Love at First Sight

Love at First Sight
Kesibukan di Markas



Erina masuk kedalam sebuah ruangan khusus para ahli IT yang ada di markas itu.


Orang-orang di dalam sana terlihat sangat sibuk di depan layar monitor masing-masing dengan menekan keyboard tak ada hentinya.


"Retas semua CCTV di area itu, jangan sampai ada yang tertinggal." Perintah Daniel sembari mata fokus ke layar monitor komputer nya.


"Baik tuan." Jawab mereka bersamaan.


Erina duduk di salah satu kursi kosong yang terdapat komputer tak terpakai di depannya.


Lukas melihat kearah Erina, karena wanita itu duduk tepat di sampingnya. Ia cukup terkejut dengan kedatangan wanita itu.


"Apa yang kau lakukan disini? Cepat pergi kau hanya akan membuat masalah saja nanti." Ketus Lukas.


"Shut up!! Aku ingin membantu mencari kakak ipar." Jawab Erina sedikit membentak dan mulai mengotak-atik komputer di depannya.


"Biarkan dia Lukas." Seru Daniel.


Zoe memilih duduk di sofa ruangan itu dan mengamati orang-orang yang terlihat sangat sibuk dengan komputer mereka masing-masing.


"Sial!! Tidak ada kamera pengawas disepanjang jalan itu." Kesal Lukas frustasi.


"Apa kalian sudah meretas dashcam mobil milik kakak Aarav? Mungkin kita bisa menemukan petunjuk nya dari sana." Seru Erina fokus melihat layar monitor.


"****!! Kau benar, kenapa kita tidak terpikirkan ide itu tadi." Timpal Lukas.


"Retas juga GPS handphone milik nona dan temukan keberadaan nya, secepatnya." Sambung Daniel.


Dan mereka semua menganggukkan kepala. Daniel memicingkan matanya ketika dia berhasil meretas dascam yang terpasang di bagian depan kabin mobil milik bosnya.


"Pria ini... " Kata Daniel tergantung ketika melihat sosok pria yang tidak asing baginya.


"Ada apa Dan? Kau mengenalnya?" Tanya Lukas menghampiri Daniel.


"Iya... Aku pernah melihatnya saat sedang menjalankan misi di jerman tahun lalu.... Aku melihat dia di salah satu club di Hamburg bersama dengan seorang pria." Kata Daniel.


"Siapa pria yang bersama dengannya? Apa kau tau?" Tanya Lukas.


Daniel menggelengkan kepalanya sebab dia tidak mengatahui dengan siapa pria itu di club dulu, karena wajah orang tersebut tertutup dengan topinya.


"Kita harus segera menyusul bos ke spanyol." Seru Daniel segera beranjak dari kursinya.


"Kau benar... Aku akan memerintahkan anak buah untuk menyiapkan jet pribadi." Timpal Lukas segera berlari keluar.


Erina masih tampak fokus dengan monitor dan keyboard komputer nya. "Nona kau sebaiknya cepat pergi karena tuan Bastian sudah mengirim seseorang untuk menjemput anda kemari." Ucap Daniel.


"Aku tidak bisa pergi sekarang." Jawab Erina melihat layar monitor nya.


Daniel memerintahkan beberapa anak buahnya untuk memaksa membawa wanita itu pergi, Erina memberontak dengan sangat kuat sehingga beberapa anak buah itu sedikit kewalahan.


"Jangan membuat masalah nona,, situasi sekarang benar-benar sangat kacau." Bentak Daniel dan menarik paksa tangan wanita itu keluar dari markas.


Zoe mengikuti langkah cepat mereka dari belakang. "Bawa dia ke bandara... Orang-orang tuan Bastian sudah menunggu disana." Perintah Daniel kepada anak buahnya.


Erina dimasukkan paksa oleh Daniel kedalam mobil sehingga wanita itu tidak bisa memberontak lagi.


"Baik tuan," Jawabnya dan segera melajukan mobilnya dengan di ikuti oleh tiga mobil di belakangnya.


Zoe berdiri terdiam, dia tidak tahu situasi apa sekarang. "Dan anda juga kembali lah nona." Seru Daniel kembali melangkah kedalam markas.


Zoe pun berlari dengan cepat masuk kedalam mobilnya dan meningalkan tempat mengerikan itu.


BERSAMBUNG.