Love at First Sight

Love at First Sight
Melunak



Aarav sebenarnya tidak tega melihat wanita itu menangis, namun dia tidak bisa menahan kekesalannya terhadap perbuatan Arabella yang sangat membuatnya marah itu.


"Apa kau sudah merasa senang dan puas bisa menari dengan pria-pria disana." Ucap Aarav yang masih marah ketika mengingat Arabella digoda oleh pria di club tadi ditambah dengan pakaian nya yang sangat seksi itu.


Hati Arabella terasa ditusuk oleh jarum tajam ketika mendengar ucapan dari Aarav yang seakan merendahkan dirinya itu.


"Ucapanmu sungguh menyakiti hatiku Aarav." Sahut Arabella dengan air mata yang membasahi pipinya.


"Sikap mu jauh lebih menyakitiku Arabella," Tekan Aarav.


"Kalau begitu biarkan aku pergi dari sini, sejak awal aku sudah bilang jika tidak ingin merepotkanmu atau menyusahkanmu, kau sendiri yang menahan ku disini." Kata Arabella mencoba menghadapi Aarav.


"Aku akan pergi dan kau tidak akan merasa tersakiti lagi dengan kehadiran ku disini." Sambungnya lalu mencoba melangkah pergi namun Aarav menahan tangannya dan mendorong tubuh Arabella hingga jatuh ke kasur.


Aarav langsung ******* bibir Arabella dengan kasar dan dalam, tangannya menarik kasar baju wanita itu hingga lepas dan membuangnya ke lantai. Arabella kali ini mencoba memberontak karena perlakuan Aarav yang menurutnya kasar itu. Arabella menggigit bibir pria itu dan karena gigitan itu Aarav melepaskan ciumannya.


Arabella menutupi wajahnya dengan kedua tangannya wanita itu menangis terisak, sikap kasar Aarav itu membuat dia merasa seperti sedang dilecehkan. Dada Aarav terasa sangat sakit ketika melihat wanita itu menangis terisak.


Seketika hatinya melunak, lalu Aarav mencoba mengkontrol emosinya dengan beberapa kali menarik nafas nya. Ia pun melepaskan jas bajunya dan menutupi dada Arabella yang terbuka itu.


Aarav memeluk Arabella. "Maafkan aku. Maafkan aku Abella. Aku janji tidak akan seperti itu lagi." Bisik Aarav lembut sembari memeluknya.


Arabella masih menangis, lalu Aarav mencoba melepaskan pelan tangan Arabella yang menutupi wajahnya itu. "Maafkan aku, aku mohon jangan menangis lagi. Maafkan semua perkataan ku tadi dan sikap kasar ku. Kau bisa memukulku jika kau mau tapi aku mohon jangan menangis lagi, ya." Ucapnya lembut dan mengusap pipi Arabella yang basah.


Arabella menatap wajah Aarav yang berada di atasnya, dia melihat wajah pria itu


"Maafkan aku, honey." Ucapnya lembut dalam pelukan Aarav.


"Aku juga sweety, maafkan aku karena tidak bisa mengatur emosiku. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi." Kata Aarav lembut dan membelai rambut Arabella dengan pelan.


Lalu mereka pun melepaskan pelukannya dan Arabella mencium bibir Aarav dengan lembut, Aarav pun membalas ciuman Atabella. Namun ciuman itu semakin dalam dan menuntun.


"Can I??" Tanya Aarav dengan suara beratnya.


Arabella menganggukkan kepalanya. Aarav tersenyum lalu kembali ******* bibir Arabella dan membuang jas nya yang menutupi tubuh Arabella ke lantai. Tangannya meremas kedua gundukan wanita itu, Arabella melenguh dibalik ciumannya karena remasan tangan pria itu.


Aarav melepaskan seluruh pakaiannya dan Arabella, Aarav mulai memasukkan senjata nya kedalam milik Arabella, "Ah.. " Desah keduanya ketika tubuh mereka berhasil bersatu.


Aarav memaju mundurkan pinggul nya dengan cepat hingga Arabella beberapa kali mencapai pelepasannya. "Ah... Ah.. " Desah Arabella dengan suara indahnya yang membuat Aarav semakin bergairah. Aarav membolak-balikan tubuh Arabella mencoba beberapa posisi yang membuat keduanya merasakan enak.


Sikap Aarav seperti inilah yang Arabella kenal, seorang pria yang lembut dan penuh ketulusan yang membuatnya jatuh cinta, bukan pria kasar yang penuh dengan kemarahan seperti tadi.


"Ahk... " Desah keduanya bersamaan ketika melakukan pelepasan terakhirnya.


Keduanya tampak ngos-ngosan ketika selesai melakukan adegan panas itu yang berlangsung selama berjam-jam. Aarav merebahkan tubuhnya disamping Arabella lalu menutupi tubuhnya dan Arabella dengan kain.


BERSAMBUNG.