Love at First Sight

Love at First Sight
Aarav Murka



Berita kehamilan serta sekaligus kehilangan Arabella dengan cepat sampai ke telinga Arthur dan istrinya. Clara sempat pingsan sebentar ketika mendengar berita yang sangat mengejutkan itu.


"Arthur... Cepat temukan menantu dan cucu kita dan jangan sampai terjadi apa-apa dengan mereka." kata Clara menangis terisak.


Arthur memeluk istrinya mencoba menenangkannya. "Kau tenang saja baby... Tidak akan terjadi apa pun pada menantu dan cucu kita, aku janji." Ucap Arthur pelan menggosok punggungnya.


Arthur dan Bastian segera pergi menyusul ke Spanyol, dia menitipkan sang istrinya kepada Beatrice dan juga Erina untuk selalu menjaganya.


"Dia pasti benar-benar menggila sekarang ini." Lirih Arthur di dalam jet pribadi nya.


"Hmm... Mereka melaporkan tuan bos Aarav menghabisi para anak buahnya yang bertugas menjaga nona Arabella." Jawab Bastian.


Arthur mengusap gusar wajahnya, karena dia merasa musuh kali ini bukan orang sembarangan. Pasalnya tidak ada satupun anak buahnya yang berhasil melacak kepergian helikopter yang membawa menantu nya pergi.


***


"AHH!!FU*K,FU*K!!" Teriak Aarav mengumpat emosi dan membanting komputer nya yang sudah kesekian kalinya.


"CEPAT GANTI KOMPUTER SIALAN INI!" Bentak Aarav marah.


Anak buahnya pun dengan cepat mengganti nya.


"Tuan Shen... Bos benar-benar kehilangan kendalinya." Ucap salah satu anak buah ketika Shen baru tiba di Mansion milik keluarga Grey yang berada di wilayah Castile-La Mancha.


"Apa seluruh anak buah sudah disebarkan ke setiap negara?" Tanya Shen.


"Sudah... Tuan Daniel dan tuan Lukas sudah menyebarkan seluruh anggota the devil's ke setiap negara dan wilayahnya tanpa terkecuali." Jawabnya.


"Dimana bos sekarang?" Tanya Shen.


"Di ruangannya tuan." Jawabnya dan Shen pun segera menuju ruangan tersebut.


CKLEK!!!


Shen dengan hati-hati membuka pintu ruangan itu, sebuah ruangan yang sangat kacau balau dimana terdapat banyak sekali bekas pecahan kaca dan monitor komputer yang hancur di lantai.


Aarav yang sedari tadi fokus ke monitor, melihat kearah asistennya itu. "Shen kau sudah datang, bagus.... Cepat cari istriku Shen.. Dia sedang hamil sekarang ini." Ucap Aarav dengan suara bergetar karena dia sedari tadi menahan kesedihan nya.


"Baik bos... Saya janji,Saya akan membantu anda menemukan nona sampai ketemu." Jawab Shen, dia turut prihatin melihat keadaan bos nya yang terlihat sangat menyedihkan sekarang ini.


Aarav tidak beranjak dari tempat duduk nya sampai tengah malam, ia terus berada di depan layar monitor komputer nya dengan penampilan yang sudah acak-acakan.


"Bos sebaiknya anda makan dulu... " Ucap Shen yang langsung dipotong dengan amarah oleh Aarav.


"KAU GILA SHEN... ISTRIKU SEDANG HILANG DAN KAU MENYURUHKU MENIKMATI MAKANAN." Teriaknya emosi.


"SIALAN!! KELUAR!! JANGAN ADA YANG MENGANGGUKU." Lanjutnya.


Shen tidak bisa membujuk atau menenangkan bos nya karena amarah Aarav benar-benar sudah tak terkontrol lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi harinya Arthur dan Bastian tiba disana. Arthur dengan langkah lebarnya memasuki mansion tersebut bersama dengan Bastian.


"Dimana dia?" Tanya Arthur kepada salah satu anak buah.


"Tuan besar.... Bos berada di dalam ruangan nya sejak kemarin," Jawabnya.


Arthur dan Bastian segera pergi ke ruangan yang di maksud.


Bastian membukakan pintu ruangan itu untuk Arthur. Arthur pun masuk kedalam nya dan melihat putranya yang sangat fokus melihat monitor komputer nya dan tangannya tak berhenti menekan tombol yang ada di keyboard komputer nya.


"Tuan besar.. Daddy." Kata Shen yang berada di dekat meja Aarav sedang membantu bos nya itu Menggunakan komputer lain.


Aarav pun langsung melihat kearah Arthur ketika mendengar Shen barusan. "Daddy.. " Ucapnya pelan.


BERSAMBUNG.