
......................
"FU*K." Umpat Aarav keras dan membanting ponselnya dengan kuat ke lantai hingga benda itu hancur berkeping-keping, ia baru saja mendapatkan informasi mengenai Arabella dan Erina dari seseorang.
Pria itu langsung naik pitam mengetahuinya.
Shen yang juga sudah tahu informasi itu pun juga marah dan pergi ke ruang Aarav dengan cepat, namun tepat baru dilorong dia berpapasan dengan Aarav, Aarav melangkah cepat dengan wajah yang sudah merah padam.
Shen pun segera mengikutinya dibelakang. "Bagaimana kau mengurus pengawal-pengawal bodoh itu hah!" Bentak Aarav memegang kerah baju Shen ketika mereka berada di dalam lift.
"Maaf bos, ini semua memang salah saya." Ucap Shen yang memang merasa bersalah terhadap Aarav.
Shen merasa kesal dan marah karena telah mengecewakan Aarav kali ini, sebab Bastian atau sang daddy angkatnya selalu berpesan kepada-Nya untuk tidak membuat Aarav kecewa namun baru hari ini dia merasakan telah membuat Aarav sangat kecewa.
***
Erina melihat Arabella diam saja, ia pun memegang kedua tangan Arabella dan menggerakkan nya supaya Arabella ikut menari juga. Namun beberapa pria tampak mendekati mereka berdua karena penampilan kedua wanita itu terlihat sangat cantik.
"Hei nona, maukah kau menari bersamaku." Ucap seorang pria kepada Arabella.
Erina segera menjauhkan tubuh Arabella dari pria itu. "Jangan ganggu kami." Tekan Erina menatap tajam pria itu.
"Pria mana yang bisa tidak menganggu wanita cantik seperti kalian." Sahut pria itu.
Bugh!
Tiba-tiba seorang pria memukul keras wajah pria yang menganggu Arabella tadi hingga jatuh ke lantai dan sudut bibirnya mengeluarkan darah.
Arabella dan Erina terkejut ketika melihat sosok itu yang tidak lain adalah Aarav beserta Shen disampingnya.
Aarav menatap kearah kedua wanita itu dengan tatapan mematikannya, kedua wanita itu langsung menundukkan kepala mereka ketika dua pria di depannya menatap mereka dengan tatapan yang tampak sangat murka.
"Beraninya kau memukulku." Marah pria itu dan hendak melayangkan pukulan nya ke wajah Aarav namun Lukas segera menahannya dan menghajar pria itu hingga kembali tersungkur di lantai.
Daniel dan Lukas tiba ditempat itu bersamaan dengan bos mereka, hingga mereka berdua mengumpat kesal karena sampai bersamaan dengan sang bos disana.
Aarav menarik tangan Arabella kuat dan membawanya keluar dari sana, sedangkan Erina dibawa oleh Shen. "Pelan-pelan, kakiku sakit." Ucap Arabella yang memakai sepatu high heels.
Aarav tidak menghiraukan ucapan Arabella, sampai nya di depan pintu club. Aarav langsung memasukkan Arabella dengan paksa kedalam mobilnya yang masih berada disana.
Aarav menutup pintu mobil itu kemudian dia masuk ke pintu sebelahnya dan duduk di belakang kemudi. Aarav melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh hingga tubuh Arabella terhuyung ke kanan dan ke kiri.
Aarav diam seribu bahasa dan Arabella juga tidak berani berkata apapun saat ini sebab Aarav tampak sangat marah kali ini.
Sampainya di mansion Aarav menghentikan mobilnya dan menarik tangan Arabella ketika ia membukakan pintu wanita itu. Arabella melihat ke sekitar dimana ia tidak melihat keberadaan Erina sama sekali.
Arabella merasa sangat khawatir dengan Erina sekarang. "Dimana Erina?" Tanya Arabella ketika Aarav menariknya kedalam.
Aarav masih diam dan ia justru semakin menarik Arabella dengan kuat. Hingga membuat tangan dan kaki wanita itu terasa sakit. Arabella memberontak dengan mencoba menghempaskan tangan pria itu supaya lepas dari pergelangan nya.
"Kau masih berani memberontak rupanya." Bentak Marah Aarav ketika Arabella mencoba melawan.
"Aku bukan ingin memberontak, tapi aku hanya ingin melepaskan tangan-Mu karena kau memegang nya begitu kuat hingga pergelangan tanganku sangat sakit," Lirih Arabella.
Aarav pun melepaskan tangannya dan memopong tubuh Arabella di pundaknya. "Aarav, turunkan aku." Berontak Arabella.
Aarav tidak menghiraukan nya dan membawa wanita itu kedalam kamar.
Brukk!!
Aarav membanting pintu kamar dan menguncinya. Lalu menurunkan tubuh wanita itu.
Aarav menatap Arabella tajam, wanita itu langsung menundukkan kepalanya karena tidak berani melihat tatapan bringas itu. "Apa yang coba kau lakukan?" Bentak Aarav yang sudah tak tahan lagi untuk meluapakan emosinya kepada wanita itu.
"A-aku... " Ucap Arabella terbata dan merasa takut dengan bentakan dari pria itu.
"Kau tahu apa yang kau lakukan sekarang hah?" Bentak nya lagi.
"Apa kau tidak tahu betapa bahayanya diluar sana dan bahkan lebih parahnya kau pergi tanpa pengawal satu pun! Apa kau bodoh Arabella?" Marah Aarav.
Tubuh Arabella sudah bergetar dan deraian air matanya sudah bercucuran membasahi wajahnya, ketika pria itu memarahinya. "M-maafkan aku... " Ucapnya dengan suara bergetar.
BERSAMBUNG.