav.
Namun Aarav dengan lihainya menahan tangan pria itu dan memutar tangan itu hingga terdengar suara retak dari tulangnya. "AHH!!." teriak Anthony karena tangannya patah.
Lalu Aarav menendang perutnya dan mengambil pisau milik Anthony yang terjatuh tadi, Aarav menindih tubuh Anthony dan merobek mulut pria itu dengan pisau tersebut.
Mata Anthony seketika terbelalak, dia sudah tidak mampu mengeluarkan suaranya karena mulutnya sudah dipenuhi darahnya. "Aku akan merobek dan menghancurkan mulutmu busukmu ini." Marah Aarav merobek habis mulut pria itu hingga pria tersebut tewas seketika.
Aarav bangkit dari tubuh Anthony yang sudah tewas itu, tangannya dipenuhi dengan darah Anthony.
Seorang pilot yang di ikat tadi menyaksikan dengan jelas ke brutalan dan ke sadisan Aarav terhadap Anthony. Tubuhnya langsung gemetar takut dan bahkan dia terkencing di celananya.
Shen dan yang lainnya sudah menuntaskan habis anak buah Anthony, lalu dia berjalan mendekati bos nya dengan membawa sebotol besar air putih untuk Aarav membersihkan darah ditangannya.
Shen mengucurkan air tersebut ketangan Aarav, Aarav pun membersihkan tangannya lalu matanya melihat kearah pria yang di ikat itu.
Pria itu menggeleng dan menangis ketakutan ketika Aarav melihat kearah nya. Aarav berdecak melihat pria penakut itu.
Ia lalu melepaskan bajunya dan mengelap tangannya dengan baju tersebut. "Lepaskan dia dan bersihkan tempat ini!" Perintah Aarav masuk kedalam mobil.
"Baik bos." Jawab anak buah the devil's.
Aarav merasa Anthony cukup cerdik karena pria tua itu bisa mengelabui dan beberapa kali lolos dari kejaran nya. *Hanya seorang pria tua tapi berhasil membuatku berkeliling mencarinya sampai sejauh ini. Menyebalkan,* Batin Aarav menyenderkan kepalanya di kursi mobil.
BERSAMBUNG.