
Tepat setelah Aarav dan Arabella pergi, Shen dan Erina pun kembali langsung ke New York karena Shen yang akan mengurus perusahaan selama bos nya pergi berbulan madu dengan istrinya.
Shen membawa sang adik ke apartemen nya karena Erina akan berada disana selama Aarav pergi, dia sendiri yang akan mengontrol adik nakalnya itu.
"Kakak aku berada di markas saja ya... " Mohon Erina karena dia tidak akan terlalu bosan jika berada di markas the devil's.
"Tidak,, kau akan tinggal dengan kakak sementara waktu ini." Tegas Shen.
Erina mendengus kesal mendengarnya.
Ting!!!
Pintu lift terbuka, Shen dan Erina pun masuk kedalam nya. "Tunggu!!!" Teriak seorang wanita berlari menuju lift.
Erina menahan lift itu. "Terimakasih nona." Ucap wanita itu.
"Hai, kau kakak zoe kan? Senang bisa bertemu denganmu lagi." Seru Erina senang.
"Erina kau ternyata.. " Kata Zoe.
"Apa kakak tinggal di apartemen sini juga?" Tanya Erina ketika pintu lift tertutup.
"Hmm.. Iya, aku baru dipindahkan disini dan apartemen disini tidak terlalu jauh dengan perusahaan tempat ku bekerja." Jawab Zoe.
"Kau juga tinggal disini?" Tanya Zoe.
"Tidak tapi kakakku yang tinggal disini dan aku akan tinggal bersamanya sementara waktu." Jawab Erina.
"Apa apartemen kakak juga berada di lantai 40?" Tanya Erina karena Zoe tampak menekan angka tersebut.
"Hmm... Iya." Zoe menggangukan kepalanya.
"Apartemen kakak ku juga berada dilantai itu." Seru Erina.
Zoe melihat kearah Shen yang berdiri di samping Erina. Shen sama sekali tidak melihat kearah wanita itu matanya tampak fokus dengan ponselnya.
"Mainlah ke apartemen ku jika kau mau." Tawar Zoe kepada Erina.
"Benarkah,, aku boleh main ke apartemen mu?" Ucap Erina senang.
Zoe tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Erina pun melihat kearah kakaknya Shen. "Kak aku main ke apartemen kakak Zoe ya.. Please.." Mohon Erina.
"No.. Kau pasti akan melarikan diri lagi nanti." Kata Shen yang masih fokus melihat handphone nya.
"Tidak kak,, aku janji tidak akan kabur lagi kali ini.. " Ucap Erina meyakinkan sang kakak.
Shen melihat kearah Zoe dengan tatapan datarnya. "Apa yang bisa kau jamin jika dia tidak akan melarikan diri." Tekan Shen dingin dan menatap tajam Zoe.
Zoe terdiam karena dia memang tidak bisa menjamin apa-apa. "Nothing!" Ucap Shen dingin.
"Kakak, ayolah aku mohon. Aku akan mati bosan jika tidak mempunyai teman nanti, setidaknya dengan adanya kakak Zoe bisa menemani ku." Rengek Erina yang tidak patah arang.
"Ajak dia saja main ke apartemen, jika dia mau." Jawab Shen.
Erina pun melihat kearah Zoe dengan tatapan memohon supaya wanita itu mau ikut bersamanya ke apartemen sang kakak.
"Baiklah aku akan ikut bersamamu anak manis." Jawab Zoe akhirnya dan mencubit gemas pipi chubby Erina.
Erina tersenyum sumringah mendengar jawaban Zoe itu.
Ting!!!
Pintu lift terbuka dan mereka pun keluar bersamaan. Shen berjalan terlebih dahulu di depan mereka. "Maafkan sifat kakakku ya... Dia memang sedikit menyebalkan." Bisik Erina.
"Hmm... Tidak masalah tapi kakakmu sangat datar Erina." Bisik Zoe.
Erina terkekeh kecil mendengar ucapan Zoe itu.
Erina dan Zoe duduk didepan ruang televisi, sedangkan Shen kembali ke kamarnya untuk menyelesaikan urusan pekerjaan nya.
Shen memijit keningnya yang terasa pusing karena suara berisik dari kedua wanita itu menganggu konsentrasinya.
Erina dan Zoe sedang duduk di ruang televisi, mereka menonton film yang sedang trend baru-baru ini dengan ditemani banyak cemilan yang Erina pesan lewat online tadi.
"Ahhh.... Keren sekali kakak, aku juga mau punyai pacar se keren itu nanti." Teriak Erina.
Zoe tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya tampa memalingkan nya dari layar televisi besar itu.
Shen keluar dari kamarnya dan menghampiri ruangan yang menurutnya sangat berisik itu. "Bisakah kalian tidak terlalu berisik." Tegas Shen berdecak pinggang.
Erina dan Zoe melihat ke belakang dimana Shen sedang berdiri sekarang. "Ck.. Salah kakak sendiri yang menyuruh kami berkumpul disini." Protes Erina.
Zoe menganggukkan kepalanya membela Erina. "Tapi bisakah kalian mengecilkan volume suara kalian,,itu benar-benar sangat menganggu." Ucap Shen Jengah .
"Tidak bisa, karena kami sedang menonton aktor favorit kami, jika kakak terganggu lebih baik kakak pergi keluar saja." Jawab Erina santai dan kembali menonton.
Mereka berdua kembali berteriak ketika melihat aktor Hollywood itu yang sedang melakukan action di film tersebut. "Wanita memang menyebalkan." Gumam Shen kesal dan kembali masuk ke dalam kamarnya.
BERSAMBUNG.