Love at First Sight

Love at First Sight
bab 1 : Aliya



Suara adzan berkumandang, tanda solat subuh sudah tiba. Namun gadis ini sudah bangun sebelum shubuh. Ia selalu bangun pagi, dan ia pun rajin sekali solat.


Gadis ini berusia 20 tahun, kesibukannya Kuliah dan sekarang ini ia belajar untuk berhijrah. Parasnya yang imut dan lugu banyak sekali pria yang ingin mendekatinya. Ia tinggal berdua di rumah yang diwarisi oleh ayahnya. Ayahnya sudah meninggal sejak ia berumur 15 tahun. Gadis ini bernama Aliya Fairus Ar Rozaq.


Dan hari ini tepat ulang tahunnya sang ayah, ia dan ibunya sering sekali ke makam ayahnya.


Aliya : "Bu, ibu gak lupa kan hari ini tanggal berapa ?"


Ibu : "memangnya tanggal berapa Al?"


Aliya : "Ibu, jangan pura-pura lupa deh,"


Ibu : "iya hari ini tanggal ulang tahunnya ayah kamu kan? Ibu tidak akan lupa Aliya, mungkin kalau Ibu lupa, Ibu sudah menua dan jadi pelupa." (sambil tersenyum melihat Aliya yang berdiri sehabis wudlu.)


Aliya : "Kirain ibu udah lupa. Tapi tenang aja Bu, Aliya selalu ingetin Ibu, biar ayah seneng Bu."


Aliya : "ayahmu bangga nak, melihat kamu menjadi orang baik dan menjadi wanita yang sholeh. itu cita-cita ayahmu, ayahmu tidak mengharuskan kamu menjadi orang kaya atau sukses, tetapi menjadi anak yang berakhlak baik, Sholeh, dan patuh kepada kedua orang tua. Begitulah cara orang tua yang sukses mendidik anak, bukan dari harta atau tahta tapi dari akhlak anak tersebut."


Aliya hanya terdiam tidak menjawab, karena ia merasa sangat rindu dengan ayahnya. ia langsung meninggalkan ibunya sambil tersenyum masuk ke kamarnya, ia sholat dan mendoakan ayahnya, sampai meneteskan air matanya.


Ibu : "Aliya... ayo kita berangkat ke rumah ayah ?"


Aliya tidak menjawab seruan dari ibunya. Lalu di ketoknya pintu kamar Aliya.


Ibu : "Al, apa kamu tidur lagi ?"


Aliya : "iyyaaa Bu, bentar lagi."


Ibu : "baiklah, Ibu tunggu di luar ya."


Aliya : "iya Bu "


Ibu : "loh, kamu kenapa Nak ?"


Aliya : "Aliya, rindu ayah Bu."


Ibu : "Ayahmu juga pasti merindukanmu. Dulu waktu Ayah masih bersama kita ketika ayah sibuk kerja dan kamu sibuk sekolah ayahmu merindukanmu. Ayah sangat sayang sama Aliya dan Ibu, Ayah tidak pernah meninggalkan Ibu dan Aliya, walaupun kita jauh dari ayah, tapi di hati kita selalu ada Ayah tersayang." (sambil tersenyum kuat, namun hati ibunya pun sangatlah rindu dengan suami yang ia cintai)


Aliya : "Aku baru tau Bu, kirain ayah cuma sibuk kerja. Aliya sayang ayah, Aliya janji Aliya akan berusaha menjadi wanita yang sholeh. Aliya mau belajar berhijrah Bu."


Ibu : "Alhamdulillah, jika kamu melakukannya dengan hati dan karena allah, insyaallah hidupmu akan indah nak, Ayah dan Ibu pun akan bangga kepadamu."


Saat tiba di pemakan, ada pria yang meninggal, sedang di kuburkan di TPU tersebut.


Aliya : "Bu, siapa yang meninggal?"


Ibu : "Ibu juga kurang tau nak, katanya sih anak muda kecelakaan."


Aliya : "innalillahiwainnaillaihirojiun. kasian keluarga yang di tinggal Bu."


Ibu : "doakan saja yang terbaik untuk mereka."


Aliya : "iya Bu."


Hai ayah, aku dan Ibu sudah datang untuk menjengukmu. Apa kabar yah ? sudah lama kita tak bertemu, semoga ayah di sana baik-baik saja. Aku disini selalu jagain Ibu dan ingetin Ibu di hari ulang tahun ayah. Ayah, aku mau berhijrah. ooiya ayah, selamat ulang tahun yang ke - 50 ya, hari ini aku sangat rindu sama ayahnya. (dalam hati Aliya.)


Suamiku, aku sangat merindukanmu. Selamat ulang tahun yang ke-50, Aliya sudah menjadi anak yang lebih baik. semoga impian kita tercapai, menjadi orang tua yang baik untuk anak kita. Suamiku, kita memang berbeda alam, tapi aku merasa kamu selalu ada di hatiku dan disampingku. suatu saat nanti kita akan dipertemukan kembali. (Ibu pun meneteskan air mata)


Ibu dan Aliya sudah selesai berdoa untuk ayahnya.


Aliya : "daaa ayah, besok Aliya sama Ibu kesini lagi ya, love so much ayah."


Ibu : "tenang di sana ya ayah, kita akan kembali kesini. Love so much ayah."


Ketika Aliya dan Ibu berjalan, dari depan ada seorang pria yang berjalan menunduk sehingga menabrak Aliya.


Aliya : "astagfirullahaladzim."


Pria tanpa nama : "maaf mba, ga sengaja"


Aliya : "iya iya gapapa".


Pria itupun langsung pergi. Mungkin dia sangat kehilangan orang yang sudah meninggalkannya.


Aliya pun merasakan bagaimana rasanya di tinggalkan oleh orang yang sangat berharga dalam hidupnya.


"Kehidupan sebenarnya hanyalah sementara, yang abadi adalah di akhirat nanti. Pergunakan hidup kita sebaik mungkin agar kita tak menyesal di kemudian hari." ~Aliya Fairis Ar-Rozaq


&&&&&