Love at First Sight

Love at First Sight
Kebersamaan Arabella dan Erina



"Kakak ipar.. sudah berapa lama kamu tinggal disini?" Tanya Erina yang kini duduk berdua bersama Arabella di ruang keluarga, karena Aarav dan Shen sudah pergi ke kantor.


"Baru satu minggu." Jawab Arabella.


"Oh ya, kau berasal dari mana karena dari wajahmu sepertinya kau bukan dari sini, kau terlihat seperti orang eropa . " Tanya Erina.


"Aku dari Rusia, mungkin wajahku gen dari ibuku karena dia berasal dari Spanyol." Jawab Arabella tersenyum.


"Jujur aku sangat penasaran bagaimana kau bisa sampai bertemu dengan kakak ku yang sangat dingin sama orang lain itu. Maukah kau menceritakan nya sedikit padaku kakak ipar." Bujuk Erina yang rasa ingin tahu nya sangat tinggi.


"Sebenarnya ceritanya tidak terlalu panjang dan sangat tiba-tiba. Aku lari dari kejaran ibu tiriku, karena orang tuaku sudah meninggal semua, dia hendak menjualku oleh sebab itu aku melarikan diri. Disaat perjalanan aku tiba-tiba melihat mobil lewat dan aku menghentikan nya. Aku masuk kedalam mobil itu dan meminta tolong kepada mereka yang tidak lain adalah Aarav yang saat itu kebetulan melewati jalan raya.


Aarav akhirnya membantuku dengan pergi dari sana, dan akhirnya dia membawaku terbang kemari, aku sangat tidak percaya ketika dia bilang mencintai ku dengan beberapa hari saja aku disini. sebab dengan latar belakang ku dan latar belakangnya sangat jauh berbeda. Namun tidak dapat dipungkiri aku juga merasa nyaman ketika bersama dengannya dan perlakuannya sangat tulus padaku." Jelas Arabella.


Erina menggenggam tangan Arabella dia merasa sedih mendengar cerita yang cukup menyakitkan dimana dia hendak dijual oleh ibu tirinya.


"Maafkan aku kakak ipar karena membuat mu menceritakan hal yang menyakitkan," Ucap Erina yang merasa bersalah.


"Tidak apa-apa Erina, aku juga sudah melupakan kejadian itu, semua berkat Aarav yang membuat ku bahagia dan melupakan peristiwa itu." Jawab Arabella tersenyum.


"Kau tahu kakak ipar, kau adalah satu-satunya wanita yang mampu menembus hatinya kakak. Jujur memang banyak wanita yang mengejar kakak dan ingin berdiri disamping nya bahkan mereka ada yang nekat melucuti bajunya di ruangan kakak namun, kakak ipar tahu apa yang terjadi?" Ucap Erina.


"Apa yang terjadi?" Tanya Arabella.


"Benarkah? Mustahil Aarav tidak tergoda." Sahut Arabella yang tak percaya karena wanita yang mendekati Aarav pasti dari kalangan atas semua.


"Kakak ipar, kau tidak mengenal kakak lebih dalam ternyata." Ucap Erina.


"Aku baru beberapa hari mengenalnya Erina dan kau panggil aku Ara saja, aku cukup malu ketika kau memanggilku dengan sebutan itu." Ucap Arabella.


"Tidak kakak ipar, aku sangat yakin kau benar-benar akan menjadi kakak iparku nanti." Jawab Erina yang sudah nyaman memanggilnya dengan sebutan itu.


"Kakak Aarav itu suka jijik sama wanita yang mencoba menggoda nya, bahkan rekan bisnis nya hampir pria semua." Lanjut Erina.


Arabella mendengar dengan saksama saat Erina bercerita mengenai Aarav, dia merasa sangat senang mengetahui kalau hanya dirinya lah satu-satunya wanita yang bisa masuk ke hati Aarav.


***


Aarav dan Shen kini berada di ruang meeting, suasana ruangan itu begitu mencengkram disebabkan kemarahan Aarav kepada salah satu kepala bagian perusahaan yang tidak hadir padahal meeting siang ini cukup penting.


Salah satu kepala bagian Direktur Personalia ketahuan pergi berlibur bersama seorang wanita, setiap sebelum meeting pasti Shen akan memberikan kabar kepada para pemimpinbagian, jadi tidak mempunyai alasan untuk tidak datang.


"Kalian tahu sejak pagi tadi aku sudah menyiapkan bahan meeting siang ini, dan lihat sekarang, kalian meremehkan nya." Ucap Aarav emosi dan memukul meja dengan keras hingga membuat mereka semua terkejut dan takut.


BERSAMBUNG.