Love at First Sight

Love at First Sight
Nasib Malang Carlo



"Bos.. Orang itu ada di bawah tanah, di sebelah kanan ada tangga menuju kesana." Kata Shen menghampiri bos nya sembari menembaki musuh yang mendekat.


Aarav langsung berlari kearah tangga bawah tanah tersebut dengan Shen yang melindunginya di belakang dari musuh yang mencoba menyerang Aarav.


"Akhirnya kita bertemu juga Mr. Grey. " Sambut seorang pria paruh baya yang duduk di tengah ruangan dengan dikelilingi banyak anak buahnya, pria itu tampak memang sedang menunggu kedatangan Aarav disana.


"Aku akan menghabisimu Carlo, kau pikir karena tidak bisa mengalahkan daddy ku jadi kau bisa mengalahkan putranya. Heh! Sungguh naif." Ucap Aarav meremehkan.


Carlo menggepalkan tangannya mendengar ucapan Aarav yang memang benar adanya itu dan ia merasa tersinggung sekaligus terhina.


"Tidakkah Kau merasa terlihat seperti tuan putri yang ketakutan dan dilindungi oleh pengawalnya, Carlo." Ejek Aarav.


"Kauuuu.... Aku pastikan kau akan habis hari ini." Geram Carlo.


"Ternyata aku tidak perlu repot-repot menculik istri cantikmu karena kau akhirnya datang dengan sendirinya menyerahkan nyawamu ke markasku."


"Oh iya... Aku ingin mengatakan jika istrimu sangat seksi dan bergairah." Lanjut Carlo memancing emosi Aarav.


Dan benar saja Aarav langsung terpancing emosi mendengar ucapan dari pria itu. "Aku akan membunuhmu CARLO!!" Marah Aarav dan langsung menghajar orang yang melindungi Carlo secara bersamaan.


Aarav membanting mereka dengan sangat mudahnya dan menghajar brutal dan habis-habisan pengawal-pengawal Carlo itu dengan hanya menggunakan tangan kosong saja.


Tidak butuh lama hanya dalam lima menit saja Aarav sudah menjatuhkan sepuluh anak buah Carlo dan tersisa sepuluh lagi. Carlo yang melihat Keberingasan Aarav tampak getar-getir.


Carlo mencoba melarikan diri ketika Aarav sedang menghajar anak buahnya yang tersisa sedikit. Aarav berlari kearah Carlo karena pria itu mencoba melarikan diri.


BUGH!!


Seorang memukul belakang tubuh Aarav dengan sebuah kursi kayu ketika Aarav mengejar Carlo. Aarav membalikkan tubuhnya dan mengambil kursi tersebut lalu memukul kan dengan sangat keras ke kepala orang yang menyerang nya tadi sampai kursi kayu tersebut patah berkeping-keping.


DOR!!!


Bahu Aarav ditembak oleh seseorang dari belakang, Aarav mengumpat ketika bahunya ditembak. Dia lalu melihat ke belakang dan Carlo tampak mengangkat senjatanya dan mengarahkannya ke Aarav.


DOR!! DOR!!


Tembakan tersebut meleset karena Aarav bergelak dengan berguling kearah sebuah tong besar yang tidak jauh dari-Nya.


Aarav mengambil sapu tangan yang ada di kantongnya dan melilitkannya untuk menahan darahnya yang terus keluar. Lalu Aarav mengeluarkan pistolnya dari balik jaketnya.


Dia sengaja tidak menggunakan pistolnya tadi saat melawan anak buah Carlo karena ingin menghemat pelurunya.


Aarav mengintip keberadaan Carlo dari balik tong besar tersebut. Dia melihat Carlo tampak sedang berusaha membuka sebuah pintu yang menuju keluar dari bungker.


Aarav mengarahkan pistolnya kearah pria tersebut namun tiba-tiba beberapa tembakan tampak menyerangnya, Aarav mengumpat karena hal itu. Dia melihat beberapa anak buah Carlo datang.


Shen dan Daniel datang dan menembaki para anak buah Carlo itu.


"BOS!! ARE YOU OKAY??" Teriak Shen.


Aarav melihat kearah Carlo yang sudah berhasil berlari keluar. Dia pun langsung mengejarnya dengan cepat dan menembak kaki pria tersebut.


"Akhh!!" Teriak Carlo ketika kakinya tertembak.


BUGH!! BUGH!! BUGH!!


Aarav melayangkan pukulan keras bertubi-tubi kepada Carlo. Walaupun tangannya terluka tapi tidak mengurangi kekuatannya. "Katakan dimana dia?" Tanya Aarav marah dengan mencengkram kuat kerah baju Carlo.


"A-aku tidak tahu!!" Jawabnya dengan suara yang hampir tak terdengar.


"KATAKAN!!" Bentak Aarav yang sudah benar-benar naik pitam.


"A-aku sungguh tidak tahu." Sahut Carlo.


"Shen, berikan belatiku." Aarav mengulurkan tangannya kepada Shen yang berdiri di dekatnya dengan mata menatap tajam Carlo.


"T-tidak... B-baik aku akan mengatakannya.." Jawab Carlo akhirnya, karena dia takut akan kesadisan dari putra Arthur itu.


"D-dia bersembunyi di markasnya yang berada di Amsterdam... " Lanjut Carlo.


Aarav melepaskan cengkramannya dari kerah baju pria tua itu sehingga terjatuh ke tanah. Aarav mengeluarkan pistolnya dan menembaki tubuh Carlo dengan membabi buta, cipratan darah Carlo mengenai wajahnya.


Pria tua itu pun langsung tewas ditempat dengan mengenaskan.


"Anda harus mengeluarkan peluru di lengan anda bos." Kata Shen ketika mereka sudah di dalam mobil.


"Nanti saja, kita pergi ke Amsterdam sekarang." Sahut Aarav yang tidak ingin mengulur waktu karena dia ingin secepatnya menyelesaikan masalahnya supaya dia dapat langsung bertemu dengan pujaannya.


"Luka anda harus cepat diobati bos supaya ketika bertemu dengan nona nanti, lukanya sudah sembuh." Ucap Shen sengaja menggunakan nama Arabella supaya pria itu segera mengobati lukanya.


"Hmmm... Kau benar, segera panggil dokter ke hotel." Perintah Aarav karena dia tidak ingin istrinya khawatir melihat lukanya nanti.


"Baik bos." Jawab Shen, karena nama Arabella sangat berpengaruh besar dalam hidup Aarav.


BERSAMBUNG.



JANGAN LUPA FOLLOW AKUN AUTHOR YA GES, BIAR NGGAK KETINGGALAN KARYA SELANJUTNYA 😇.