Love at First Sight

Love at First Sight
Kekesalan Zoe!



Zoe baru datang ke kantor dan tiba-tiba asisten Rodson datang dan meminta Zoe untuk menghadap ke ruangan direktur.


"A-apa??" Kaget Zoe karena tiba-tiba Rodson berkata kepada nya untuk tidak perlu datang ke kantor lagi mulai sekarang.


Zoe tentu saja kaget dan bingung mendengar keputusan itu karena kinerja dia selama ini sangatlah baik.


"Maaf Zoe, kau mungkin sangat kaget mendengar berita ini tapi tuan Shen sendiri yang menyerahkan surat pengunduran dirimu." Ucap Rodson.


Zoe kembali terkejut ketika tahu dalang dibalik itu semua adalah kekasihnya sendiri. Zoe berpamitan pergi kepada Rodson dan langsung pergi ke perusahaan Grey untuk menemui Shen.


Kesal? Tentu saja Zoe merasa sangat kesal dengan perbuatan Shen itu, seharusnya Shen mengatakan hal itu terlebih dahulu dengannya.


"Bagaimana bisa dia berbuat seperti ini??" Kesal Zoe.


Setelah dua puluh menit kemudian, Zoe pun sudah tiba di Lobby perusahaan Grey. Dia melangkah dengan cepat dan masuk kedalam lift lalu menekan tombol lantai tempat ruangan Shen berada.


Cklek!!


Zoe membuka pintu ruangan dan melihat seorang pria duduk di kursi kebesarannya, Shen melihat kearah pintunya yang terbuka, dia tampak tidak terkejut melihat kedatangan kekasihnya itu karena anak buahnya sudah mengabari nya sebelumnya.


"Sayang, ada apa kau kemari?" Tanya Shen berpura-pura tidak tahu dan menghampiri wanita nya yang wajah terlihat kesal itu.


"Ada apa? Seharusnya kau sangat tahu kenapa aku kemari?" Kesal Zoe.


"Biar aku tebak dulu, apa karena pengunduran dirimu?" Ucap Shen yang semakin memancing kekesalan Zoe.


"Kau keterlaluan Shen, kenapa kau melakukan itu?" Marah Zoe.


"Ayo duduklah dulu sayang, aku akan menyuruh asistenku membawakan minuman untukmu dulu." Ucap Shen santai seolah tidak melakukan kesalahan apapun.


Shen sengaja menghentikan Zoe dari pekerjaannya karena jika menunggu persetujuan dari wanita itu maka prosesnya akan lama dan akan selalu mengulur-ulur waktu.


Karena Shen akan segera menikahi Zoe dan tidak mau wanita itu bekerja lagi karena itu akan membuat Zoe sibuk nantinya dan pasti akan mengabaikannya. Dan Shen tidak mau itu sampai terjadi.


Shen menarik tangan Zoe karena wanita itu tidak bergerak sama sekali dari tepatnya. Zoe menepis tangan Shen lalu Shen kembali menarik tangan Zoe dengan cukup erat supaya wanita itu tidak bisa melepaskan nya lagi.


"Lepaskan Shen," Ucap Zoe mencoba melepaskan tangan Shen yang menariknya kearah sofa.


"Duduklah." Ucap Shen.


Zoe diam dan membuangnya mukanya karena kesal. "Baiklah kau sendiri yang memintanya!" Seru Shen menarik pinggang Zoe dan menundukkan nya ke pangkuannya dengan posisi menghadap kearahnya.


"Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku, aku sedang tidak ingin dekat denganmu Shen." Kesal Zoe memberontak namun Shen memeluknya semakin erat.


"Marah lah sepuasmu sayang, aku memang pantas mendapatkannya. Namun kau tidak bisa menjauhiku." Bisik Shen ditelinga Zoe.


"Kau jahat Shen, kau egois. Bagaimana kau bisa melakukan hal itu, aku membencimu, aku membencimu Shen!!" Marah Zoe memukul dada pria itu, Zoe mengeluarkan semua kekesalannya dengan air mata yang sudah berderai.


Shen memeluk Zoe dan membiarkan Zoe meluapkan semua kekesalan dan kemarahannya agar wanita itu bisa sedikit tenang.


Satu jam kemudian Zoe sudah diam di dalam pelukkan Shen. Shen mengusap-usap rambut panjang Zoe dan mengecupnya.


"Kau benar aku egois tapi jika menyangkut dirimu. Aku tidak ingin membagimu dengan siapapun termasuk pekerjaan. Aku hanya ingin kau fokus pada diriku dan keluarga kita saja. Aku ingin saat pergi dan pulang dari kantor aku bisa melihatmu menyambutku dengan pelukan dan senyuman.


Namun jika kau bekerja maka kau akan membagi waktumu denganku. contohnya saja masalah pernikahan kita, kau sudah menundanya selama sebulan karena masalah pekerjaanmu dan kau juga akan mengabaikanku jika sedang mengerjakan pekerjaanmu, aku tidak suka hal itu honey. Biarkan aku saja yang bekerja dan kau bisa menghabiskan uangnya sesukamu,


Aku harap kau dapat mengerti. Kau hanya boleh menjadi milikku seorang, aku sangat mencintaimu honey." Jelas Shen.


Zoe terdiam dia mencoba mencerna ucapan Shen itu dimana semua yang dikatakan oleh pria itu memang benar adanya. Dia sering mengabaikan Shen jika dia sedang mengerjakan pekerjaannya.


Zoe tidak terlalu menyadari jika hal itu sangat menganggu perasaan Shen. Zoe masih diam karena dia tidak tahu harus mengatakan apa, entah kenapa tiba-tiba perasan kesalnya hilang setelah mendengar penjelasan dari kekasihnya barusan.


BERSAMBUNG.