
"Sorry Sweety, jangan marah lagi okay? Kasian bayi kita di dalam perutmu." Sahut Aarav mengusap punggung istrinya.
"Kalau begitu kalian berdua berjabat tangan dan berpelukan sekarang." Perintah Arabella.
Kedua pria itu pun menurut saja apa yang di katakan oleh Arabella.
"Aku tetap tidak akan mengizinkanmu menginap di mansionku, kakek tua." Bisik Aarav ketika berpelukan dengan Duke.
"Aku tetap akan membujuk cucuku untuk tinggal bersamaku nanti." Balas Duke.
Mereka saling melemparkan tatapan tajam ketika selesai berpelukan.
......................
......................
Keesokan paginya Aarav dan Arabella pun pergi dari villa itu, Duke dengan berat hati harus melepas kepergian cucunya itu yang selama satu bulan ini telah menemaninya.
"Apa kita akan langsung pulang ke New York?" Tanya Arabella di dalam jet pribadi mereka.
"Hmm..." Aarav menganggukkan kepalanya dan mencium puncak kepala istrinya.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya mereka sampai di bandara New York. Aarav menggendong istrinya yang tampak tidur lelap membawa nya masuk kedalam mobil yang sudah menunggu disana.
Tiga puluh menit kemudian mereka tiba di kediaman mansion mereka. Aarav merebahkan tubuh istrinya di atas ranjang. Dia melepaskan sepatu dan coat istrinya. Lalu menyelimutinya kemudian mencium keningnya.
Aarav keluar dari kamar dan ke lantai bawah dimana Shen sudah menunggu di ruang tengah.
"Pulanglah Shen! Kau juga pasti lelah." Seru Aarav.
"Baik bos." Sahut Shen pergi setelah berpamitan dengan Aarav.
......................
......................
Keesokan harinya,
"Aku tidak akan pergi ke perusahaan beberapa hari ini, kau urus dan handle semuanya sampai aku masuk kembali!" Ucap Aarav diseberang telepon.
"Baik bos!" Jawab Shen.
Lalu Aarav mematikan sambutan teleponnya.
"Siapa honey?" Tanya Arabella baru keluar dari kamar mandi dan melihat Aarav yang baru saja selesai menelpon seseorang.
"Shen, sayang aku memintanya untuk meng-handle perusahaan untuk beberapa hari." Jawab Aarav menghampiri istrinya dan memeluknya.
"Kenapa? Nanti perusahaan bermasalah lagi honey!" Ucap Arabella.
"Tidak akan sweetie! Tenang saja, aku saat ini benar-benar ingin menghabiskan waktu bersama denganMu, kau tidak tahu betapa aku merindukanmu." Kata Aarav mencium tengkuk leher Arabella.
"Aku mengerti karena aku juga sangat merindukanmu, tapi aku juga tidak ingin pekerjaanmu kembali bermasalah karena itu nanti akan membuat kita jarang bertemu lagi." Lirih Arabella memeluk suaminya.
Arabella menganggukkan kepalanya. "Baiklah, aku percaya padamu honey." Jawab Arabella.
"Tersenyum dong," Pinta Aarav karena istrinya itu masih tampak ragu.
Arabella pun tersenyum lebar yang membuat pipinya terlihat menggemaskan. "Nah begini baru benar, Aku sangat merindukan senyuman manis istriku tercinta ini." Ucap Aarav menciumi wajah cantik istrinya.
Arabella terkekeh karena tingkah suaminya itu.
......................
Daniel dan Lukas saat ini sedang bersantai ria di dalam markas tempat ruangan pribadi mereka berdua. Mereka sudah mengatur rencana untuk bersenang-senang di club nanti malam.
Lukas tampak asik bermain video game di handphone nya, sedangkan Daniel sibuk dengan layar komputer nya. Mereka mempunyai banyak waktu hari ini karena tidak perlu memantau CCTV mansion bosnya.
Sebab saat ini Aarav berada di mansion nya dan akan menghabiskan waktu sepanjang hari bersama istri tercintanya, karena tidak akan terjadi sesuatu selama sang bos berada di mansion.
Drttt!! Drttt!! Drttt!!
Handphone milik Lukas berbunyi ketika pria itu sebentar lagi akan memenangkan permainan nya. "Damn! Kenapa Shen menelpon di waktu yang tidak tepat, sih!" Kesal Lukas yang lalu mengangkat panggilan itu.
"Ada apa Tuanku yang terhormat?" Ucap Lukas menahan kekesalannya.
"Besok kau pergi ke Meksiko dan urus masalah perusahaan disana dan Daniel pergi ke Chicago untuk menggantikan tuan besar sebentar disana, karena satu bulan lebih ini tuan besar sudah bekerja keras jadi dia akan istirahat untuk sementara waktu." Seru Shen to the point.
"WHAT?? Kau jangan bercanda Shen, kami baru saja bisa bernafas dengan lega dan kau sudah menjatuhkan beban lagi pada kami, setidaknya biarkan kami melepas penat sedikit." Protes Lukas.
"Jangan banyak bicara! Kalian pikir hanya kalian saja yang menderita hah! Cepat siapkan barang kalian karena besok pagi kalian sudah harus berangkat." Tegas Shen dan mematikan handphone nya.
"****!!" Umpat Lukas keras.
"Ada apa?" Tanya Daniel yang sejak tadi mendengarkan walaupun matanya fokus di monitor.
"Bersiaplah, besok pagi kau akan berangkat ke Chicago! Shen benar-benar menyebalkan, dia tidak pernah mau menderita sendiri, selalu saja mengajak orang lain merasakan penderitaannya." Ketus Lukas.
"Lalu kau dibuangnya kemana?" Tanya Daniel.
"Meksiko! Menyebalkan sekali." Jawab Lukas kesal.
"Shen benar-benar tidak membiarkan orang beristirahat, apa dia tidak tahu sebentar lagi GMR akan mulai merancang game terbaru." Ketus Daniel.
'GMR' merupakan salah satu perusahaan milik Grey Company yang bekerja di bidang game dan Software terkuat di Amerika, Aarav mempercayai perusahaan tersebut kepada Daniel dan Lukas karena kedua pria itu yang ahli dan memiliki skill yang bisa diandalkan.
Namun Daniel dan Lukas sangat jarang datang ke kantor karena mereka lebih suka mengerjakan pekerjaan mereka di markas, bahkan terkadang mereka hanya melakukan sambungan video saat beberapa kali menghadiri rapat atau saat memimpin rapat.
Sedangkan ditempat lain, seorang pria yang baru saja selesai berolahraga di dalam gym pribadi di apartemen nya. Tampak meletakkan kembali ponselnya di meja yang berada di dalam sana.
"Enak saja kalian ingin bersantai, sedangkan aku kerepotan seorang diri disini." Ucap Shen kembali melanjutkan olahraganya.
"Tak ada yang boleh bersantai selain Bos." gumam Shen.
BERSAMBUNG.