Love at First Sight

Love at First Sight
MERINDUKANNYA 2!!



...----------------...


Seorang pria yang kini berada di sebuah bangunan tua tampak merasa gusar lantaran keberadaan nya sudah diketahui oleh klan the devil's.


Beberapa jam yang lalu seorang anak buahnya memberikan berita jika beberapa rekan mafianya telah habis ditangan the devil's. Dan sekarang target the devil's adalah dirinya kali ini.


"Kita harus meninggalkan tempat ini secepatnya, sebelum the devil's menyerang kita!" Ucap pria itu.


"Kau masih belum menemukan keberadaan wanita itu?" Tanya nya kepada anak buahnya yang berdiri di depannya.


"Belum tuan, seseorang itu sepertinya memiliki kuasa yang cukup tinggi di Eropa, sehingga bisa menyembunyikan wanita itu dengan begitu rapat." Jawab pria itu.


"Cari terus karena hanya dia kelemahan terbesar pria brengsek itu. Aku ingin menghancurkan hidup pria itu sebagaimana dia menghancurkan hidup putraku." Geram pria itu.


"Baik tuan." Jawabnya.


****


Aarav dan yang lainnya beralih pergi ke Amsterdam seperti petunjuk Carlo. Mobil mereka memasuki sebuah tempat re rongsokan mobil bekas. Di ujung re rongsokan itu terdapat sebuah markas yang cukup besar dan terlihat berantakan.


"Tampaknya mereka melarikan diri bos." Seru Shane ketika melihat tempat itu sudah kosong.


"Daniel, Lukas segera kalian cek bandara, pelabuhan,perbatasan dan seluruh stasiun kereta. Cari kemana pria itu pergi. Aku yakin mereka masih belum pergi terlalu jauh." Kata Aarav memberikan perintah.


"Baik bos." Jawab Daniel dan Lukas bersamaan.


"Bakar tempat ini." Seru Aarav lalu berjalan kembali masuk kedalam mobilnya.


"Baik bos." Jawab para anak buahnya, menyiramkan bensin ke tempat itu lalu membakarnya.


...****************...


Shane menyewa villa di Amsterdam untuk tempat beristirahat Aarav sementara Daniel dan Lukas mencari keberadaan musuh terakhirnya. Mereka akan berada disana untuk saat ini.


Aarav berdiri menghadap ke kaca jendela besar, dapat terlihat jelas jika pria itu tengah merindukan istrinya.



"Apa yang kau lakukan sekarang, sayang?" Gumamnya sendu.


"Tunggu aku sweety, sebentar lagi kita akan bertemu kembali."


Pintu kamar itu terbuka dan Shen masuk menghampiri bosnya. "Bos, ada panggilan dari tuan besar." Seru Shen.


Aarav mengulurkan tangannya meminta ponsel yang dipegang oleh asisten nya. "Hallo dad," Kata Aarav.


"Apa daddy perlu membantumu kesana son?" Tanya Arthur.


"Tidak usah dad, urusanku disini sebentar lagi selesai." Jawab Aarav.


"Baiklah kalau begitu, dan daddy ingin mengingatkan supaya kau tetap menjaga kesehatanmu karena daddy dengar dari Shen, merokokmu sangat parah!" Seru Arthur.


Aarav menatap tajam asistennya sehingga Shen yang mendapat tatapan mematikan itu langsung menundukkan kepalanya. "Iya dad!" Jawab Aarav singkat.


Tidak lama mereka pun menyudahi panggilan itu dan Aarav memberikan kembali ponsel Shen. "Apa sudah ada perkembangan dari Daniel dan Lukas?" Tanya Aarav.


"Belum bos, mereka sudah mengecek bandara dan pelabuhan serta perbatasan dan seluruh stasiun kereta namun Anthony sama sekali tak terlihat disana, jadi kemungkinan besar jika pria itu masih berada di dalam kota ini." Jawab Shen.


"Dimana mereka?" Tanya Aarav.


"Mereka ada dibawah, Daniel tengah memeriksa seluruh CCTV gedung di pinggir jalan dan Lukas meretas CCTV di seluruh bar dan kasino karena Anthony terkenal sangat suka berjudi." Jawab Shen.


"Katakan aku ingin kabar secepatnya," Kata Aarav kembali melihat kearah kaca jendela.


"Baik bos," Jawab Shen berjalan keluar namun langkahnya terhenti ketika Aarav memanggilnya.


"Bawakan rokok ku kemari." Seru Aarav.


"Tapi anda sudah terlalu banyak merokok hari ini bos," Jawab Shen yang takut terjadi sesuatu pada kesehatan tubuh sang bosnya karena sangat sering merokok semenjak berpisah dari nona Arabella,


Padahal dulu sebelum bertemu dengan Arabella, Aarav tidak pernah separah itu merokok.


Aarav melihat kearah asisten nya itu dan menatap tajam pria itu. *ya tuhan... * batin Shen sedikit takut mendapat tatapan tajam itu.


"M-maaf bos, bukannya aku ingin melarang atau mengatur tapi saat ini nona Arabella sedang mengandung dan sangat tidak baik jika anda merokok, karena itu akan memperngaruhi ikatan batin antara anda dan bayi anda bos." Kata Shen mengarang dan mencoba membujuk Aarav dengan menggunakan Arabella dan bayinya supaya pria itu berhenti dengan kecanduan rokok beratnya itu.


Aarav mengerutkan keningnya mendengar penjelasan Shen. "Kenapa kau baru mengatakannya sekarang, jika itu dapat mempengaruhi bayiku!" Kata Aarav menatap dingin Shen.


Shen menelan salivanya. "M-maaf bos," Hanya kata-kata itu yang mampu dikeluarkan oleh mulutnya saat ini.


BERSAMBUNG.