
Aarav membawa Arabella kembali ke hotel karena tubuh nya sudah membaik. Walau sebenarnya Aarav sudah memaksa nya untuk menginap di rumah sakit satu hari, tapi Arabella terus memohon untuk pulang saja.
Di perjalanan Arabella meminta Aarav untuk berhenti di tokoh kue karena dia ingin membeli beberapa kue untuk dirinya.
Aarav pun menghentikan mobilnya dan keluar dari mobil lalu masuk kedalam kedai kue, dia melarang Arabella untuk ikut masuk karena tubuh Arabella masih lemah kecuali wanita itu mau digendong olehnya.
Arabella pun memilih untuk menunggu di dalam mobil.
BOOM!!
Namun tiba-tiba terdengar suara ledakan dari luar dan seseorang tiba-tiba masuk kedalam mobil yang ditumpangi oleh Arabella.
"Siapa kau?" Tanya Arabella panik karena orang itu langsung melajukan mobil dengan kecepatan penuh.
Pria itu tidak menjawab namun dia mengeluarkan semprotan kecil dari jaketnya dan menyemprotkan nya ke wajah Arabella hingga wanita itu langsung pingsan.
Aarav langsung berlari keluar ketika mendengar suara ledakan itu. Dia tidak melihat mobil yang dikendarai nya tadi di depan toko. Bahkan jalanan sangat sepi tidak ada satu pengendara pun yang lewat.
"AHHHH!!" teriak nya emosi serta frustasi.
Aarav mengumpat keras ketika melihat mobil anak buahnya juga tidak ada disana. "SHITTT!!" umpatnya keras.
Tiba-tiba beberapa mobil anak buah Aarav datang kesana. Aarav segera menaiki salah satu mobil anak buahnya itu dengan cepat.
"CEPAT!!!" Teriaknya marah.
Mobil itu melaju dengan sangat kencang. "150km belok kiri.." Seru anak buah Aarav melacak mobil yang ditumpangi oleh Arabella.
Aarav mengusap gusar wajahnya, pria itu sangat panik dan khawatir terhadap keadaan istrinya yang tengah mengandung bayinya.
"Akan aku bunuh kalian semua yang berani menyentuh istriku." geram Aarav mengeraskan rahangnya.
Tidak lama, anak buah Aarav menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang gersang karena lokasi mobil Aarav berhenti disana.
Terlihat beberapa anak buah the devil sudah berada disana sebelum Aarav tiba.
Betapa terkejutnya Aarav ketika melihat kondisi mobilnya yang hancur menabrak sebuah batu besar. Aarav segera berlari dengan cepat menuju mobilnya dan dia tidak menemukan siapapun disana.
"Se-sepertinya ada yang menyelamatkan nona, d-dan membawanya menggunakan helikopter,, bos." Jawabnya lirih.
"AHH... TEMUKAN ISTRIKU SECEPATNYA.. KALAU TIDAK AKU AKAN MENGHABISI KALIAN SEMUA." teriaknya penuh amarah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Berita kehilangan Arabella langsung sampai ditelinga Shen, pria itu pun segera menyusul sang bos nya ke spanyol hari itu juga.
Erina juga sangat khawatir ketika mengetahui berita itu. Ia sudah memohon kepada Shen untuk ikut namun Shen melarangnya dan Shen juga akan memerintahkan anak buahnya untuk segera membawa adiknya itu kembali ke Chicago.
"Ada apa?" Tanya Zoe kepada Erina karena dia melihat Shen pergi begitu cepat dengan wajah yang sangat kusut.
"Kakak Zoe.. Bisakah kau mengantar ku suatu tempat sebentar." Mohon Erina.
"Iya.. Tapi ada apa Erina?" Tanya Erina khawatir.
"Ayo kak... Akan aku ceritakan di jalan nanti." Seru Erina menarik tangan Zoe.
Erina menceritakan apa yang sedang terjadi kepada Zoe saat mereka dalam perjalanan ke suatu tempat.
"Ya tuhan... Semoga tidak terjadi apa-apa dengan nona Arabella dan juga bayinya." Ucap Zoe kaget mendengar cerita dari Erina.
Erina mengetahui kehamilan Arabella dari sang kakak yaitu Shen ketika anak buahnya menceritakan kehilangan Arabella.
Satu jam kemudian kedua wanita itu pun sampai ditempat yang ditujuh. Erina langsung berlari keluar dari mobil dengan di ikuti oleh Zoe di belakangnya.
Zoe melihat sekeliling tempat yang terlihat suram itu, dimana terdapat banyak sekali pria-pria bertubuh besar dan menyeramkan dimata Zoe.
"Erina tempat apa ini?" Tanya Zoe mengikuti langkah cepat Erina.
"Markas mafia kak." Jawab Erina.
"Apa? Kau jangan bercanda Erina." Kaget Zoe yang langsung memegang tangan Erina.
BERSAMBUNG.