
Aarav dan Arabella keluar dari kamar mandi setelah satu jam lamanya. Kini kedua insan itu tengah berada di ruang walk in closet.
Arabella tampak memilih baju yang akan di kenakan oleh Aarav nanti. "Sweetie.. Pilih yang mana saja, aku akan tetap memakai nya kok." Ucap Aarav bersandar di salah satu lemari.
Arabella pun akhirnya memilih baju kaos hitam dan jaket Windbreaker berwarna hitam dengan celana jeans berwarna biru.
Arabella sengaja memilih Windbreaker sebab masih musim dingin dan Aarav bilang akan membawanya keluar jalan-jalan.
Arabella ingin meletakkan pakaian tersebut ke atas ranjang namun Aarav segera mengambil pakaian tersebut dan memakainya di depan Arabella.
Arabella membalikkan tubuh nya karena masih belum terbiasa akan sifat tidak tahu malu pria itu.
"Ayolah sweetie.. Jangan malu lagi, kau bukan hanya sudah melihatnya tapi kau juga sudah merasakan dan memegangnya sendiri." Ucap Aarav menggoda Arabella yang masih malu-malu itu.
Wajah Arabella langsung nge blush mendengar ucapan Aarav dan dia berusaha mengulum senyum nya karena sangat merasa malu.
Untunglah ia membelakangi Aarav sehingga pria itu tidak melihat ekspresi nya yang sekarang tengah salah tingkah.
Aarav duduk di sofa kamar sembari mengutak atik handphone nya menunggu Arabella yang sedang bersiap.
Setelah beberapa menit Arabella pun keluar dengan menggunakan nada pakaian yang sama seperti yang digunakan oleh Aarav.
Baju rajut hitam yang ditutupi dengan Windbreaker serta celana jeans berwarna biru.
Aarav tersenyum hingga menampakkan deretan giginya melihat pakaian yang dikenakan Arabella.
"You so beautifull my sweetie." puji Aarav berjalan mendekati Arabella dan mengecup bibir nya sekilas.
Aarav dan Arabella berjalan menuruni anak tangga dengan masih bergandengan. Sampai nya di ujung anak tangga Aarav menghentikan langkah dan langsung memeluk wanita itu dan menahan wajahnya untuk tetap berada di dadanya.
"Ekhem... " Aarav menatap tajam kepala pelayan yang sedang berdiri di depan pintu bersama dengan Shen.
Kedua pria itu langsung melihat kearah sumber suara dan menundukkan kepala mereka seolah memberi hormat kepada Aarav.
Lalu Shen pun memerintahkan Berto untuk cepat pergi dari sana. Setelah Berto pergi Aarav melepaskan pelukannya, Arabella mendongakkan kepalanya. "Ada apa?" Tanya Arabella heran.
"Tidak ada apa-apa, ayo kita segera pergi." Jawab Aarav lembut dan menggandeng Arabella menuju mobil yang sudah di siapkan di depan mansion.
Waktu berjalan melewati pintu, Arabella melihat Shen yang sedang berdiri disana. Lalu Arabella menyapa Shen dengan senyuman manisnya. Namun Shen justru kembali menundukkan kepalanya.
Aarav membukakan pintu mobil Arabella, lalu setelah itu dia berjalan ke pintu mobil di sebelahnya dengan Shen yang membukakan pintu tersebut.
"Kita akan pergi kemana?" Tanya Arabella di dalam mobil.
"Kita sarapan terlebih dahulu, okay." Jawab Aarav lembut.
Arabella menganggukkan kepalanya. Lalu dia melihat kearah belakang mobil dimana ada sekitar 4 mobil jeep berwarna hitam mengikuti mereka. "Apa mereka anak buahmu?" Tanya Arabella melihat ke belakang.
Aarav melihat kearah Arabella. "Hmmm, iya sweetie." Jawab Aarav sembari mencium punggung tangan wanita itu.
"Apa mereka akan mengikuti kita hari ini?" Tanya Arabella melihat kearah Aarav.
Aarav menganggukkan kepalanya. "Kau tenang saja, mereka tidak akan menggangu kita." Jawab Aarav.
BERSAMBUNG.