Love at First Sight

Love at First Sight
Pria Kulkas



Pukul tujuh malam Zoe baru pulang ke apartemen, dia merasa sangat lelah karena pekerjaannya hari ini membuat dia lembur.


Setibanya di lobby apartemen, ada seseorang yang sudah menunggu nya dibsofa lobby.


"Zoe!!" Panggil seorang pria ketika wanita itu baru memasuki lobby.


Zoe menoleh ke asal suara. "Jack," Gumam Zoe melihat pria itu.


"Ada apa? Kita sudah tidak mempunyai urusan lagi." Ketus Zoe.


"Zoe, please maafkan aku. Aku sangat menyesalinya.... Aku tidak mencintainya Zoe, hanya kau yang aku cintai sampai kapanpun." Seru Jack hendak memegang tangan wanita itu tapi langsung ditepis nya.


" I don't care... Sekarang pergi jauh-jauh dari hidupku," Ketus Zoe melangkah berjalan kearah lift.


"Zoe, please... Beri aku kesempatan." Ucap pria itu mengikuti langkah wanita itu.


Zoe tidak menghiraukannya, dia berdiri di depan lift menunggu pintu lift terbuka. Jack terus memohon pada Zoe untuk menerimanya kembali namun Zoe sama sekali tidak menanggapinya, dia menganggap pria itu tidak ada disana.


"Hai, kau juga baru pulang?" Seru Zoe ketika Shen berdiri disampingnya yang juga menunggu pintu lift terbuka.


"Hmm..." Jawab Shen melirik sekilas wanita disampingnya itu.


Tidak lama pintu lift itu terbuka, mereka pun segera masuk kedalamnya. "Jangan berani-berani mengikutiku jika tidak aku akan memanggil security untuk mengusirmu." Tegas Zoe ketika Jack ingin menyusulnya masuk kedalam lift.


"Zoee!!!" Panggil pria itu ketika pintu lift tertutup.


Di dalam lift hanya ada Shen dan Zoe, cuman ada keheningan di dalam sana. "Apa Erina sudah pulang?" Tanya Zoe mencoba memulai obrolan.


"Hmm... " Jawab Shen tanpa melihat kearah Zoe.


Erina mencebik mendengar jawaban pria itu. 'Apakah bibir pria ini sebegitu beratnya untuk berbicara,' batin Zoe sedikit melirik kearah Shen yang selalu memasang wajah datarnya.


"Kapan dia akan datang kemari lagi?" Tanya Zoe lagi.


Shen Mengedikkan bahunya.


'Oh my god, ingin sekali rasanya aku memukul pria menyebalkan ini, ck dasar pria kulkas.' batin Zoe kesal.


Lalu ia pun tidak bertanya apapun lagi, hingga pintu lift terbuka dan mereka keluar lift menuju unit masing-masing.


Shen tampak melihat kearah Zoe yang jarak apartemen mereka hanya satu pintu namun memiliki jarak yang cukup jauh setiap pintunya.


Zoe masuk kedalam unitnya lalu Shen pun baru membuka pintunya dan masuk kedalam setelah melihat wanita itu memasuki unitnya.


***


"Boleh aku mencobanya tuan?" Ucap Seorang wanita disebelah Daniel dengan suara yang dibuat seksi.


"Baiklah... Ayo aku akan membiarkanmu mencobanya sepuas mungkin." Seru Daniel tersenyum miring dan menarik tangan wanita itu masuk kedalam sebuah kamar pribadi.


"Kau juga mau mencobanya?" Ucap Lukas kepada wanita seksi disampingnya.


Wanita itu menganggukkan kepalanya dengan cepat dan tersenyum senang.


Lukas pun juga membawa wanita itu masuk kedalam kamar yang berada tepat disamping kamar yang dimasuki Daniel tadi.


Daniel membuka celana dan bajunya lalu menarik wanita itu untuk berlutut di depannya. Wanita itu tersenyum senang melihat milik Daniel yang sudah berdiri dengan tegak di depannya.


Lalu Daniel menyesap minumannya kembali dan mengeluarkannya dari mulut nya sehingga terjatuh dan mengenai daerah bagian perutnya serta sedikit menetes di bagian intinya.


"Cobalah dan rasakan dengan lidahmu." Ucap Daniel melihat wanita yang sudah duduk berlutut di depannya.


"Baik tuan, saya akan menikmati minuman segar ini." Jawab wanita itu dengan suara seksinya.


Ia meraba perut Daniel dengan mulutnya dan menelusuri tumpahan minuman yang berada di perut sixpack milik pria itu.


"Ahh...... " Desah Daniel ketika wanita itu memasukkan miliknya kedalam mulutnya.


Daniel mencengkram rambut wanita itu dan memaju mundurkannya dengan tempo yang cukup cepat.


"Ah.... Ah.... " Desah Daniel semakin mempercepat temponya.


Tangan wanita itu bertumpu pada paha pria itu.


Di kamar sebelahnya, Lukas juga menerima servis dari wanita yang dibawanya kedalam kamar tadi. Lukas duduk di sofa panjang kamar itu dan menikmati sentuhan demi sentuhan sensual yang diberikan wanita itu di tubuhnya.


Lukas menyandarkan kepalanya di kepala sofa dan mendongakkan wajahnya menikmati sentuhan tersebut.


"Hmph.... " Desah Lukas ketika wanita itu memainkan senjatanya dengan mulut serta menjilatnya dengan lidahnya.


Kedua pria itu menikmati servis yang diberikan oleh para wanita seksi tersebut. Begitulah biasanya yang dilakukan mereka berdua jika sedang memiliki waktu senggang.


Mereka akan datang ke club dan mencari kesenangan serta kepuasan nafsu disana, wanita yang melayani mereka juga bukan


sembarangan, karena kedua pria itu sangat memilih dalam berhubungan.


Bersambung.


Untuk visual yang lainnya nanti ya Author kasih..... Sekarang fokus ke visual Aarav sama Arabella aja dulu ya☺.....