Love at First Sight

Love at First Sight
Menenangkan Singa



Cklek!!


Pintu ruang meeting itu tiba-tiba terbuka dan seorang pria paruh baya berbadan gemuk yang tampak berkeringat di sekujur tubuhnya berjalan masuk dengan langkah yang gemetar.


Semua orang disana memandang ke sosok itu, dalam hati mereka sungguh kesal dengan kehadiran pria itu karena akan tambah mempersulit mereka menghadapi kemarahan sang bos.



Aarav menatap tajam pria itu, yang tampak sangat ketakutan.


"Tidak tahu malu! Siapa yang menyuruhmu menginjakkan kaki ke perusahaan ini lagi hah!" Marah Aarav.


Pria itu langsung bersujud di kaki Aarav namun Aarav menendangnya menjauh darinya, "Tuan tolong maafkan saya, saya janji tidak akan mengulangi nya lagi. Mohon tuan." Mohon pria itu.


Shen segera menyeret pria itu keluar dari ruangan, karena dia juga begitu kesal kepada pria tua itu yang mengabaikan aturan dari bosnya.


"Jika kalian merasa tidak puas bekerja disini silahkan keluar, sangat mudah bagiku mencari pengganti kalian semua," Marah Aarav sembari menunjuk pintu keluar.


Semua terdiam tidak ada yang berani berkutik, tidak mudah bagi mereka untuk bisa sampai ke titik seperti sekarang. "Sekarang kalian meetingkan sendiri masalah ini, aku ingin hasilnya memuaskan jika tidak maka aku sendiri yang akan menendang kalian semua dari perusahaan." Tekan Aarav dingin dan melemparkan sebuah map ke tengah meja dengan kuat.


Aarav membanting pintu keras dan keluar dari ruangan meeting dengan suasana hati buruk yang bisa membuat siapa saja mendekat pasti akan terkena semburan api darinya.


Shen berjalan di belakang, bahkan pria itu tidak berani berbicara kepada bosnya. Shen tampak membuka ponselnya dan mengirim pesan kepada seseorang.


Aarav duduk di kursi kebesarannya, namun tidak lama ponselnya berdering, senyuman langsung terukir di bibir pria itu ketika melihat nama yang menghubungi nya.


"Halo sweetie," Ucap Aarav lembut.


"Hallo honey," seru Arabella di seberang telepon.


Shen merasa lega ketika suasana hati Aarav kembali membaik dan semua itu berkat Arabella yang bisa menjadi air bagi bosnya, Shen mengirimkan pesan kepada Arabella untuk membantu membalikkan suasana hati sang bosnya yang sedang buruk.


Aarav menggerakkan tangannya, menyuruh Shen untuk keluar dari ruangan nya.


"Kamu sedang apa hmm?" Tanya nya.


"Dimana Erina? Dia bersikap baik kepadamu kan?" Tanya Aarav.


"Dia sedang beristirahat, Erina sangat baik dia juga banyak bercerita tentang kamu honey." Jawab Arabella.


"Apa yang anak itu katakan?" Tanya Aarav.


"Upss secret, " Jawab Arabella.


"Aku sangat ingin mencium bibir mu saat ini." Ucap Aarav.


"Pikiranmu sudah kemana-mana honey." Decak Arabella dan Aarav terkekeh lirih mendengar nya.


Mereka berbicara cukup lama hingga Arabella mengakhiri nya karena ingin beristirahat. Aarav kembali bekerja dengan suasana hati yang sudah baik kembali, pria itu seakan lupa dengan kekesalannya tadi setelah ditelfon oleh kekasihnya.


Arabella merebahkan dirinya di atas ranjang setelah mengirimkan pesan kepada Shen, Arabella bertanya kepada asisten pria nya itu apakah suasana hati Aarav sudah membaik dan Shen pun menjawabnya serta berterimakasih kepada wanita itu.


Arabella tidak menyangka sebesar itu pengaruh nya terhadap Aarav, ia semakin merasa senang apalagi setelah mendengar cerita dari Erina tadi.


***


"Kau sudah melihat wanita itu bas?" Tanya Arthur yang memang sudah mengetahui sosok keberadaan Arabella di mansion putranya.


Tanpa Aarav ketahui sang daddy nya tetap memantau keamanan putranya dan the devil's dari kejauhan melalui orang bayangan nya.


"Saya belum sempat kesana bos." Jawab Bastian yang kini sedang duduk bersama Arthur di sofa ruangan kerja.


"Lihat saja sampai kapan bocah itu akan menyembunyikan wanita itu dari kita." Ucap Arthur menyeringai.


BERSAMBUNG.


JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGANNYA YA GUYS. LIKE, KOMEN, VOTE DAN FAVORITNYA ;)